PEKANBARU, datariau.com - Warga Pekanbaru sempat dihebohkan dengan kabar munculnya sosok “begal pocong” yang disebut-sebut berkeliaran pada malam hari dan menakuti pengendara. Informasi tersebut ramai diperbincangkan di media sosial setelah sejumlah video dan unggahan viral menyebut adanya pelaku kejahatan yang menyamar menggunakan kain pocong untuk menghentikan korban di jalan sepi.
Isu ini cepat menyebar di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, dan Facebook. Sejumlah akun bahkan mengaitkannya dengan aksi begal bersenjata yang belakangan memang meresahkan masyarakat di beberapa wilayah Pekanbaru.
Narasi yang beredar menyebut sosok berpakaian seperti pocong muncul di pinggir jalan pada malam hingga dini hari. Pengendara yang panik lalu berhenti atau kehilangan fokus, kemudian diduga menjadi sasaran perampasan oleh pelaku lain.
Beberapa unggahan juga menyebut lokasi kejadian berada di kawasan jalan sepi dan minim penerangan. Namun hingga kini belum ada bukti kuat maupun laporan resmi yang memastikan adanya aksi kriminal dengan modus “pocong” tersebut di Pekanbaru.
Masyarakat diminta agar tidak langsung mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Dari penelusuran aparat di sejumlah daerah yang ramai dibicarakan netizen, belum ditemukan fakta keberadaan “begal pocong” sebagaimana yang viral di media sosial.
Meski demikian, polisi mengakui kasus kriminal jalanan dan dugaan begal memang masih terjadi di Pekanbaru. Dalam beberapa pekan terakhir, warga kembali diresahkan aksi pelaku bersenjata yang menyasar pengendara malam hari. Aparat pun tengah meningkatkan patroli dan memburu pelaku kriminal jalanan.
Fenomena “begal pocong” memicu beragam reaksi masyarakat. Sebagian warga mengaku takut melintas sendirian pada malam hari, sementara lainnya menilai isu tersebut hanyalah prank atau konten untuk mencari perhatian di media sosial.
Cepatnya penyebaran isu semacam ini dipicu kombinasi antara keresahan warga terhadap kriminalitas dan budaya viral di internet. Video pendek tanpa konteks jelas membuat masyarakat mudah percaya sebelum ada klarifikasi resmi.
Masyarakat diimbau menghindari jalan sepi saat larut malam. Tidak mudah menyebarkan video yang belum terverifikasi. Segera melapor ke polisi jika menemukan tindak kriminal mencurigakan. Tetap tenang dan tidak terpancing isu hoaks.
Hingga saat ini, kabar mengenai “begal pocong” masih sebatas isu viral dan belum terbukti secara resmi sebagai modus kejahatan terorganisir di Pekanbaru. Namun aparat tetap meminta warga meningkatkan kewaspadaan terhadap aksi kriminal jalanan yang memang nyata terjadi.***