Humas PT PPR Hampir Diamuk Warga

1.739 view
Humas PT PPR Hampir Diamuk Warga
Suasana pertemuan di aula kantor lurah. (foto: heri)
INHU, datariau.com - Pekerjaan seismik (peledakan) untuk mencari titik minyak di Kelurahan Pangkalan Kasai kecamatan Seberida Kabupaten Inhu oleh PT Puri Petroleum Resources (PPR) menuai konflik.

Wakil Humas PT PPR atas nama Angga hampir saja diamuk massa dan akan dicincang parang, jika saja aparat kepolisian lambat datang ke tempat konflik.

Hal ini terjadi saat puluhan warga dari Kelurahan Pangkalan Kasai Kecamatan Seberida kemarin Senin sekitar pukul 09.00 Wib ramai-ramai menghentikan peledakan (seismik) yang saat ini sedang dilakuan oleh PT PPR untuk mencari sumber minyak di daerah itu.

Pekerjaan mencari sumber minyak di areal perkampungan warga itu telah menjadi petaka bagi warga setempat. Tidak terima rumah mereka retak-retak dan tanaman rusak, ratusan warga menghentikan pekerjaan seismik tersebut.

Dalam aksi itu terjadi adu mulut dan pertikaian hebat antara warga yang sudah memuncak emosinya dan hampir saja Wakil Humas PT PPR Angga dihakimi puluhan warga. Beruntung pihak kepolisian dan aparat kecamatan setempat cepat datang untuk menenangkan warga yang sudah emosi.

Kemudian, seluruh warga dan pihak manajemen PT PPR dikumpulkan di kantor Lurah Pangkalan Kasai. Di dalam pertemuan antara warga dengan pihak PT PPR, ternyata emosi warga itu disebabkan karena selama ini sudah dibohongi oleh pihak PT PPR.

Dimana, sebelum pekerjaan dimulai, PT PPR menjanjikan warga akan ada sosialisasi. Namun hingga proses pekerjaan sudah berlansung dan sudah berdampak buruk, sosialisasi yang dimaksud belum terlaksana.

"Kami selama ini sudah dibohongi Humas PT PPR, mana atau kapan mereka sosalisasikan tentang peledakan kepada warga kelurahan pangkalan kasai ini," teriak warga.

Padahal, jelasnya, pada pertemuan sebelumnya antara warga dan perusahaan, PT PPR berjanji akan mengganti kerugian yang dialami warga. "Tapi mana buktinya, sampai saat ini mereka belum juga mengganti kerugian kami," paparnya.

"Masih untung ini kami hanya hentikan mereka kerja, apa perlu kami rusak juga itu kantornya," teriak warga saat pertemuan di dalam aula kantor Lurah Pangkalan Kasai.

"Pokoknya ganti dulu kerugian kami, seperti tanaman dan rumah kami yang retak-retak, baru mereka bisa kerja. Bila tidak diganti jangan harap kalian bisa teruskan berkerja di daerah kami ini, kalau ada yang berani kerja silahkan saja, kerjalah kalau mau kami tebas pakai parang," ancam warga dengan nada tinggi penuh emosi.

"Jangan sampai lagi kami lihat itu pegawai atau Humas PT PPR atas nama Angga disini. Dia itu pembohong, untung kemarin cepat bapak-bapak polisi datang, kalau tidak dia sudah kami cincang," teriak warga.

Hadir dalam pertemuan itu Camat Seberida Triyatno SST, Kapolsek Seberida yang diwakili oleh Kanit Reskrim AKP Hendrik, Humas PT PPR Budi dan beberapa staf kantor lurah.

Di dalam pertemuan, Camat Seberida Triyatno minta agar warga tetap bersabar dan tenang, karena tidak ada permasalahan yang tidak dapat diselesaikan.

"Bila kita emosi tidak akan bisa permasalahan ini selesai, jadi mari kita sama-sama dengarkan dulu dari pihak PT PPR," terangnya.

Budi selaku Humas PT PPR mengatakan, mengenai kerusakan akibat pekerjaan yang saat ini sedang dilakukan, pihak perusahan bertanggungjawab sepenuhnya dan akan diganti. "Bapak-bapak tidak usah khawatir," janji Humas PT PPR penuh yakin.

Mengenai belum adanya pemberitahuan atau sosalisasi mengenai peledakan ini, Budi mengatakan bahwa hal itu hanya miskomunikasi saja. "Karena satu bulan sebelum pekerjan, perusahaan sudah memberitahu atau permisi kepada lurah, kades dan camat," ujar Budi.

Kapolsek Seberida Kompol H Bastari yang diwakili oleh AKP Hendrik menyampaikan, bahwa dari kepolisian berharap agar warga dapat menahan diri dan tidak melakukan hal-hal yang mengakibatkan kerugian bagi diri sendiri dan orang lain.

"Kami dari kepolisian hanya bisa mengingatkan bapak-bapak semua, bila ada permasalahan bawalah berkordinasi sesama kita, jangan main hakim sendiri dan jangan sampai merusak barang orang lain," imbau AKP Hendrik.

"Mari kita sama-sama menjaga Bhabinkamtibmas di Kecamatan Seberida ini bersama-sama," ajak Kanit Reskrim Seberida AKP Hendrik.

Dari pantauan, sampai pukul 15.00 Wib diskusi antara warga dengan pihak manajemen PT PPR belum mendapat keputusan. Masyarakat tetap bersikukuh minta ganti rugi kerusakan rumah dan tanaman sesegera mungkin, baru perusahaan boleh kembali berkerja. (her)

Tag:Warga
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)