Undang Dua Universitas, Kapolda Riau Diskusikan Prediksi Karhutla 2020

Rahmad
235 view
Undang Dua Universitas, Kapolda Riau Diskusikan Prediksi Karhutla 2020
Foto : Istimewa
Foto bersama usai Kapolda Riau dan beberapa pihak terkait membahas soal Prediksi Titik Api Dan Kebakaran Hutan Riau di ruang Tribrata Polda Riau, Pekanbaru.
PEKANBARU, datariau.com - Polda Riau mengundang pihak UNRI yang diwakili oleh Direktur Pusat Studi Bencana dan Rektor UIN Suska dan beberapa stakeholder lainnya ke ruang Tribrata Polda Riau, Pekanbaru, (14/02/2020).Dua universitas besar itu diajak Kapolda Riau membahas soal Prediksi Titik Api Dan Kebakaran Hutan Riau.


Selain perwakilan dari UIN Suska dan UNRI, diskusi juga diikuti oleh sekitar 25 orang pakar seperti dari dari BMKG, BPS, Karo AAKK UIN Suska Riau, Kepala PTIPD, Pejabat Utama Polda Riau beserta beberapa stakeholder terkait Karhutla yang selalu konsen dengan Karhutla Riau. 


Dalam kesempatan itu, Marzuki selaku perwakilan BMKG mengatakan bahwa kondisi cuaca di Provinsi Riau menemukan RH dalam angka 97 kebawah. Hal itu menunjukkan indikasi rawan karhutla, sehingga BMKG membuat peta rawan kebakaran hutan dan lahan.


"Pada tahun ini kami memprediksi musim kemarau masih dalam kapasitas normal. Puncak musim kemarau di Riau terjadi di bulan juli dan Agustus, bulan september masuk ke  musim peralihan. Curah hujan yang tinggi di Provinsi Riau terjadi di wilayah Riau bagian barat seperti di Rohul dan Kampar," ujarnya.


Ia juga mengatakan, BMKG sangat tertarik dengan aplikasi dashboard lancang kuning. Karena diaplikasi tersebut akan update dan banyak informasi tersedia tentang karhutla.


Sementara itu, Sinta Haryati Silvana dari Pusat Studi Bencana UNRI mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi aplikasi dashboard lancang kuning. Hal itu mengingat sistem dari aplikasi itu yang sangat bagus dalam penanganan emergency. 


"Saya juga berharap agar aplikasi dasboard Lancang Kuning dapat di kolaborasi dengan prediksi yang sudah disampaikan oleh para peneliti. Sehingga aplikasi ini menjadi lebih kaya dengan data dan dapat memprediksi dengan lebih akurat," ujar Sinta.


Di bagian akhir diskusi, Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Efendi mengungkapkan, pihaknya telah menggagas acara bertajuk SJR (Sumatera Jungle Run) pada tanggal 11 April 2020 depan. Event ini merupakan lomba lari yang mengambil rute wilayah Hutan di Riau. 


"Dengan event ini kita bisa melihat hasil dari upaya kita dalam penanganan karhutla pada musim kemarau pertama, karena event Sumatera Jungle Run tidak bisa dilaksanakan apabila banyak terjadi karhutla," jelasnya.


Tak hanya itu, aplikasi Lancang Kuning bukan hanya untuk Polda Riau namun untuk masyarakat Riau, tempat menampung saran, ide dan tindakan. Kolaborasi dengan semua pihak, seperti yang disampaikan juga oleh rektor dan peneliti, menjadi hal yang penting. 


Agung juga berharap semoga semua stakeholder termasuk masyarakat Riau menemukan formula yang tepat untuk membuat pekerjaan cegah Karhutla ini bisa selesai dengan baik.


"Diskusi ini adalah kolaborasi pertama kita, dan kita harapkan kedepan bisa kita lanjutkan dengan formulasi yang sudah kita diskusikan hari ini. Kami mempersilahkan relawan dan pusat studi bencana untuk menggunakan aplikasi ini dalam studi nya di Universitas," ujar Agung sambil menutup sesi diskusinya.(rls)

Penulis
: Rahmad Santoso
Editor
: Redaksi
Sumber
: datariau.com