Bahas Penabalan H Fuad Ahmad, HKBM dan LAM Tiga Kecamatan Sambangi Empat Suku Kenegerian Kubu

Samsul
59 view
Bahas Penabalan H Fuad Ahmad, HKBM dan LAM Tiga Kecamatan Sambangi Empat Suku Kenegerian Kubu
Foto: ist

ROKAN HILIR, datariau.com-Himpunan Keluarga Besar Melayu (HKBM) Kecamatan Bagan Sinembah, Bagan Sinembah Raya (Basira), dan Balai Jaya bersama pengurus Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) dari tiga kecamatan tersebut melakukan kunjungan silaturahmi ke Balai Adat Empat Suku Kenegerian Kubu di Kepenghuluan Rantau Panjang Kiri, Kecamatan Kubu Babussalam, Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (4/6/2026).

Kunjungan tersebut bertujuan meminta pandangan, pertimbangan, serta dukungan adat terkait rencana penabalan H Fuad Ahmad SH MH sebagai tokoh Melayu yang dituakan di wilayah Kecamatan Bagan Sinembah, Bagan Sinembah Raya, dan Balai Jaya.

Rombongan disambut hangat oleh para kepala suku, pemangku adat, tokoh adat, serta Panitia Musyawarah Besar (Mubes) II Empat Suku Kenegerian Kubu yang terdiri dari Suku Rao, Suku Haru, Suku Hamba Raja, dan Suku Bebas.

Sebagai bentuk penghormatan terhadap adat Melayu, rombongan terlebih dahulu melaksanakan prosesi menyorong tepak sirih yang diterima langsung oleh Kepala Suku Hamba Raja Kenegerian Kubu, KH H Widiarto Kamalul Matwafa, mewakili para pemangku adat Empat Suku Kenegerian Kubu.

Sebelum berkunjung ke Balai Adat Empat Suku Kenegerian Kubu, rombongan diketahui telah bersilaturahmi dengan pengurus LAMR Provinsi Riau di Pekanbaru. Dalam pertemuan tersebut, LAMR menyarankan agar rombongan meminta pandangan dari Empat Suku Kenegerian Kubu yang memiliki keterkaitan sejarah dan kultural dengan wilayah Bagan Sinembah, Bagan Sinembah Raya, dan Balai Jaya.

Dalam kesempatan itu, tokoh adat Kenegerian Kubu, Zuhaifi ST, memaparkan sejarah serta mekanisme adat yang berkaitan dengan rencana penabalan tokoh Melayu yang dituakan. Ia juga menjelaskan nilai-nilai adat Melayu yang hingga kini masih terjaga di Kenegerian Kubu.

Sementara itu, Kepala Suku Bebas Kenegerian Kubu, Datuk Makmur, berharap seluruh masyarakat Melayu tetap menjaga persatuan dan kebersamaan.

"Kita berharap ke depan seluruh masyarakat Melayu tetap bersatu, saling mendukung, serta bersama-sama menjaga dan membesarkan marwah adat Melayu," ujarnya.

Kepala Suku Hamba Raja Kenegerian Kubu, KH H Widiarto Kamalul Matwafa, menyampaikan apresiasi atas kunjungan para tokoh Melayu, pemangku adat, pengurus LAMR, dan HKBM dari tiga kecamatan tersebut.

Menurutnya, Kecamatan Bagan Sinembah, Bagan Sinembah Raya, dan Balai Jaya memiliki hubungan sejarah yang erat dengan Kecamatan Kubu karena ketiga wilayah itu merupakan hasil pemekaran dari Kecamatan Kubu.

"Melalui silaturahmi ini, kita berharap dapat terus memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat Melayu. Wilayah-wilayah yang dahulu berada dalam satu kesatuan Kenegerian Kubu hendaknya tetap terhubung dalam ikatan persaudaraan, saling mengenal, saling mendukung, saling membesarkan, dan saling menyokong," katanya.

Dalam pertemuan tersebut, para pemangku adat Empat Suku Kenegerian Kubu pada prinsipnya menyambut baik dan memberikan dukungan terhadap rencana penabalan H Fuad Ahmad SH MH sebagai tokoh Melayu yang dituakan di tiga kecamatan tersebut.

Para kepala suku menilai H Fuad Ahmad memiliki kapasitas, pengalaman, dan kepedulian terhadap pelestarian adat serta budaya Melayu. Mereka berharap sosok yang dituakan nantinya mampu menjadi pemersatu masyarakat, menjaga marwah adat, dan menjadi tempat bermusyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan kemasyarakatan.

Empat Suku Kenegerian Kubu juga berharap proses penabalan dapat berjalan sesuai ketentuan adat yang berlaku sehingga membawa manfaat bagi masyarakat Melayu serta memperkuat persatuan antaranak negeri di Kabupaten Rokan Hilir.


Sementara itu, H Fuad Ahmad SH MH menegaskan bahwa langkah yang dilakukan bersama para tokoh adat dan masyarakat Melayu ke Pekanbaru maupun ke Balai Adat Empat Suku Kenegerian Kubu bukan mengatasnamakan lembaga adat tertentu, melainkan mewakili aspirasi masyarakat Melayu di tiga kecamatan.

"Kami yang datang ke Pekanbaru kemarin bukan mengatasnamakan lembaga adat di tiga kecamatan, tetapi mengatasnamakan masyarakat Melayu Bagan Sinembah, Bagan Sinembah Raya, dan Balai Jaya. Apa yang kami lakukan ini merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk memperkuat keberadaan dan marwah adat Melayu di daerah kami," ujarnya.

Ia menambahkan, apabila amanah sebagai tokoh Melayu yang dituakan diberikan kepadanya, dirinya siap menjalankan amanah tersebut dengan penuh tanggung jawab sesuai tuntunan adat dan nilai-nilai Melayu.

"Jika amanah ini diberikan kepada saya, insyaallah saya siap menjalankannya untuk kepentingan kita bersama. Apa yang akan saya lakukan nantinya tentu berlandaskan adat dan musyawarah, karena adat adalah pedoman dalam kehidupan masyarakat Melayu," katanya.

Menurut H Fuad Ahmad, lembaga adat memiliki peran penting sebagai payung masyarakat Melayu dalam menjaga persatuan dan marwah budaya.

"Payung negeri itu adalah lembaga adat. Karena itu, lembaga adat harus kita jaga, kita kuatkan, dan kita besarkan bersama. Melalui lembaga adat yang kuat, insyaallah marwah Melayu akan tetap terpelihara dan dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang," tegasnya.

Silaturahmi tersebut diakhiri dengan diskusi dan tukar pandangan mengenai pelestarian adat Melayu, penguatan kelembagaan adat, serta pentingnya menjaga hubungan harmonis antarsesama anak negeri yang memiliki akar sejarah dan budaya yang sama.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut H Fuad Ahmad, Ketua LAMR Kecamatan Bagan Sinembah Drs HM Yusuf MSI beserta pengurus, Ketua LAMR Balai Jaya H Dedy Masrul SKM, perwakilan LAMR Bagan Sinembah Raya, Kepala Rombongan Nurdin Muhammad Tahir, Encik Wira Siak, Ketua HKBM Bagan Sinembah H Supian Buyung, para tokoh masyarakat Melayu, pemangku adat, serta pengurus LAMR dari Kecamatan Bagan Sinembah, Bagan Sinembah Raya, dan Balai Jaya. (sul)

Penulis
: Samsul
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)