Hadapi Krisis Pangan, Husni Merza Beri Saran Kepada DPMK dan Dinas Terkait

Hermansyah
516 view
Hadapi Krisis Pangan, Husni Merza Beri Saran Kepada DPMK dan Dinas Terkait
Wakil Bupati Siak, H Husni Merza BBA MM.

SIAK, datariau.com - Wakil Bupati Siak, H Husni Merza BBA MM mengatakan, terbentuknya Badan Usaha Milik Kampung (BUMKam) bertujuan meningkatkan kemandirian dan memperkuat perekonomian kampung serta meningkatkan pendapatan masyarakat dan daerah.

Karena itu, BUMKam salah satu instrumen yang mampu bergerak bersama-sama dalam mengatasi krisis pangan dan inflasi yang dampaknya sudah dirasakan saat ini. Husni ingin bagaimana jaringan BUMKam yang tersebar disetiap kampung mampu memastikan ketersediaan Bahan Pokok Masyarakat (Bapokmas).

?Karena BUMKam merupakan instrumen yang dapat dikelola dan manage (dikelola) oleh pemerintah. Ketika swasta dan pedagang eceran tak mampu dikendalikan, maka BUMKam dapat kita andalkan,? ucap Husni di Siak, Sabtu (17/9/2022).

Lanjut Husni, BUMKam salah satu kekuatan pemerintah, jaringan ekonomi pemerintah. BUMKam secara kelembagaan kuat, karena didukung warganya dan setiap tahun dapat bantuan modal dari pemerintah provinsi.

"Saya ingin BUMKam di Bungaraya kita jadikan BUMKam bersama seperti yang ada di Dayun, kemudian punya satu produk unggulan, di Bungaraya ada beras kemasan merk Bungaraya," jelas Wakil Bupati Siak itu.

"Kemudian dipasarkan di seluruh BUMKam yang ada di Kabupaten Siak. Kan sudah tersedia pasarnya, tinggal kita lihat respon pasar, kalau beras seperti ini, minat tidak warga kita? Kemudian bagaimana daya beli masyarakat?? ucap Husni.

Tujuannya apa, sebut Husni, ketika terjadi kelangkaan beras kita punya cadangan beras lokal. Bukan tidak mungkin beras kita ekspor ke luar daerah Riau.

Kemudian, ketika panen raya kita beli beras warga, kita stok. Jika terjadi kelangkaan beras kita langsung distribusikan ke seluruh BUMKam untuk disalurkan ke masyarakat dengan harga beras bersubsidi.

Husni Merza minta kepada Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung serta Dinas Ketahanan Pangan agar dapat mendiskusikan dan di eksekusi.

?Saya minta ini pekerjaan rumah bagi DPMK dan Dinas Ketahanan Pangan. Kenapa tidak kita perkuat ini, jika diperlukan intervensi regulasinya, BUMKam tidak hanya mengurus pangan. Namun menjadi produsen pangan disetiap kecamatan,? ujarnya.

Selanjutnya, kata Husni lagi, BUMkam dapat menjadi market share dari produk-produk BUMKam yang ada di kecamatan lain. Misalnya, BUMKam di Siak memerlukan produk UMKM yang didatangkan dari kecamatan lain.

?Mie sagu dari BUMKam Sungai Apit, itu bisa dipasarkan BUMkam lain. Apa yang dihasilkan di BUMKam lain dapat di jual ke tempat lain, BUMKam bisa koordinasi melalui aplikasi atau grub whatsapp," saran Wakil Bupati Siak.

"Kita sudah punya instrumental ini, tinggal bagaimana kita memperkuat, serta memantapkannya lagi. Berkaitan dengan Dinas Sosial, BUMKam dapat menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), BUMKam kedepan berfungsi seperti ATM ambil dan simpan uang,? sebutnya.

Wakil Bupati Siak, H Husni Merza BBA MM mengingatkan kepada masyarakat agar memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan produktif, dengan ditanam sayur-sayuran dan komoditas bernilai ekonomi.(rls/man)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)