SIAK, datariau.com - Nama Rahmat Setiawan, seorang ethical hacker asal Perawang, Kabupaten Siak, Provinsi Riau, kian dikenal di dunia keamanan siber, baik di tingkat nasional maupun internasional. Konsistensinya dalam melakukan bug hunting serta pelaporan celah keamanan secara bertanggung jawab (responsible disclosure) membuahkan berbagai penghargaan, sertifikat resmi, merchandise, hingga imbalan dolar Amerika Serikat.
Berdasarkan dokumentasi yang dibagikan melalui akun Instagram pribadinya, @rahmatsetiawan6199, Rahmat aktif melaporkan berbagai kerentanan keamanan pada sistem dan website milik perusahaan, institusi, hingga platform global.

Salah satu pencapaian pentingnya yakni memperoleh reward sebesar USD 200 dari platform YesWeHack setelah berhasil menemukan celah Subdomain Takeover (CWE) dengan tingkat kerentanan medium (CVSS 5.3). Temuan tersebut dinilai valid dan memiliki dampak terhadap keamanan sistem.

Tak hanya itu, Rahmat juga menerima Certificate of Appreciation dari Good Ponsel sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam membantu analisis risiko keamanan sistem perusahaan. Laporan tersebut dinilai berperan penting dalam meningkatkan perlindungan sistem dan mencegah potensi serangan siber.
Penghargaan serupa juga datang dari KaryaKarsa, yang memberikan sertifikat apresiasi atas laporan Validation Bypass, sebuah celah keamanan yang berpotensi disalahgunakan apabila tidak segera ditangani.

Di tingkat nasional, kontribusi Rahmat mendapat pengakuan dari TIMES Indonesia. Ia menerima Piagam Penghargaan setelah berhasil menemukan dan melaporkan parameter bug pada website media nasional tersebut, sehingga dapat segera ditindaklanjuti demi menjaga kualitas dan keamanan layanan informasi.

Sementara dari dunia akademik, Universitas Islam Lamongan (UNISLA) turut memberikan Sertifikat Penghargaan resmi kepada Rahmat Setiawan atas temuannya terhadap kerentanan pada sistem website kampus. Kontribusi tersebut dinilai membantu meningkatkan keamanan serta integritas sistem informasi universitas.
.jpg)
Tak berhenti di dalam negeri, Rahmat juga menorehkan prestasi di kancah global dengan menerima Google Bug Hunters Card, kartu eksklusif yang diberikan kepada peneliti keamanan terpilih yang berkontribusi dalam menjaga ekosistem keamanan Google. Ia juga tercatat memperoleh imbalan dolar dari platform HackerOne, salah satu platform bug bounty terbesar di dunia, dengan sejumlah laporan yang telah tervalidasi.

Selain sertifikat dan imbalan finansial, Rahmat juga menerima surat ucapan terima kasih serta merchandise resmi dari PT BGR Logistik Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas laporan keamanan yang dinilai membantu perusahaan meningkatkan perlindungan sistem.

Dalam keterangannya, Rahmat Setiawan menyampaikan bahwa seluruh aktivitas yang ia lakukan bersifat legal, etis, dan bertanggung jawab. Ia menegaskan bahwa tujuannya adalah membantu perusahaan dan institusi melindungi sistem dari ancaman peretasan serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya keamanan data.
Rahmat juga membuka diri untuk bekerja sama dengan perusahaan, institusi, komunitas, maupun individu yang membutuhkan bantuan di bidang keamanan siber. Ia dapat dihubungi melalui pesan langsung (direct message) Instagram di akun @rahmatsetiawan6199.
Dengan dedikasi dan rekam jejak yang terus berkembang, Rahmat Setiawan menjadi salah satu talenta lokal asal Riau yang mampu bersaing dan diakui di dunia keamanan siber nasional maupun internasional.***

