Hacker Asal Perawang Siak Ini Dapat Penghargaan dari Google Atas Keberhasilannya Menemukan Bug

Admin
484 view
Hacker Asal Perawang Siak Ini Dapat Penghargaan dari Google Atas Keberhasilannya Menemukan Bug

DATARIAU.COM - Remaja yang bernama lengkap Rahmat Setiawan ini adalah seorang Youtuber asal Perawang Siak dengan akun RAHMATSETIAWAN6199 di Youtube dan Instagram. Dia mengaku hanya iseng mencari bug di Google, dan prestasinya mendapatkan celah di Google, malahan mendapat penghargaan dari Google.



Kepada datariau.com, Kamis (14/10/2021) Rahmat melalui keterangan tertulisnya menjelaskan bahwa Bug Hunter merupakan pekerjaan mencari celah kerentanan keamanan pada aplikasi dan melaporkan hasil temuannya itu ke perusahaan pembuat atau pemilik aplikasi sebelum dieksploitasi oleh peretas jahat/cracker.

"Saya mempelajari ini dari Google dan Youtube secara otodidak dari tahun 2020. Dan fokus menjadi bug hunter mulai tahun ini," ujar Rahmat.

Pada tahun ini, Rahmat mengaku sudah banyak melaporkan celah keamanan kepada perusahaan/sekolah yang berada di dalam maupun di luar negeri.

Contohnya saja pada website sekolah Thailand. Rahmat berhasil menemukan celah keamanannya yang langsung diperbaiki oleh pihak sekolah Thailand. Tanpa memberi hadiah kepada Rahmat yang sudah melaporkannya.

"Tapi itu tidak masalah," ujar Rahmat.



Rahmat menjelaskan bahwa tidak ada sistem yang 100 persen aman, pasti ada celah keamanannya. Begitulah prinsip yang berlaku di kalangan praktisi teknologi informasi. Kemungkinan adanya celah keamanan yang disebut bug bisa saja terjadi. Petaka pun mengintai jika celah itu ditemukan oleh orang yang berniat jahat, bisa jadi datanya dicuri, atau bahkan dijadikan sandera untuk mendapatkan uang tebusan.

"Menyadari celah itu, sejumlah perusahaan teknologi besar kerap mengadakan kontes untuk menguji keamanan sistem mereka. Bug bounty namanya. Biasanya para peserta akan ditantang untuk menemukan celah keamanan di sistem atau platform mereka. Jika berhasil ditemukan, penemunya biasanya akan diganjar dengan hadiah yang setimpal, tergantung berat ringannya masalah yang ditemukan," terang Rahmat.

"Sebaliknya, saya bisa jadi kesal jika sudah susah payah berusaha menemukan sebuah bug, yang ternyata sudah dilaporkan oleh orang lain. Meski begitu saya tak menyerah, biasanya saya akan segera melupakannya dan melanjutkan misi untuk menemukan celah keamanan pada platform lain," pungkasnya. (rls)