Gengsi Garuda Indonesia Berujung Malapetaka

Ruslan
236 view
Gengsi Garuda Indonesia Berujung Malapetaka
Foto: Net

DATARIAU.COM - Maskapai Garuda Indonesia pernah berjaya di masanya. Siapa yang tak kenal Garuda Indonesia, maskapai first class andalan Indonesia. Bukan sembarang orang bisa naek Garuda Indonesia kala itu. Hanya mereka yang berduit.

Tidak hanya dalam hal image di masyarakat, bagi para pekerja di lingkungan maskapai penerbangan pun juga demikian. Bekerja di Garuda Indonesia, tentu menjadi impian para flight attendant. Hal ini lantaran Garuda Indonesia memberikan penghasilan pilot hingga pegawai lainnya di atas rata-rata perusahaan lain.

Bahkan, Garuda Indonesia terus dinobatkan sebagai maskapai bintang 5 dari Skytrax. Di dunia, hanya ada 9 maskapai yang memiliki predikat itu. Maskapai tersebut yaitu All Nippon Airways (ANA), Asiana Airlines, Cathay Pasific, Hainan Airlines, Qatar Airways, Singapore Airlines, Lufthansa, EVA Air dan Garuda Indonesia.

Predikat mentereng ini nampaknya membentuk lingkungan kerja. Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengakui, gengsi para pegawai Garuda Indonesia terlalu tinggi. Hal ini yang kemudian hari membawa malapetaka. Seperti sekarang ini.

“Yang bikin masalah adalah ada excitement yang berlebihan. Gaya-gayaan, kalau istilah Pak Erick (Menteri BUMN) untuk terbang ke tempat-tempat yang gak jelas keuntungannya,” kata dia dalam rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, seperti ditulis, Rabu (10/11/2021).

Tingginya gengsi, ditambah badai pandemi Covid-19, belum lagi masalah korupsi, membuat Garuda Indonesia tak lagi segagah dulu. Wakil Menteri BUMN bahkan mengatakan Garuda Indonesia sebetulnya secara teknikal bangkrut mengingat ekuitas negatif hingga USD 2,8 miliar atau setara dengan Rp 40 triliun.