Waduh!!.. Proyek Sanitasi Tangki Komunal Septik di Perawang Diduga Serobot Lahan Warga

Hermansyah
1.744 view
Waduh!!.. Proyek Sanitasi Tangki Komunal Septik di Perawang Diduga Serobot Lahan Warga
Ist
Lokasi pembangunan pengerjaan Sanitasi Tanki Septik Komunal dengan Media Bakteri 20 KK yang terletak di RT 08 RW 02 Kelurahan Perawang Kecamatan Tualang.

PERAWANG, datariau.com - Pengerjaan Prasarana Pembangunan Sanitasi Tangki Komunal Septik dengan Media Bakteri 20 KK dengan total 40 KK di Jalan Pemuda RT 08 RW 02 Kelurahan Perawang Kecamatan Tualang diduga menyerobot lahan warga. Pengerjaan proyek itu sejak 7 Juni 2017 selama 90 hari kalender.

Lokasi proyek ini berhadapan langsung dengan kediaman dan kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) salah satu partai politik di Kecamatan Tualang Kabupaten Siak. Diketahui bahwa pengerjaan tersebut menggunakan APBD dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2017 sebesar Rp.345.325.000 dengan Nomor Kontrak 621/KTR/DPU-TARUKIM-PERKIM/APBD-DAK SWAKELOLA/04/2017.

Saat dikonfirmasi di kediamanya, Ketua KSM Berdikari Bersama, Zul Pahmi mengatakan, pengajuan proposal untuk pengerjaan pembangunan Prasarana Sanitasi Tangki Septik ini sudah sejak tahun 2016 silam.

"Pengajuan proposal itu sejak tahun 2016, ini tidak ada sangkut paut dengan partai," kata Zul Pahmi saat ditemui di kediamanya, Selasa (28/8/2017) sekira pukul 16.45 WIB.

Zul Pahmi menegaskan, sebelumnya rencana pembangunan sanitasi itu terletak di belakang pipa, dan Lurah Yudha menjelaskan bahwa lahan tersebut merupakan lahan konsensi. Maka dari itu, pembangunan dialihkan ke RT 08 RW 02 Kelurahan Perawang Kecamatan Tualang.

"Karena tidak ada lahan di belakang pipa makanya dibangun disini (RT 08/RW 02) di Kelurahan Perawang," kata Zul Pahmi sebagai Ketua KSM Berdikari Bersama.

Saat datariau.com mempertanyakan perihal dugaan penyerobotan lahan oleh proyek tersebut, Zul Pahmi berdalih bahwa Ketua RT 08 yang juga Sekertaris KSM Berdikari Bersama, bahwa RT menjelaskan telah selesai dan sudah bisa dibangun di lahan itu. Zul Pahmi mengakui kalau ia tidak ada kroscek lahan itu. Sebab RT/RW mengatakan itu akan dibangun jalan.

"Karena kata RT itu sudah bisa. Itukan akan dibuat jalan, dan sudah bisa bangun. Kalau tidak ada izin RT kami tidak berani. Telah selesai dan sudah bisa dibangun di lahan tersebut. Saya tak ada kroscek," terang Zul Pahmi yang mengakui juga karena komunikasi kurang.

Zul Pahmi mengakui hal ini bukanlah kesalahan, melainkan kurangnya komunikasi antar Ketua KSM Berdikari Bersama dengan Sekertaris KSM Berdikari Bersama.

Jadi, tanki yang dibangun sebanyak dua media tersebut masing-masing Tangki Komunal Septik Media Bakteri 20 KK dengan total 40 KK baru dapat menampung sebanyak 34 KK dan masih terdapat kekurangan sebanyak 6 KK. Di setiap Tanki Komunal Septik dapat menampung sebanyak 20 KK/tanki.

Setelah diketahui oleh pemilik lahan dan minta dibongkar kembali, dikatahui proyek pengerjaan pembangunan Senitasi Tanki Komunal Septik dengan Media Bakteri 20 KK tersebut mengalami kekurangan sebanyak 3 KK. Dari kekurangan sebelumnya yang sebanyak 6 KK tadi ditambah dengan yang akan dibongkar sebanyak 3 KK, jadi kekuranganya menjadi sebanyak 9 KK.

Penulis
: Hermansyah
Editor
: Hermansyah
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)