SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 53 Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menyerahkan alat pembakaran sampah minim asap atau rocket stove kepada masyarakat Kampung Pebadaran, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak, Ahad (30/8/2026).
Kegiatan bertajuk “Penyerahan Rocket Stove ke Kampung Pebadaran” tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN Kelompok 53 UMRI dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan sampah sekaligus mendorong penerapan pengelolaan sampah yang lebih terarah dan ramah lingkungan.
Rocket stove merupakan alat yang dirancang untuk menghasilkan proses pembakaran yang lebih efisien dengan asap yang lebih sedikit dibandingkan pembakaran sampah secara terbuka. Keberadaan alat ini diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif bagi masyarakat dalam menangani sampah yang sulit dimanfaatkan kembali.
Ketua KKN Kelompok 53 UMRI, Rizky Akbar, mengatakan penyerahan rocket stove merupakan bagian dari upaya mahasiswa menghadirkan program yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan terus dimanfaatkan setelah kegiatan KKN berakhir.
“Rocket stove ini kami serahkan agar dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai salah satu alternatif pengelolaan sampah. Kami berharap alat ini bisa digunakan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat Kampung Pebadaran,” ujar Rizky Akbar.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 53 UMRI turut memberikan penjelasan mengenai fungsi dan cara penggunaan rocket stove kepada pihak Kampung Pebadaran dan masyarakat.
Edukasi tersebut diberikan agar masyarakat memahami pemanfaatan alat secara tepat serta tetap memperhatikan aspek keamanan selama proses pembakaran berlangsung.
Rocket stove kemudian ditempatkan di SD Negeri 04 Pebadaran, Kampung Pebadaran, Kecamatan Pusako, Kabupaten Siak. Pemilihan lokasi tersebut diharapkan membuat alat tidak hanya bermanfaat dalam pengelolaan sampah, tetapi juga dapat menjadi sarana edukasi bagi masyarakat dan lingkungan sekolah.
Keberadaan rocket stove di lingkungan sekolah dinilai dapat menjadi contoh sederhana penerapan teknologi dalam membantu menangani persoalan sampah. Para siswa juga dapat diperkenalkan mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengelola sampah secara bertanggung jawab.
Mahasiswa KKN Kelompok 53 UMRI menilai persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu pihak. Pemerintah kampung, masyarakat, sekolah, maupun berbagai elemen lainnya perlu terlibat dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah yang lebih baik.
Melalui program tersebut, mahasiswa juga mengajak masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan. Penggunaan alat yang lebih terarah diharapkan dapat membantu mengurangi dampak asap dari pembakaran terbuka serta mendukung terciptanya lingkungan kampung yang lebih bersih dan nyaman.
Pihak Kampung Pebadaran menyambut baik penyerahan rocket stove tersebut. Alat yang ditempatkan di SD Negeri 04 Pebadaran diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal dan menjadi salah satu fasilitas pendukung dalam upaya pengelolaan sampah di lingkungan kampung.
Selain manfaat praktis, penempatan alat tersebut juga memiliki nilai edukatif. Lingkungan sekolah dapat menjadi tempat untuk menanamkan kesadaran kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan, mengurangi sampah, serta memahami dampak pengelolaan sampah yang tidak tepat terhadap lingkungan.
Kegiatan penyerahan rocket stove ditutup dengan dokumentasi bersama mahasiswa KKN Kelompok 53 UMRI dan pihak terkait.
Mahasiswa berharap alat yang telah diserahkan dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan meskipun masa pelaksanaan KKN telah berakhir.
Melalui program ini, KKN Kelompok 53 UMRI berharap masyarakat Kampung Pebadaran semakin peduli terhadap persoalan sampah dan mampu memanfaatkan rocket stove sesuai fungsi serta ketentuan penggunaannya.
Penyerahan alat tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan solusi sederhana yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Kampung Pebadaran.***