DPRD Riau Diminta Tak Bersembunyi di Balik Janji, Himadikum UMRI Tagih Jawaban Nyata

datariau.com
1.939 view
DPRD Riau Diminta Tak Bersembunyi di Balik Janji, Himadikum UMRI Tagih Jawaban Nyata
Foto: Rabbi Fernanda
Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Riau (Himadikum UMRI), menyuarakan tuntutan rakyat bersama mahasiswa Umri lainnya dengan menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Provinsi Riau, pada Senin lalu.

PEKANBARU, datariau.com - Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Hukum Universitas Muhammadiyah Riau (Himadikum UMRI), menyuarakan tuntutan rakyat bersama mahasiswa Umri lainnya dengan menggelar aksi demonstrasi di depan gedung DPRD Provinsi Riau, pada Senin lalu. Aksi ini menegaskan bahwa DPRD sebagai representasi rakyat wajib memberikan jawaban yang jelas, konkret, dan dapat dipertanggungjawabkan terkait persoalan yang disuarakan dalam demonstrasi sebelumnya.

Dalam orasinya, Lamhot Gabriel Nainggolan Bupati Himadikum Umri menyoroti sikap DPRD yang dinilai belum maksimal dalam menanggapi berbagai persoalan mendesak di tengah masyarakat. Gabriel Nainggolan juga menegaskan, rakyat tidak membutuhkan janji kosong, melainkan kepastian sikap politik yang jelas dan langkah nyata dari wakil rakyat.

“Kami hadir bukan untuk sekadar didengar, tetapi untuk memastikan DPRD bekerja sesuai mandat rakyat. Jangan hanya menerima aspirasi, tetapi bungkam dalam memberi jawaban,” tegas Lamhot Gabriel salah seorang orator dari Himadikum UMRI.

Mahasiswa juga menekankan bahwa aksi ini bukan sekadar unjuk suara, melainkan cermin dari kondisi bangsa yang tidak sedang baik-baik saja. Ironisnya, di tengah krisis kepercayaan rakyat, justru muncul pernyataan-pernyataan tak pantas dari sebagian anggota DPR-RI yang seharusnya menjadi teladan. Ucapan yang melukai hati rakyat itu semakin memperdalam jurang ketidakpercayaan terhadap lembaga legislatif.

Rabbi Fernanda dari divisi kajian dan aksi strategis Himadikum UMRI menegaskan dalam pernyataannya, negara tidak sedang baik-baik saja. DPR yang seharusnya menjadi penyambung lidah rakyat justru mempermainkan suara rakyat dengan ucapan-ucapan yang tidak pantas. "Kami datang untuk mengingatkan, bahwa mandat rakyat bukan untuk ditertawakan, tetapi untuk diperjuangkan,” katanya.

Penulis
: Rabbi Fernanda
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)