ROKAN HILIR, datariau.com- Upaya pembentukan Tameng Adat Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Rokan Hilir mendapat dukungan penuh dari Ketua Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR Kabupaten Rokan Hilir, Datuk Sri Jufrizan. Dukungan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan tim pemegang mandat Tameng Adat LAMR Kabupaten Rokan Hilir dalam agenda konsolidasi dan koordinasi di Kabupaten Rokan Hilir, Senin (25/5/2026).
Tim pemegang mandat yang terdiri dari Datuk Abdul Karim selaku Ketua, Datuk Mhd Rafi sebagai Sekretaris, Datuk Hasan Basri SAg, Datuk Aslan sebagai anggota, serta tokoh masyarakat Melayu Datuk H Syafrizal, datang membawa mandat dari Tameng Adat LAMR Provinsi Riau yang ditandatangani oleh Panglima Perdana Datuk Tengku Heryanto dan Novriadi Rivai selaku Ketua dan Sekretaris Tameng Adat Provinsi Riau.
Rombongan diterima langsung oleh Ketua DPH LAMR Kabupaten Rokan Hilir Datuk Sri Jufrizan. Pertemuan tersebut turut dihadiri Ketua DPH dan Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR Kecamatan Tanah Putih serta sejumlah tokoh pemuda.
Dalam pertemuan yang berlangsung sejak pukul 11.00 WIB hingga 16.10 WIB itu, berbagai pembahasan dilakukan, mulai dari peran Tameng Adat hingga perkembangan organisasi kemelayuan di Kabupaten Rokan Hilir.
Datuk Sri Jufrizan menyatakan dukungannya secara penuh terhadap pembentukan Tameng Adat LAMR Kabupaten Rokan Hilir. Bahkan, ia menegaskan komitmennya dengan ungkapan yang mendapat sambutan hangat dari peserta pertemuan.
"Kalau dukungan itu dinilai 100 persen, maka saya mendukung sampai 500 persen agar Tameng Adat ini segera terbentuk di Kabupaten Rokan Hilir," ujarnya.
Menurutnya, Tameng Adat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari struktur Lembaga Adat Melayu yang berjenjang mulai dari tingkat provinsi, kabupaten hingga kecamatan. Karena itu, ia berharap seluruh unsur LAMR baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan dapat mendukung berbagai program dan kegiatan Tameng Adat di masa mendatang.
"Harus selalu bersinergi agar Melayu semakin kokoh dan marwah adat tetap terjaga," pesannya.
Sementara itu, Ketua Tim Pemegang Mandat, Datuk Abdul Karim, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas sambutan serta dukungan yang diberikan oleh LAMR Kabupaten Rokan Hilir.
Ia menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera membentuk dan mengukuhkan Tameng Adat LAMR Kabupaten Rokan Hilir. Rencananya, kegiatan pengukuhan akan dihadiri unsur LAMR Provinsi Riau, Tameng Adat Provinsi Riau, LAMR Kabupaten Rokan Hilir, unsur Forkopimcam, organisasi kemasyarakatan, serta masyarakat Melayu.
Namun sebelum pengukuhan dilaksanakan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan LAMR tingkat kecamatan agar seluruh tahapan berjalan sesuai aturan dan mekanisme yang telah ditetapkan.
"Kami akan menjalankan seluruh proses sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Tameng Adat Melayu Riau serta petunjuk dari LAMR Provinsi dan Tameng Adat Provinsi Riau," kata Abdul Karim.

Pada kesempatan yang sama, tokoh masyarakat Melayu Datuk H Syafrizal mengajak seluruh masyarakat Melayu untuk terus menjaga persatuan, kekompakan, dan saling mendukung demi menjaga marwah Melayu sebagai tuan negeri.
Menurutnya, kehadiran Tameng Adat Melayu Kabupaten Rokan Hilir nantinya diharapkan menjadi energi baru bagi LAMR dalam menjalankan berbagai program kerja dan memperkuat sinergi antar lembaga adat.
"Jika LAMR Kabupaten Rokan Hilir diibaratkan sebuah rumah, maka Tameng Adat adalah bagian yang tidak terpisahkan dari rumah tersebut," ujarnya.
H Syafrizal juga mengingatkan agar seluruh organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang di Provinsi Riau senantiasa menjunjung tinggi norma-norma kemelayuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Gubernur Riau Nomor 1 Tahun 2012.
Selain itu, ia berharap pengukuhan Tameng Adat Melayu tingkat kabupaten dan kecamatan dapat dilaksanakan secara serentak di Kecamatan Bagan Sinembah yang dinilai sebagai salah satu pintu gerbang Kabupaten Rokan Hilir sekaligus gerbang masuk Provinsi Riau dari arah Sumatera Utara.
Dalam kesempatan tersebut, H Syafrizal juga kembali menyampaikan harapannya agar pemerintah dapat mewujudkan pembangunan gerbang perbatasan Provinsi Riau sebagai simbol penyambutan bagi masyarakat yang memasuki Negeri Melayu.
Ia mengusulkan adanya tulisan "Selamat Datang ke Negeri Melayu Provinsi Riau yang Menjunjung Tinggi Adat Istiadat" sebagai identitas budaya dan kebanggaan masyarakat Melayu.
"Semoga harapan ini dapat menjadi perhatian pemerintah dan diwujudkan demi memperkuat identitas budaya Melayu di Provinsi Riau," tutup H Syafrizal.***