Partisipasi Pada Ajang Wisata Kampung Melayu, Dinas Ketapang Perkenalkan Pangan Lokal B2SA

Datariau.com
327 view
Partisipasi Pada Ajang Wisata Kampung Melayu, Dinas Ketapang Perkenalkan Pangan Lokal B2SA

BENGKALIS, datariau.com - Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kabupaten Bengkalis pada Even Wisata Malam Kampung Melayu Aei Puteh, di Desa Air Putih Kecamatan Bengkalis, Sabtu malam (malam Minggu) 16 November 2019.


Keikutsertaan ini, untuk mencari produk olahan makanan lokal berimbang, Bergizi , SEimbang dan Aman (B2SA). 


"Kehadiran kami di Even Wisata Malam Kampung Melayu Aei Puteh ini, tidak berorientasi menjual berbagai produk olahan makanan, namun membawa misi dengan memperkenalkan makanan lokal Berimbang, Bergizi, Seimbang dan Aman (B2SA)," ungkap Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Imam Hakim, melalui layanan WhatsApp, Ahad 17 November 2019.


Dikatakan Imam Hakim, gerai makanan lokal Dinas Ketahanan Pangan jauh salah satu pojok tak jauh dengan panggung utama Wisata Malam Kampung Melayu Aei Puteh Kecamatan Bengkalis.


Berbagai olahan makanan yang tertata rapi di meja, kesemuanya merupakan makanan yang telah diolah oleh tangan-tangan yang disponsori karyawan / karyawati dan kader kader dari Kelompok Binaan Kelompok Wanita Tani "Shobirin" dari Kecamatan Bengkalis.


 "Kami hadir bahkan Wisata Malam Kampung Melayu Aei Putih, mengkampanyekan kepada masyarakat terhadap sumber pangan lokal sebagai alternatif pemenuhan kebutuhan pangan yang dapat menjamin kecukupan kebutuhan pangan tingkat rumah tangga," ungkap Imam Hakim.


Lebih lanjut Imam Hakim menambahkan, konsep dalam pemenuhan kebutuhan pangan di setiap rumah tangga masyarakat itu adalah B2SA. Yakni makanan penari untuk makan sekali atau setiap hari itu menunya mesti beragam nutrisi dalam jenis dan jumlah yang cukup, sesuai kebutuhan tubuh dan aman untuk dikonsumsi.


Kemudian, kata Imam Hakim Seimbang asupan zat gizi dengan kebutuhan tubuh. Seimbang antar tiga fungsi pangan (sumber tenaga, zat pembangun, dan zat pengatur). Seimbang jumlah antar waktu makan, bebas dari cemaran dan cadangan bahan berbahaya untuk kesehatan.


 "Tak kalah penting, semua produk makanan itu, harus halal. Kemudian Memanfaatkan bahan pangan lokal yang tersedia di sekitar, harga sesuai kemampuan, "tandas Imam Hakim yang baru menerima hari kepala Dinas Ketahanan Pangan ini.


Produk yang disajikan beraneka ragam berbahan baku sagu, ubi (singkon), ubi jalar, sukun, sayur sulur keladi, sempolet, ubi kroket, jus buah-buahan lokal dan banyak lagi. Khusus olahan sagu yang sudah mulai banyak diminati dan masuk pasar beras sagu dengan kemassan khusus, tepung sagu premium dan mie sagu spesial. (rls/ndi)

Penulis
: Riswandi
Tag:Bengkalis
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)