Blackout Sumatera: Listrik Tiba-tiba Padam Massal Sejak Maghrib hingga Pagi Hari, Pelanggan PLN Merugi

datariau.com
196 view
Blackout Sumatera: Listrik Tiba-tiba Padam Massal Sejak Maghrib hingga Pagi Hari, Pelanggan PLN Merugi

PEKANBARU, datariau.com - Pemadaman listrik massal yang melanda sebagian besar wilayah Sumatera pada Jumat malam, 22 Mei 2026, memunculkan pertanyaan serius terhadap keandalan sistem kelistrikan nasional. Dalam hitungan menit, kota-kota besar dari Aceh hingga Riau mendadak gelap. Aktivitas masyarakat lumpuh, jaringan komunikasi terganggu, lalu lintas semrawut, dan media sosial meledak oleh keluhan warga.

Gangguan yang terjadi sekitar pukul 18.44 WIB itu bukan sekadar pemadaman biasa. Sistem interkoneksi Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dilaporkan kolaps dan terpisah dari Sumatera Bagian Tengah. Efek domino pun tak terhindarkan.

PLN melalui sejumlah pejabat regional membenarkan adanya kegagalan sistem interkoneksi yang menyebabkan blackout meluas di berbagai provinsi.

Manager Komunikasi PLN UID Riau dan Kepri, I Komang Gede Sastrawan, menyebut sistem Sumatera Bagian Utara dan Sumatera Bagian Tengah “terpisah”, menyebabkan padam total di banyak wilayah.

Sementara Humas PLN Sumbagut, Diki Kurniawan, mengakui gangguan tersebut berasal dari sistem interkoneksi antardaerah. “Karena satu sistem. Miskom sistemnya, sistem interkoneksi,” ujarnya.

Namun penjelasan paling rinci datang dari PLN pusat. Executive Vice President Komunikasi Korporat PLN, Gregorius Adi Trianto, mengungkap investigasi awal menemukan gangguan pada transmisi 275 kV Muara Bungo-Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo, Jambi. PLN menyebut cuaca buruk menjadi pemicu awal kerusakan transmisi tersebut.

Baca juga:Pemadaman Listrik Massal Lumpuhkan Sejumlah Wilayah Sumatera, Begini Penjelasan PLN


Daerah Terdampak: Sumatera Lumpuh Bersamaan


Data dari berbagai laporan media menunjukkan pemadaman terjadi hampir serentak di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, dan sebagian Lampung.

Kota-kota besar seperti Medan, Pekanbaru, Padang, Banda Aceh, hingga sejumlah daerah di pesisir timur Sumatera mengalami blackout dalam waktu hampir bersamaan.

Di Medan, lampu lalu lintas mati total dan menyebabkan kemacetan panjang pada jam sibuk malam. Di Pekanbaru, warga mengeluhkan suhu panas dan sinyal internet yang hilang bersamaan dengan padamnya listrik. Sementara di Aceh, sejumlah fasilitas publik dilaporkan sempat beroperasi dengan genset darurat.

Listrik mulai padam sekitar pukul 18.30 WIB. Di beberapa daerah, aliran listrik baru kembali sekitar pukul 21.30 WIB. Namun normalisasi penuh berlangsung hingga Sabtu dini hari bahkan pagi di sejumlah wilayah. Artinya, sebagian masyarakat mengalami blackout lebih dari 6 jam.

PLN menyebut pemulihan harus dilakukan bertahap agar sistem tidak kembali kolaps saat beban listrik dinaikkan. Masalahnya, bagi masyarakat, penjelasan teknis itu tak menghapus kerugian yang sudah terjadi.

Dampak blackout terasa langsung di lapangan, warung dan UMKM kehilangan pembeli, mesin pendingin makanan mati, ATM dan pembayaran digital terganggu, internet seluler melemah akibat BTS kehilangan daya, aktivitas ibadah dan belajar malam terganggu, serta jalan raya minim penerangan.

Di media sosial, banyak warga mempertanyakan bagaimana satu gangguan transmisi bisa membuat sebagian besar Sumatera gelap dalam waktu bersamaan.

Kritik utama netizen bukan hanya soal listrik padam, tetapi lemahnya informasi awal dari PLN. Banyak pelanggan mengaku tidak memperoleh kepastian soal penyebab dan estimasi pemulihan selama berjam-jam.

Tagar terkait “PLN”, “blackout Sumatera”, dan “mati lampu” ramai di platform X dan Instagram pada Jumat malam tadi. Beberapa unggahan viral memperlihatkan kota-kota gelap total, warga mencari lilin, hingga keluhan soal sinyal internet yang ikut tumbang.

Salah satu akun di X menulis: “Demi apa mati lampu se-Sumatera????" Akun lain mempertanyakan: “Ini satu Sumatra mati lampu kah??” Ledakan percakapan ini memperlihatkan tingginya kepanikan publik akibat blackout berskala regional yang jarang terjadi.

Baca juga:Listrik Padam Sejak Malam Hingga Pagi, DPRD Pekanbaru Ingatkan PLN Jangan Bikin Masyarakat Rugi


Blackout ini membuka kembali kekhawatiran soal ketahanan sistem interkoneksi listrik nasional. Ketika satu jalur transmisi terganggu, efeknya ternyata mampu merontokkan sistem di banyak provinsi sekaligus.

Fakta bahwa gangguan di satu titik transmisi 275 kV di Jambi dapat memicu padam massal lintas provinsi menunjukkan tingginya ketergantungan pada jaringan utama tanpa sistem cadangan yang cukup kuat.

Publik kini menunggu bukan hanya permintaan maaf PLN, tetapi jawaban lebih mendasar mengapa sistem bisa gagal secara berantai? mengapa blackout meluas begitu cepat? apakah sistem proteksi dan cadangan daya sudah memadai? mengapa informasi resmi PLN lambat di awal kejadian?

Jika tidak ada evaluasi besar-besaran, blackout Sumatera 2026 berpotensi menjadi alarm keras bahwa sistem kelistrikan nasional masih rentan terhadap satu titik gangguan transmisi.***

Baca juga:Darurat Energi! Spanyol dan Portugal Alami Pemadaman Besar
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)