Tim Gabungan Kepung Harimau Pemangsa Wanita di Pelangiran Inhil

datariau.com
2.310 view
Tim Gabungan Kepung Harimau Pemangsa Wanita di Pelangiran Inhil

PELANGIRAN, datariau.com - Tim Gabungan dari Polsek Pelangiran dan BKSDA Provinsi Riau berhadapan secara langsung dengan harimau di Hutan Green Belt di Seberang Blok 68 Kebun Tembusu, Desa Tanjung Simpang Kecamatan Pelangiran. Raja Hutan tersebut diduga yang memangsa, Jumiati, buruh kebun kelapa sawit PT THIP awal Januari 2018 lalu.

Hal itu dikatakan Kapolres Indragiri Hilir AKBP Christian Rony SIK MH melalui Kaposek Pelangiran IPTU M Rafi menceritakan bahwa Selasa pagi, sekira pukul 08.00 WIB, tim yang terdiri dari AIPTU Alwis dan BRIGADIR Kopri Naldi beserta 7 anggota tim dari BKSDA Provinsi Riau yang dipimpin oleh Tommy P Sinambela bergerak ke hutan Green Belt Seberang Blok 68 Kebun Tembusu PT THIP dengan tujuan untuk memastikan info dari karyawan PT THIP bahwa hari Senin (19/2/18) mereka telah melihat seekor harimau di lokasi tersebut.

Sudah sebulan lebih, Tim Gabungan berada di lokasi untuk mengatasi konflik yang terjadi antara harimau dan manusia. Konflik itu bahkan sudah menimbulkan korban jiwa. Tim ini juga ditugaskan untuk mengevakuasi si Raja Hutan ke daerah suaka yang lebih aman.

"Setelah menyusuri hutan, sekira 40 meter dari tepi kanal, tim menemukan bekas cakar dan jejak harimau yang masih baru. Tak lama kemudian yang punya jejak pun menampakkan diri. Kengerian langsung menyelimuti anggota tim," ungkap Kapolsek Pelangiran IPTU M Rafi, Selasa (20/2/2018).

Walau dalam tim ada 2 orang anggota polisi, yang bersenjata, namun menembak binatang buas tersebut, bukan pilihan terbaik. Tak ingin disakiti namun tak pula ingin menyakiti hewan itu, Tim hanya bisa berdiam diri dan tidak melakukan gerakan yang bisa memicu adrenalin harimau itu untuk berburu. Sambil terus berdoa, anggota tim terus bersiap untuk menghadapi kemungkinan terburuk.

Waktu terasa berjalan sangat lambat. Setelah mengelilingi Tim, selama hampir 2 jam, dengan jarak terdekat hampir 3 meter, bahkan dalam posisi siap menyerang, akhirnya harimau tersebut menghilang di kerimbunan hutan. Bantuan dari personel lain, akhirnya sampai di lokasi sehingga semua anggota tim bisa selamat kembali ke kamp.

Kapolsek mengatakan bahwa walau sudah bertemu dengan kucing besar, yang mengancam keselamatan mereka, namun tim tetap bertekad dan mohon doa dari masyarakat, agar konflik harimau dengan manusia ini bisa selesai dengan baik sehingga tidak ada lagi korban, baik dari masyarakat, petugas maupun dari hewan yang dilindungi tersebut.

Salah seorang petugas sempat merekam detik-detik menegangkan pengepungan Harimau Sumatera tersebut, sebelum akhirnya berhasil kabur menghilang.

Editor
: Angga
Sumber
: Riauterkini.com
Tag:Harimau
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)