Dari Santri Menjadi Pemilik Dua Bengkel: Jalan Panjang Agus Rifai Menjemput Kemandirian

datariau.com
116 view
Dari Santri Menjadi Pemilik Dua Bengkel: Jalan Panjang Agus Rifai Menjemput Kemandirian
Foto: Ist.
Alumni Institut Kemandirian Dompet Dhuafa, Agus Rifai kini sukses memiliki dua bengkel.

Pesan untuk Anak Muda Indonesia


Melihat perjalanan hidupnya sendiri, Agus percaya bahwa banyak anak muda memiliki peluang yang sama untuk mengubah nasib melalui keterampilan.

Menurutnya, salah satu masalah terbesar yang dihadapi generasi muda saat ini bukan minimnya kesempatan, melainkan keraguan untuk memulai belajar.

Ia mengajak siapa pun yang belum memiliki arah pekerjaan untuk berani mengambil langkah pertama.

"Buat teman-teman yang belum punya skill atau belum punya arah pekerjaan, bisa ikut pelatihan di Institut Kemandirian. Pilihan pelatihannya banyak, mulai dari otomotif, menjahit, sampai digital marketing," ujarnya.

Ia menegaskan bahwa pelatihan hanyalah pintu awal. Keberhasilan tetap ditentukan oleh kemauan seseorang untuk terus belajar, bekerja keras, dan konsisten menjalankan ilmu yang diperoleh.

"Program seperti ini sangat bagus, tapi semua kembali ke diri kita masing-masing. Setelah pelatihan selesai, kita harus punya kemauan untuk mandiri dan menerapkan ilmu yang sudah didapat," katanya.

Baca juga:Dompet Dhuafa Distribusi Bantuan Bagi Penyintas Tanah Longsor di Pulau Serasan

Bukti Nyata Kekuatan Sebuah Kesempatan


Di usia ke-21 tahun, Institut Kemandirian Dompet Dhuafa telah melahirkan banyak alumni yang berhasil membangun kehidupan yang lebih baik melalui keterampilan. Agus Rifai menjadi salah satu contoh nyata dari keberhasilan tersebut.

Dari seorang santri yang tidak mengenal dunia otomotif, kini ia mampu berdiri sebagai pemilik usaha yang membuka lapangan pekerjaan dan memberikan layanan kepada masyarakat.

Kisahnya mengingatkan bahwa perubahan besar sering kali berawal dari satu keputusan sederhana: keberanian untuk belajar.

Ketika banyak orang menunggu kesempatan datang, Agus memilih menciptakan kesempatan itu sendiri melalui keterampilan yang dipelajarinya.

Di balik deru mesin yang setiap hari memenuhi bengkelnya, tersimpan pesan yang sederhana namun kuat:masa depan tidak selalu ditentukan oleh dari mana seseorang berasal, tetapi oleh seberapa besar kemauan untuk terus belajar dan berjuang.***

Baca juga:Dompet Dhuafa Ajak Masyarakat Sambut Ramadan Dari Hati
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)