SIAK, datariau.com - Peningkatan pendapatan dari hasil Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan di Kabupaten Siak, Pemerintah melalui Badan Keuangan Daerah Siak, memberikan penghargaan kepada kecamatan, desa/kelurahan dan perusahaan.
Dimana penghargaan yang diberikan kepada 95 kecamatan, desa/kelurahan serta perusahaan yang berhasil merealisasikan kebijakan PBB di Negeri Istana, Senin (26/8/2019) pagi.
Penghargaan itu, diserahkan langsung oleh Bupati Siak Drs H Alfedri MSi, bersempenaan dengan kegiatan Pekan Panutan Pajak Bumi Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), yang diselenggarakan di Gedung Kesenian Siak Sri Indrapura.
Penerima penghargaan itu, terdiri dari Kecamatan Tualang, Sungai Mandau dan Sungai Apit yang ditetapkan sebagai tiga kecamatan terbaik. Berikutnya, sebanyak 42 desa/kelurahan se-Kabupaten Siak yang di ambil dari masing-masing tiga desa/kelurahan pada setiap kecamatan.
Selain itu, sebanyak 42 petugas pemungutan PBB-P2 ditetapkan sebagai petugas terbaik se-Kabupaten Siak, termasuk delapan perusahaan di Kabupaten Siak.
Setelah menyerahkan penghargaan, Bupati Siak Drs H Alfedri MSi yang di daulat memberikan sambutan, menyampaikan ucapan selamat kepada para penerima penghargaan.
"Selamat kepada seluruh penerima penghargaan, saya mengapresiasi kegiatan pekan panutan pajak bumi bangunan perdesaan dan perkotaan ini, semoga menjadi motivasi bagi Kecamatan, desa/kelurahan beserta perusahaan lainnya," kata dia.
Dimana Pemerintah Kabupaten Siak sendiri, kata Alfedri, telah dimulai mengelola Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan pada tanggal 1 Januari 2018 lalu. Sesuai dengan ketentuan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Siak Nomor 1 Tahun 2012 tentang Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan.
"Alhamdulillah, untuk tahun 2018 lalu, pengumpulan PBB-P2 melebihi target sebesar Rp20,5 milyar, yang dapat direalisasikan sebesar Rp21,09 milyar atau sebesar 102,9 persen," jelas dia.
Selanjutnya, Alfedri menghimbau untuk terus meningkatkan kesadaran para wajib pajak dan para Camat, Lurah dan Penghulu. Agar lebih pro-aktif melakukan sosialiasi dan penagihan, sehingga penerimaan PBB pada tahun 2019 ini dapat lebih di tingkatkan lagi, khususnya bagi beberapa kecamatan yang realiasinya masih berada dibawah 80 persen.
Kemudian Kepala Badan Keuangan Daerah Kabupaten Siak Yan Pranajaya mengatakan bahwa kegiatan Pekan Panutan PBB-P2, merupakan kegiatan apresiatif untuk meningkatkan kesadaran membayar pajak sebagai para wajib pajak, berupa Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan di Kabupaten Siak.
"Ini merupakan tahun kedua Kegiatan Pekan Panutan PBB-P2 diselenggarakan, kami turut mengundang seluruh Camat dan Kepala OPD, agar dapat membantu serta mendorong masyarakat untuk membayar pajak PBB-P2," kata dia.
Pajak yang dipungut oleh petugas pengumpulan pajak di setiap Kampung, terang Yan, akan dikembalikan ke desa/kelurahan asal pajak tersebut dalam bentuk pembangunan fisik sarana dan prasarana.
"Kedepannya, pembayaran PBB-P2 akan lebih mudah karena pembayaran dapat dilaksanakan di seluruh kantor Bank Riau Kepri, Anjungan Tunai Mandiri (ATM), Internet Banking, dan outlet-outlet pembayaran yang ada di Indomaret dan Alfamart," imbuh mantan Kepala Bappeda Kabupaten Siak itu.(rls)