SMM PANEL INDO

KKN UMRI Kelompok 43 Manfaatkan Limbah Cangkang Telur dan Air Cucian Beras Menjadi Pupuk Organik Cair

datariau.com
107 view
KKN UMRI Kelompok 43 Manfaatkan Limbah Cangkang Telur dan Air Cucian Beras Menjadi Pupuk Organik Cair
Foto: Ist.
Mahasiswa KKN UMRI Kelompok 43 membuat pupuk organik cair berbahan cangkang telur dan air cucian beras di SMPN 01 Selat Guntung.

SIAK, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Kelompok 43 menghadirkan inovasi sederhana dalam pemanfaatan limbah rumah tangga melalui pembuatan pupuk organik cair (POC) berbahan dasar cangkang telur dan air cucian beras.

Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama siswa SMPN 01 Selat Guntung sebagai bentuk edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan sekaligus mengenalkan cara sederhana mengolah limbah organik menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai pembuatan pupuk organik cair dari cangkang telur dan air cucian beras. Setelah itu, mahasiswa KKN bersama para siswa melanjutkan kegiatan dengan membuat mini garden di taman belakang sekolah.

Baca juga:KKN UMRI Kelompok 49 Gelar Pelatihan Pemanfaatan Limbah Plastik Menjadi Paving Block di Sabak Permai


Dalam sesi sosialisasi, mahasiswa KKN menjelaskan berbagai kandungan yang terdapat pada bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pupuk organik cair. Cangkang telur yang selama ini sering dianggap sebagai limbah dan dibuang begitu saja diketahui mengandung kalsium yang dapat mendukung pertumbuhan tanaman.

Sementara itu, air cucian beras yang umumnya langsung dibuang juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan dalam proses pembuatan pupuk organik cair. Dalam proses fermentasi, air gula digunakan sebagai sumber energi bagi mikroorganisme alami sehingga proses fermentasi dapat berlangsung.

Proses pembuatan pupuk dilakukan dengan cara yang sederhana dan melibatkan siswa secara langsung. Cangkang telur terlebih dahulu dicuci hingga bersih, kemudian dikeringkan dan dihaluskan.

Baca juga:Respons Cepat Aspirasi Desa, KKN UMRI Kelompok 44 Hadirkan Peta Edukasi Ekologis dan Fasilitas Kebersihan


Cangkang telur yang telah halus selanjutnya dicampurkan dengan air cucian beras dan air gula di dalam wadah tertutup. Campuran tersebut kemudian difermentasi selama beberapa minggu di tempat yang teduh.

Setelah melalui proses fermentasi, pupuk organik cair dapat dimanfaatkan sebagai pupuk pendamping bagi tanaman. Sebelum digunakan, pupuk terlebih dahulu perlu diencerkan dengan air agar penggunaannya sesuai dan tidak berlebihan.

Selain memberikan edukasi tentang pemanfaatan limbah rumah tangga, kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi mahasiswa KKN untuk menanamkan kepedulian lingkungan kepada para siswa.

Baca juga:KKN UMRI Kelompok 63 Sosialisasikan Pentingnya Menabung Sejak Dini di SDN 001 Desa Pasarbaru Pangean


Mahasiswa KKN Kelompok 43 bersama siswa SMPN 01 Selat Guntung kemudian membuat mini garden di taman belakang sekolah. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan minat siswa untuk merawat lingkungan, mengenal berbagai jenis tumbuhan, sekaligus menjadi tempat untuk mengaplikasikan pupuk organik cair yang telah dibuat.

Pembuatan mini garden juga menjadi kegiatan praktik yang memperkuat pemahaman siswa bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana di sekitar mereka.

Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UMRI Kelompok 43 berharap para siswa memiliki kepedulian yang lebih besar terhadap lingkungan. Pemanfaatan limbah organik secara sederhana tidak hanya dapat mengurangi jumlah bahan yang terbuang, tetapi juga menghasilkan alternatif yang bermanfaat dan ekonomis untuk mendukung kebutuhan tanaman.

Baca juga:Media Online Data Riau Jadi Pilihan Mahasiswa untuk Ekspos Tugas Kuliah


Kegiatan pembuatan pupuk organik cair berbahan dasar cangkang telur dan air cucian beras ini menjadi salah satu langkah nyata mahasiswa KKN UMRI dalam mendorong kesadaran lingkungan di tengah masyarakat, khususnya generasi muda.

Penulis
: Nurijanah
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)