SIAK, datariau.com - Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kesehatan sejak usia dini hingga lanjut usia terus dilakukan di tengah masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan skrining kesehatan terpadu yang digelar Posyandu Selat Guntung bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 43.
Kegiatan yang berlangsung di Selat Guntung, Kecamatan Sabak Auh, Kabupaten Siak, pada Senin, 10 Agustus 2026, mulai pukul 08.00 WIB tersebut mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Skrining kesehatan ini secara khusus menyasar dua kelompok yang membutuhkan perhatian lebih dalam keluarga, yakni balita dan lanjut usia (lansia).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda pemeriksaan kesehatan rutin, tetapi juga menjadi sarana deteksi dini sekaligus edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan secara berkelanjutan.
Baca juga:KKN UMRI Kelompok 112 Tanam TOGA di Pekarangan Kantor Desa Sungai Rambai
Pada pelayanan balita, kegiatan diawali dengan pemeriksaan antropometri berupa pengukuran berat dan tinggi atau panjang badan. Pemeriksaan ini menjadi salah satu langkah penting untuk memantau tumbuh kembang anak sekaligus mendeteksi secara dini kemungkinan adanya gangguan pertumbuhan, termasuk risiko stunting.
Setiap hasil pengukuran dicatat dalam buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), sehingga perkembangan anak dapat dipantau secara berkala. Para kader Posyandu juga berinteraksi langsung dengan orang tua untuk memberikan pemahaman mengenai pertumbuhan anak, kelengkapan imunisasi, serta pemenuhan kebutuhan gizi.
Orang tua juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya memberikan makanan yang beragam dan bergizi kepada anak, termasuk makanan pendamping ASI (MPASI) yang mengandung protein hewani. Edukasi tersebut diharapkan dapat membantu keluarga memenuhi kebutuhan nutrisi anak selama masa pertumbuhan.
Baca juga:Perkuat Nilai Keagamaan Sejak Dini, Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 43 Gelar Maghrib Mengaji di Kampung Selat Guntung
Sementara itu, pelayanan kesehatan bagi lansia dilakukan dengan pendekatan yang lebih personal dan penuh perhatian. Para lansia mendapatkan pemeriksaan tekanan darah serta tes gula darah sebagai bagian dari upaya mendeteksi berbagai risiko penyakit tidak menular.
Pemeriksaan tersebut dinilai penting karena hipertensi dan diabetes dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal. Dengan pemeriksaan rutin, kondisi kesehatan masyarakat dapat diketahui lebih cepat sehingga langkah pencegahan maupun penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
Apabila ditemukan hasil pemeriksaan yang berada di atas batas normal, petugas memberikan edukasi dan arahan kepada warga mengenai pola hidup yang lebih sehat. Lansia diingatkan untuk mengurangi konsumsi makanan tinggi garam dan gula, menjaga pola tidur, serta memperhatikan aktivitas fisik sesuai dengan kondisi tubuh.
Baca juga:KKN UMRI Kelompok 43 Manfaatkan Limbah Cangkang Telur dan Air Cucian Beras Menjadi Pupuk Organik Cair
Bagi warga yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut, petugas juga memberikan arahan untuk mendapatkan layanan kesehatan di fasilitas kesehatan terdekat.
Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 43 turut berperan aktif dalam pelaksanaan kegiatan, mulai dari membantu proses pelayanan hingga memberikan edukasi kepada masyarakat. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian dari upaya mendekatkan pengetahuan kesehatan kepada masyarakat sekaligus mendorong warga agar lebih peduli terhadap kondisi kesehatan diri dan keluarga.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN berharap masyarakat Selat Guntung semakin memahami bahwa menjaga kesehatan bukan hanya dilakukan ketika mengalami sakit, melainkan perlu dimulai melalui pemeriksaan rutin dan penerapan pola hidup sehat.
Baca juga:Media Online Data Riau Jadi Pilihan Mahasiswa untuk Ekspos Tugas Kuliah
Kegiatan skrining juga menunjukkan pentingnya kolaborasi antara mahasiswa, kader Posyandu, tenaga kesehatan, pemerintah desa, serta masyarakat. Sinergi tersebut membuat pelayanan kesehatan dapat berlangsung lebih dekat dan mudah dijangkau oleh warga.
Pendekatan langsung kepada masyarakat dinilai dapat membantu mengurangi berbagai hambatan yang selama ini membuat sebagian warga enggan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Dengan adanya kegiatan ini, kesadaran masyarakat Selat Guntung terhadap pentingnya kesehatan lintas generasi diharapkan semakin kuat. Anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, sementara para lansia tetap mampu menjalani kehidupan yang sehat, aktif, dan tangguh.
KKN UMRI Kelompok 43 menilai bahwa membangun masyarakat yang sehat membutuhkan perhatian bersama dan dilakukan secara berkelanjutan. Karena itu, kegiatan Posyandu dan skrining kesehatan diharapkan tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan bersama untuk mewujudkan keluarga yang sehat di setiap tahapan kehidupan.***