TEMBILAHAN, Datariau.com - Seekor beruang membabi buta serang seorang petani di Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Informasi yang dihimpun Wak Media, beruang tersebut belum berhasil ditangkap.
Tentu masyarakat di Mandah sangat risau beruang masih bebas lepas dipemukiman warga setempat. Membuat para petani disana tidak berani beraktivitas di kebun untuk mencari biaya hidup keluarga.
Mendapatkan informasi tersebut, tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, langsung turun mengupayakan penanggulangan konflik beruang dengan manusia.
Hal itu disebutkan Humas BBKSDA Riau, Dian Indriati pada Wartawan, Minggu (15/10/17) siang.
"Sebelumnya kita memberikan umpan dari buah. Tapi tidak berhasil. Kini diganti dengan ayam untuk menangkap beruang tersebut," kata Dian.
Dian melanjutkan, pemantauan terhadap gerakan beruang terus dilakukan. Bahkan pengecekan dilakukan sekali dua hari ke lokasi.
"Tim juga melakukan patroli dan siap siaga dengan kedatangan beruang," ujarnya.
Pihaknya mengimbau, apabila beruang datang ke pemukiman warga agar segera melaporkan kepada tim BBKSDA.
Sebelumnya, binatang buas jenis beruang kembali mengamuk di Riau.
Seorang warga bernama Putang (55) yang berprofesi sebagai penjerat binatang di Kecamatan Mandah dilaporkan mengalami luka-luka parah setelah diserang oleh satwa dilindungi itu.
Peristiwa penyerangan itu terjadi pada Senin (9/10/17) lalu saat korban bersama dua orang anaknya, Asran dan Gempol sedang memeriksa jerat babi yang dipasang di dalam hutan di kawasan Desa Cahaya Jambu, Kecamatan Mandah, Indragiri Hilir, Riau.
Seekor beruang membabi buta serang seorang petani di Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Informasi yang dihimpun Wak media, beruang tersebut belum berhasil ditangkap.
Tentu masyarakat di Mandah sangat risau beruang masih bebas lepas dipemukiman warga setempat. Membuat para petani disana tidak berani beraktivitas di kebun untuk mencari biaya hidup keluarga.
Mendapatkan informasi tersebut, tim Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, langsung turun mengupayakan penanggulangan konflik beruang dengan manusia.
"Sebelumnya kita memberikan umpan dari buah. Tapi tidak berhasil. Kini diganti dengan ayam untuk menangkap beruang tersebut," kata Dian.
Dian melanjutkan, pemantauan terhadap gerakan beruang terus dilakukan. Bahkan pengecekan dilakukan sekali dua hari ke lokasi.
"Tim juga melakukan patroli dan siap siaga dengan kedatangan beruang," ujarnya.
Pihaknya mengimbau, apabila beruang datang ke pemukiman warga agar segera melaporkan kepada tim BBKSDA.
"Tim selalu standby," kata Dian.
Sebelumnya, binatang buas jenis beruang kembali mengamuk di Riau.
Seorang warga bernama Putang (55) yang berprofesi sebagai penjerat binatang di Kecamatan Mandah dilaporkan mengalami luka-luka parah setelah diserang oleh satwa dilindungi itu.
Peristiwa penyerangan itu terjadi pada Senin (9/10/17) lalu saat korban bersama dua orang anaknya, Asran dan Gempol sedang memeriksa jerat babi yang dipasang di dalam hutan di kawasan Desa Cahaya Jambu, Kecamatan Mandah, Indragiri Hilir, Riau.
Korban diserang yang mengakibatkan luka-luka. Sehingga masyarakat harus lebih waspada terhadap seekor beruang tersebut yang bisa menyerang warga kapan saja.