Jelang Pilkada Riau 2018, Diduga Tak Netral Sebanyak 20 ASN Telah Dipanggil Bawaslu Riau

Hermansyah
1.033 view
Jelang Pilkada Riau 2018, Diduga Tak Netral Sebanyak 20 ASN Telah Dipanggil Bawaslu Riau
Gambar: Internet
Ilustrasi

PEKANBARU, datariau.com - Sepanjang tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Provinsi Riau, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau telah memanggil sebanyak 20 orang lebih Aparatur Sipil Negara (ASN) yang disinyalir melanggar netralitas.

Menurut data dari Bawaslu Riau, dugaan pelanggaran paling banyak ditemukan pada ASN Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan.

"Temuan kita saat ini ada yang di Pelalawan, Pekanbaru, Kampar, Bengkalis, dan Rohul. Paling banyak di Pelalawan berjumlah 16 orang ASN," kata Ketua Bawaslu Riau Rusidi Rusdan seperti dilansir dilaman Kompas.com, Rabu (7/2/2018).

Menurutnya, saat ini ada sekitar 20 orang ASN yang diduga melanggar Undang-Undang Netralitas ASN yang dikeluarkan MenPan-RB. Bahkan, tiga orang di antaranya sudah direkomendasikan ke MenPan-RB untuk diberikan sanksi. 

"Jadi setiap temuan kita lakukan pemanggilan untuk meminta klarifikasi. Kemudian kita kaji dan diplenokan. Untuk sanksi dari lembaga terkait dalam hal ini MenPan-RB," jelas Rusidi.

Rusdi mengatakan untuk hari ini, Rabu (7/2/2018), dua orang ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau dipanggil.

"Keduanya berinisial ZK dan SR. Mereka sudah kita minta klarifikasi. Selanjutnya, hasil keterangan mereka kita kaji dan mengumpulkan barang bukti. Setelah itu kita lakukan pleno," ucap Rusidi.

Lanjut Rusdi menyebutkan, pemanggilan terhadap ZK yang merupakan Birokrat senior Provinsi Riau ini, terkait dugaan pelanggaran netralitas ASN.

Ditambahkannya, ZK beberapa hari lalu memberikan komentar di media massa tentang sosok salah satu Bakal Calon Gubernur Riau. Begitu juga dengan SR yang diduga berfoto dengan salah satu kandidat dan meng-upload ke media sosial serta diduga menghadiri acara salah satu bakal calon.

Karenanya, kegiatan ZK dan SR terpantau oleh Bawaslu Riau dan netralitas ASN mereka dipertanyakan. 

Sementara itu, ZK yang diwawancarai seperti yang dikutip dilaman Kompas.com usai dimintai keterangan oleh Bawaslu Riau, membantah bila dirinya memberikan dukungan terhadap salah satu bakal calon Gubernur Riau.

"Saya tidak ada niat memberi dukungan. Saya yang sudah non job ini, kiranya biasa saja kalau menilai pak gubernur," jawab ZK.

Dia juga mengaku tidak pernah berkomentar kepada media massa soal mendukung bakal calon tersebut. Hanya saja ia membuat tagline di grup WhatsApp (WA) beberapa waktu lalu.*

Editor
: Hermansyah
Sumber
: Kompas.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)