Seorang Nenek Asal Rohil Demo Sendirian di Kantor KPK, Ini yang Dituntutnya..

datariau.com
2.419 view
Seorang Nenek Asal Rohil Demo Sendirian di Kantor KPK, Ini yang Dituntutnya..
Okeline.com
Nenek Endang saat aksi di Kantor KPK di Jakarta.

JAKARTA, datariau.com - Ada pemandangan tak lazim di pelataran Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis (18/5) sore lalu. Seorang nenek berorasi sendirian. Nenek itu membawa bendera merah putih dan menggantungkan poster putih di lehernya.

Nenek itu bernama Endang, warga Kelurahan Balai Jaya Kota, Kecamatan Balai Jaya, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Endang meminta KPK menangkap salah satu anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rohil. Politisi itu disebutnya telah menipu ratusan warga di desanya selama 18 tahun. Namun, Endang tidak menyebut identitas wakil rakyat itu.

"Saya datang ke Jakarta berjalan kaki, dan menumpang truk. Selama dua bulan baru sampai ke sini. Saya datang menuntut keadilan. Tolong, seorang nenek menuntut keadilan," teriak melalui pembesar suara berwarna putih, seperti dikutip okeline.com.

Nenek Endang mengatakan, 18 tahun lalu oknum anggota DPRD Rohil itu menguasai lahan warga. Dia menjanjikan membangun kebun sawit di lahan itu. Tetapi oknum itu malah menjual lahan itu pada pihak ketiga.

"Di atas lahan kami kini dibangun tempat hiburan malam," katanya.

"Di tempat itu para pria minum minuman keras dan perempuan-perempuan kami disuruh melayani mereka. Bahkan, anak dari hubungan tidak terpuji itu kami yang rawat," ucap Nenek Endang.

Nenek Endang mengaku pernah hendak diculik orang-orang suruhan wakil rakyat itu. Dia bisa lolos karena bersembunyi di selokan yang penuh semak-semak.

Tak lama kemudian, seorang petugas KPK datang menghampiri Nenek Endang. Dia dibawa masuk ke dalam gedung untuk membuat pengaduan.

Tanggapan Warga

Masyarakat Kelurahan Balai Jaya Kota Kecamatan Balai Jaya merasa terheran dan tidak menyangka atas aksi tunggal yang dilakukan nenek Endang, Kamis (18/5) kemarin di kantor KPK yang menuntut oknum anggota DPRD Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) agar dipidanakan.

Masyarakat Kelurahan Balai Jaya Kota malah menganggap Endang sudah di luar logika. Pasalnya, masyarakat setempat mengaku resah dan tidak menginginkan kehadiran Endang ke Balai Jaya Kota karena Endang disebut telah melakukan penipuan kepada masyarakat.

Hal ini terungkap pada Jumat (19/5) sekitar pukul 14:30 wib sejumlah masyarakat yang sedang duduk-duduk berkumpul di sebuah rumah warga membicarakan berita yang muncul di media online tentang aksi nenek Endang itu.

Masyarakat yang berkumpul tertawa bahkan ada yang mencaci nenek Endang dengan sebutan gila ketika Ali, salah seorang diantara mereka ada yang membacakan berita tersebut dari paragraf pertama sampai paragraf terakhir.

Saat tiba di kalimat yang menyatakan dalam berita tersebut bahwa anggota DPRD itu selama 18 tahun tidak membagikan lahan itu dan lahannya malah dijadikan tempat hiburan malam, para ibu-ibu yang mendengar kalimat itu malah mengucapkan istighfar.

"Astaghfirullahhal 'adziim," timpal ibu-ibu itu kompak menanggapi isi berita itu.

Para ibu-ibu itupun tertawan ketika mendengar nenek Endang hendak diculik dan bersembunyi ke dalam semak-semak. "Haha, udah stres dia itu," sebut ibu Tuti.

Soleha, salah seorang warga yang mengaku teman dekat nenek Endang dan juga ketua wirid Al Istiqomah mengungkapkan, bahwa nenek Endang diduga juga menipu masyarakat sekitar dengan membuka sanggar kebudayaan.

"Ada 70 orang anggota Sanggar Kebudayaan, masing-masing dikutip biaya Rp50.000. Tapi setelah dikutip uang itu dari anggota, peralatan tak jadi dibeli, kegiatan pun tak ada. Kami tertipu," ungkap Soleha.

Bukan hanya itu, tambah Tuti, nenek Endang juga disebut tidak mempunyai rumah di Kelurahan Balai Jaya Kota karena telah dijualnya. Terakhir, nenek Endang menyewa di rumah dekat mbah Wiji dan belakangan diketahui sudah tidak membayar kontrakannya selama tiga bulan.

"Terakhir mbah Wiji pun didenda sama dia Rp 400.000 kerana menanam pohon mangga. Saya sampaikan ke mbah Wiji gak usah dibayar," ungkap Tuti.

Suroto, salah satu Ketua RW di daerah itu mengungkapkan, Endang diketahaui pergi sendiri dari kontrakannya, Suroto menyebut Endang telah melapor mengungkapkan bahwa rumah yang dikontrak Endang banyak barang-barangnya yang hilang.

"Padahal kuncinya sama dia, yang hilang itu yang besar-besar kayak springbed. Ntah siapapun yang mencurinya," sebut RW.

Bukan hanya itu lanjut Suroto, Camat Balai Jaya juga tidak senang dengan warganya yang bernama Endang ini. Jika Endang datang ke kantor Camat, camat sudah lebih dahulu menitipkan pesan kalau camat sedang tidak ada di kantor.

"Ngumpet pak camat itu kalau dia datang," sebutnya, namun belum mendapat konfirmasi dari camat apakah pernyataan ini benar atau sekedar ucapan Suroto saja.

Sejauh ini masyarakat mengaku tidak mengetahui keberadaan Endang apakah masih di Jakarta atau akan balik ke Balai Jaya Kota lagi. Nomor telepon Endang yang dicoba dihubungi masyarakat berkali-kali juga tidak pernah mendapat jawaban untuk memastikan keberadaannya.

Penulis
: Samsul
Editor
: Adi
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)