Penurunan Penumpang, Bos Garuda Indonesia: Butuh Waktu 2-3 Tahun Pemulihan

519 view
Penurunan Penumpang, Bos Garuda Indonesia: Butuh Waktu 2-3 Tahun Pemulihan
Foto: Int

DATARIAU.COM - Industri penerbangan mendapatkan tantangan berat akibat wabah Covid-19. Sektor usaha ini diperkirakan tidak pulih dalam waktu dekat pasca pandemi.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengatakan, maskapai telah mengadakan survei terhadap perilaku konsumen. Pelanggan loyal Garuda ternyata tidak akan langsung terbang meski pandemi berakhir.

"Kami lakukan riset kecil-kecilan terhadap kita punya GA Miles dan dari riset ini berkeinginan tetap pergi, tapi yang mengagetkan 65 persen dari responden menyatakan posisinya wait and see," ujarnya, Selasa (2/6/2020).

Ke depan, menurut Irfan, industri penerbangan mendapat tantangan berupa penurunan penumpang secara drastis. Dia menyebut, proses pemulihan psikologi masyarakat membutuhkan waktu.

"Kami mendapatkan konsesus, industri ini bisa recovery sebelum Covid-19 dalam masa dua sampai tiga tahun," katanya.

Mantan dirut PT Inti (Persero) itu menambahkan, saat ini maskapai menghadapi banyak tantangan. Salah satunya soal biaya tes Polymerase chain reaction (PCR) yang lebih mahal daripada harga tiket pesawat. Hal ini memicu masyarakat berpikir ulang untuk naik pesawat.

"PCR test yang 2,5 juta dan beberapa sudah menurunkan harganya, itu lebih mahal daripada biaya bepergian khususnya lokasi yang berdekatan seperti Jakarta-Surabaya. Jadi, apalagi kalau bepergian tujuh hari yang berarti harus PCR dua kali dan bianya harus Rp5 juta sementara perjalanan bolak balik hanya Rp1,5 juta," kata Irfan.

Surat keterangan bebas COVID-19 yang dibuktikan tes PCR merupakan syarat wajib bagi calon penumpang untuk bisa melakukan penerbangan. Menurut Irfan, perlu ada solusi agar masyarakat masih mau membeli tiket pesawat tanpa terbebani dengan mahalnya biaya tes PCR.

Bagi maskapai, kata Irfan, tingkat keterisian berkurang drastis karena penerapan jaga jarak (physical distancing) hanya membolehkan kursi terisi maksimal 50 persen. Hal ini membuat pendapatan maskapai berkurang.

Di luar itu, kata dia, tantangan datang dari proses yang harus dijalani penumpang masih cukup rumit. Dia menilai, proses pemeriksaan dokumen dan lain-lain perlu segera disederhanakan.(*)

Editor
: Ruslan Efendi
Sumber
: https://www.inews.id/finance/bisnis/bos-garuda-penerbangan-baru-akan-normal-2-3-tahun-lagi
Tag:
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)