Kisah Seorang Santriwati di Palu, Tak Mau Keluar Gedung Tanpa Jilbab, Akhirnya Menjadi Korban Gempa

datariau.com
2.343 view
Kisah Seorang Santriwati di Palu, Tak Mau Keluar Gedung Tanpa Jilbab, Akhirnya Menjadi Korban Gempa
Korban foto bersama ayahnya.

DATARIAU.COM - Kisah ini hanya untuk menyadarkan kita betapa berharganya aurat bagi para perempuan, sehingga rela berkorban nyawa daripada harus memperlihatkam aurat ke khalayak.

 

Berikut kisah seorang santriwati di salah satu pondok pesantren di Lombok, yang akhirnya meninggal dunia terkena gempa, sebab ia tidak ingin keluar ruangan tanpa jilbab, ia pun mencari jilbab sementara bangunan runtuh. Kisah selengkapnya yang datariau.com kutip dari boombastis.com:

 

Indonesia tengah berduka. Belum usai kesedihan warga Lombok, kini  gempa dengan kekuatan hebat juga mengguncang Sulawesi. Selain diguncang gempa, tsunami juga sempat membuat warga Sulawesi Tengah pontang panting. Gempa berkekuatan 7,7 SR yang mengguncang Kota Palu sontak saja membuat heboh. Hingga saat ini, diperkirakan sekitar 834 orang.

 

Salah satu dari korban meninggal adalah Fatimah Deby, seorang remaja yang menunjukkan tanda-tanda khusnul khotimah. Kisah meninggalnya Deby pun viral di sosial media karena dibagikan oleh seorang temannya. Berikut adalah kisah Fatimah Deby, gadis yang menyelamatkan auratnya meski harus berkorban nyawa.

 

Menolak keluar dari bangunan pondok tanpa jilbab dan cadar

 

Diketahui dari salah sepupunya, Deby merupakan salah satu santriwati yang sedang menghafalkan al-qur'an di pondok. Saat gempa terjadi, Deby sedang berwudhu bersama dengan 8 orang santriwati lainnya. Deby melepas cadar dan jilbabnya ketika berwudhu, namun saat itu mendadak terjadi hantaman gempa yang besar. Teman-temannya panik dan langsung berusaha menarik Deby untuk buru-buru keluar. Namun Deby justru lebih memilih mencari jilbab dan cadarnya, karena Deby tidak mau keluar tanpa menutup auratnya.

 

Meninggal di hari Jumat, hari lahirnya

 

Jika kamu muslim, mungkin sudah tak asing dengan beberapa tanda husnul khotimah adalah meninggal di hari Jumat. Deby juga kembali di hari Jumat. Malah, saat itu bertepatan dengan hari lahirnya, tepat usianya 19 tahun. Seperti halnya Rasulullah, beliau juga meninggal saat hari lahirnya dan di hari Jumat. Para netizen yang membaca postingan kisah Daby pun mengaku merinding. Sebab, Allah telah menunjukkan betapa mulianya Daby ketika kembali pada Tuhannya.

 

Jenazahnya wangi

 

Mungkin terdengar seperti sinetron religi, namun kisah Deby memang demikian. Hal ini diceritakan Damuchtar. Ia mengucap Alhamdulillah ketika menemukan tubuh Deby meski dalam kondisi meninggal dunia. Hal itu karena tercium bau wangi semerbak dari tubuh Deby. Setelah mendapat info tersebut, para netizen pun dibuat haru. Sebab, tak semua orang beruntung bisa kembali dalam keadaan begitu mulia.

 

Deby bercita-cita jadi bidadari surga

 

Orang bilang, manusia boleh punya cita-cita setinggi langit. Barangkali dulu kalian pernah bercita-cita ingin jadi Sailor Moon atau power ranger. Namun saat dewasa, impian berubah menjadi lebih ke duniawi. Ada yang berharap bisa jadi direktur, dokter, polisi dan sebagainya. Namun impian Deby justru berbeda, ia berharap bisa jadi bidadari syurga. Dan sepertinya Allah memang mengabulkan doanya. Ia meninggal ketika masih remaja. Kembali dengan segala tanda-tanda baik dari-Nya. Dalam keadaan suci usai berwudhu, dan dalam keadaan menjaga auratnya. Masya Allah.

 

Dari kisah Daby, ada baiknya kita mulai belajar untuk memupuk cita-cita untuk akhirat juga. Bukan impian yang bersifat duniawi. Karena sesungguhnya, hidup di dunia hanya sekejap saja. Sedangkan akhirat sudah menanti kita. Semoga kita kelak juga bisa kembali dalam keadaan husnul khotimah.

 

Bagi yang masih setengah-setengah menutup aurat, mulai sekarang perbaikilah dan semoga bisa istiqomah. (*)

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)