PERAWANG, datariau.com - Akhirnya menemui titik terang perihal Ikatan Pemuda Pemudi Rukun Keluarga.04 (IPPRK.04) Perawang Barat Kecamatan Tualang yang kini sudah dibekukan sementara sampai batas waktu yang tidak ditentukan. IPPRK.04 dibekukan sementara diduga akibat kesalahpahaman antar pemuda agar tidak terjadinya keributan.
Saat ditemui di lokasi tempat biasa bermain Badminton (GOR) di Jalan Hang Jebat, Ahad (22/8/2017), Ketua RK 04 Alwis menerangkan apa yang sebenarnya terjadi dengan dibekukanya IPPRK.04 itu, tidak lain dan tidak bukan hanya kesalahpahaman antar pemuda tersebut dan tidak tahu pasti penyebabnya sehingga ribut.
"Disini saya cuma mau meluruskan saja, sedikit banyaknya permasalahan ini cuma kesalahpahaman pemuda saja. Setelah kami berkoordinasi/konfirmasi sama Penghulu Perawang Barat, kami membekukan itu (IPPRK.04, red) sampai batas yang tidak ditentukan dan saat saya dikonfirmasi beliau pun mengarahkan seperti itu," tutur Ketua RK 04 Alwis kepada datariau.com, Ahad (22/8/2017) malam.
Pada saat hendak dibekukan IPPRK.04 itu, Penghulu Kampung Perawang Barat bersama Ketua RK.04 Alwis memanggil Ketua IPPRK.04 Yoyon Suseno, Sekertaris Aci yang didampingi oleh Oskar, bertujuan agar tidak terjadinya perseteruan yang semakin meruncing.
"Tujuanya kita bekukan IPPRK.04 itu, agar perseteruan itu tidak meruncing. Lalu apa persoalan itu belum tahu sebab pasti, kenapa jadi ribut, pembekuan itu karena ribut aja," kata Ketua RK 04 Alwis yang juga mengetuai LPTQ Kecamatan Minas dan masih menjabat sebagai Ketua Pemuda Muhammadiyah Kabupaten serta Wakil Ketua KNPI Kabupaten Siak aktif saat ini.
Alwis juga menjelaskan perihal awal terjadinya keributan pemuda ini yang mendatangi ketua RT 08. Atas nama pemuda kilometer 9, tetapi pada saat itu mereka pemuda kilometer 9 bagian dari pemuda RT 01, pada tahun 2015 itu Penghulu Kampung Perawang Barat melantik pemuda RT 01.
"Ketika ditanya oleh Ketua RT 08 perihal proposal itu darimana, itulah yang dipertanyakan oleh RT tersebut. Lalu, diklarifikasi oleh pemuda kilometer 9 bahwasanya pemuda kilometer 9 itu bagian dari pemuda RT 01. Kenapa sampai salah paham cuma di proposal itu tidak ada tanda tangan RT. Kalau mengatasnamakan pemuda RT 01 paling tidak ada tanda tangan ketua RT 01," terangnya.
"Kok ada pemuda di dalam pemuda," Alwis menirukan pertanyaan Ketua RT 08 terhadap pemuda itu.
"Lalu diklarifikasi oleh pemuda kilometer 9, bahwasanya pemuda kilometer 9 itu bagian dari pemuda RT 01. Kenapa sampai salah paham cuma di proposal itu tidak ada tanda tangan RT. Kalau mereka pemuda dari RT 01 paling tidak tanda tangan ketua RT 01 ada disitu. Kok ada pemuda di dalam pemuda, jadi seperti mereka tersinggung," tambah Alwis.
Kemudian takut terjadinya keributan dan meski diselesaikan juga pada malam itu, di balai pertemuan pada hari itu. Tetapi kabarnya setelah dibubarkan, terjadi keributan. Sampai-sampai tiang volly yang dipersiapkan untuk turnamen tingkat RK pun kabarnya ditumbangkan.
"Takut terjadi ribut sepertinya harus diselesaikan juga malam itu di balai pertemuan dan hari itu selesai. Tapi setelah dibubarkan kabarnya ribut lagi. Sampai-sampai tiang volly yang disiapkan untuk turnamen tingkat RK ini ditumbangkan lagi," ujar Alwis.
Saat dikonfirmasi, Penghulu Kampung Perawang Barat Faisal di kantornya mengatakan bahwasanya divakumkanya IPPRK.04 Perawang Barat karena adanya konflik internal pemuda kilometer 9 saat itu. Divakumkanya IPPRK.04 itupun berdasarkan kewenangan Ketua IPPRK.04 Alwis sendiri.
"Dibubarkan IPPRK.04 sebab ada konflik internal antar pemuda saat itu, makanya dibubarkan sementara waktu. Dan itupun dibubarkan bukan saya melainkan keputusan Ketua RK.04 sendiri," tutur Penghulu Kampung Perawang Barat Faisal kepada datariau.com, Senin (28/8/2017) sekira pukul 10.30 WIB.
Selain itu, Faisal juga menceritakan sedikit konflik internal antar pemuda tersebut kepada datariau.com. "Pemuda kilometer 9 mendatangi Ketua RT Ramadhan, dan ingin membubarkan Ketua RT tersebut. Sempat juga esok harinya ibu-ibu kilometer 9 ingin mendatangi Ketua RK.04 dan ingin membubarkan IPPRK.04 ini, lalu arahkan dan minta untuk datang ke Kantor Penghulu Perawang Barat yang terletak di Jalan Hang Jebat agar tidak ribut," terang Faisal.
Bahkan, lanjutnya, saat konflik antar pemuda ini, Ketua IPPRK.04 Yoyon Suseno mengetahui hal tersebut.