Kampanye Pembangunan Berkelanjutan di Mesir, Alfedri Komitmen Pemkab Siak Wujudkan Target FOLU Net SINK 2030

Hermansyah
632 view
Kampanye Pembangunan Berkelanjutan di Mesir, Alfedri Komitmen Pemkab Siak Wujudkan Target FOLU Net SINK 2030
Bupati Siak, Drs H Alfedri MSi di Mesir.

MESIR, datariau.com - Komitmen Pemkab Siak dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan tak perlu diragukan lagi, karena sebagaimana yang telah dituangkan dalam RPJMD Kabupaten Siak.

Dimana seluruh aspek pembangunan di Kabupaten Siak diarahkan selaras agar berdampak positif pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat serta berwawasan lingkungan.

Hal itu disampaikan Bupati Siak, Alfedri menjadi pembicara pada Forum Internasional Talkshow Paviliun Indonesia UNFCCC COP27, yang dilaksanakan di Sharm El-Sheikh Mesir, Kamis (17/11/2022).

Pada Seminar Internasional tersebut, Alfedri memaparkan bagaimana pola dukungan dan sinergi operasionalisasi FOLU Net Sink 2030 Indonesia, yang telah dilakukan oleh Pemkab Siak bersama stakeholder.

Menurutnya, Indonesia Forestry and Other Land Uses (FOLU) Net-Sink 2030 merupakan suatu kondisi dimana tingkat serapan karbon sektor tambang dan penggunaan lahan lainnya sudah berimbang atau bahkan lebih tinggi dari tingkat emisi yang dihasilkan sektor tersebut pada tahun 2030 nanti.

“Pemkab Siak telah menerbitkan Perda Nomor 4 Tahun 2022 Tentang Siak Kabupaten Hijau. Agar kebijakan Siak Hijau berjalan sebagaimana mestinya dan tepat sasaran," kata Alfedri.

"Pemkab Siak bersama seluruh mitra pembangunan menyusun peta jalan menuju Siak Hijau berdasarkan pengembangan indikator dan kriteria yang telah disusun bersama," jelas dia.

Kemudian melalui Rencana Aksi Daerah (RAD) Siak Hijau kita mengkolaborasikan seluruh program kebijakan dan kegiatan para pihak baik Pemerintah, NGO maupun pihak Swasta dalam upaya mendukung komitmen penguranan emisi GRK.

Dikatakan Alfedri, Pemkab Siak menjunjung komitmen dalam mendukung pembangunan rendah karbon dan penurunan emisi GRK.

Karenanya, sejumlah indikator Siak Kabupaten Hijau telah diintegrasikan dengan pembangunan rendah karbon LCDI (Low Carbon Development Indonesia) dan NDC (Nationally Determined Contribution).

Selanjutnya, kajian SDGs diselaraskan pula dengan RPJMD Siak dan penentuan indikator yang sesuai dengan agenda pembangunan daerah, sehingga kebijakan penurunan Emisi GRK sampai dengan 22,7 persen.

Bupati Alfedri menegaskan, berkomitmen mendukung pemulihan dan restorasi semenanjung Kampar dengan pendekatan FOLU Net Sink dan sinergisitas dalam mendukung kebijakan nasional, terkait pencapaian Net Zero Emission termasuk dengan pendekatan Indonesia FOLU Net Sink 2030.

“Pemkab Siak sangat terbuka dalam membangun kolaborasi pembangunan lingkungan hidup dan reformasi birokrasi di Kabupaten Siak," jelas Alfedri.

"Dukungan para pihak menjadi kunci dalam komitmen pembangunan rendah karbon dan mendukung pemulihan dan restorasi semenanjung Kampar dan Kerumutan," sebutnya.

Berbagai komitmen Pemkab Siak itu, dilaksanakan dalam rangka mewujudkan salah satu sasaran pembangunan lingkungan Siak Hijau yaitu meningkatnya kualitas lingkungan hidup dan menurunnya tingkat kebakaran lahan dan hutan.

Pemkab Siak, dikatakan Alfedri, terus bekerja keras agar kebakaran lahan dan hutan dapat semakin dikurangi bahkan ketingkat Zero Burning.

“Untuk Ekosistem Semenanjung Kampar terdapat 2 hutan desa yaitu di Desa Rawa Mekar Jaya seluas 3.343 hektar dan Desa Teluk Lanus seluas 3.580 hektar," ujar Alfedri.

Selanjutnya, diantara kedua desa tersebut, ada potensi hutan yang bisa dicadangkan hutan adat atau skema perhutanan sosial lainnya seluas 18.000 hektar. Dan jika ditotalkan berjumlah 24.923 hektar.

"Pemkab Siak bersama mitra siap merintis di tingkat tapak (desa dan kabupaten) untuk menjadikan areal lahan tersebut sebagai demontrasi percontohan untuk perdagangan karbon di Perlindungan Ekosistem Mangrove," ungkap dia.

"Dengan mendorong program kawasan pedesaan berbasis ekosistem mangrove dan upaya perlindungan lainnya. Kita optimis karena Kabupaten Siak mempunyai mangrove seluas sekitar 1.186 hektar," jelas Bupati Siak.

Alfedri menekankan, Pemkab Siak siap mendukung target mencapai FOLU Net Sink dengan 2030 di Kabupaten Siak melalui inisiatif restorasi dalam memulihkan dan melindungi daerah tropis hutan lahan gambut melalui sinergi antar kabupaten.

Selanjutnya, kebijakan tingkat, LSM, filantropi dan lembaga lainnya dalam menjaga hutan, sehingga diharapkan dapat berkontribusi bagi bangsa Indonesia dengan menjadi bagian dari solusi global untuk mitigasi perubahan iklim.

Diakhir rangkaian agenda itu, Bupati Siak di dampingi Kepala Bappeda, Wan Yunus berkesempatan melakukan dialog dengan Wakil Menteri KLHK Republik Indonesia Dr Alu Dohong dan Dirjen PHL Kementerian LHK, Dr Ir Agus Justianto MSc terkait pemulihan dan restorasi ekosistem semenanjung Kampar dan pengembangan lanjutan Program Siak Hijau.(***)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)