BANTAN, datariau.com - Semangat memperingati Hari Anak Nasional 2026 turut dirasakan siswa SD Negeri 5 Bantan. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau (UNRI) menggelar berbagai perlombaan edukatif pada Sabtu (25/7/2026) sebagai wadah bagi siswa untuk belajar, bermain, sekaligus mengembangkan kreativitas dan potensi diri.
Kegiatan yang dilaksanakan beberapa hari setelah peringatan Hari Anak Nasional pada 23 Juli tersebut diawali dengan senam bersama yang diikuti siswa dan mahasiswa Kukerta. Suasana berlangsung meriah dan penuh antusias sebelum peserta mengikuti perlombaan yang telah disiapkan.
Perlombaan melibatkan siswa kelas 1 hingga kelas 6 dengan jenis kegiatan yang disesuaikan berdasarkan jenjang pendidikan. Siswa kelas 1, 2, dan 3 mengikuti lomba mewarnai, sementara siswa kelas 4, 5, dan 6 berkompetisi dalam lomba Ranking Satu.
Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Edukasi Siswa SDN 05 Bantan tentang Pentingnya Menabung Sejak Dini
Lomba mewarnai menjadi ruang bagi siswa kelas rendah untuk menuangkan imajinasi dan kreativitas. Para peserta bebas memilih warna dan mengembangkan hasil karya sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Sementara itu, lomba Ranking Satu untuk siswa kelas 4 hingga 6 menguji pengetahuan, ketelitian, konsentrasi, kecepatan berpikir, serta keberanian dalam menjawab pertanyaan. Pembagian kategori tersebut dilakukan agar setiap siswa dapat mengikuti kegiatan sesuai dengan tingkat perkembangan dan kemampuannya.
Antusiasme siswa terlihat sejak perlombaan dimulai. Mereka berusaha memberikan kemampuan terbaik untuk menjadi juara dan memperoleh hadiah. Namun, kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kemenangan, melainkan juga menjadi sarana untuk menumbuhkan keberanian, rasa percaya diri, sportivitas, dan kemampuan menghargai teman.
“Semangat anak-anak selama mengikuti perlombaan menjadi salah satu hal yang paling berkesan dalam kegiatan tersebut. Anak-anak terlihat sangat antusias mengikuti perlombaan. Mereka bersemangat untuk menjadi juara dan mendapatkan hadiah, tetapi yang paling penting adalah mereka berani mencoba, percaya diri, dan menikmati setiap prosesnya,” ujar Ruth Maret Tasya R, selaku penanggung jawab program kerja.
Baca juga:Pengabdian Kukerta UNRI 2026 Hadirkan Digitalisasi Administrasi Desa di Resam Lapis, Permudah Pelayanan Masyarakat
Menurut Ruth, perlombaan edukatif dapat menjadi salah satu cara sederhana untuk mengembangkan kemampuan anak di luar kegiatan pembelajaran di dalam kelas. Lomba mewarnai, misalnya, memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengasah kreativitas dan imajinasi. Sedangkan Ranking Satu melatih konsentrasi, pengetahuan, kecepatan berpikir, dan keberanian dalam mengambil keputusan.
“Kami berharap kegiatan ini bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus memberikan hal positif bagi mereka,” lanjutnya.
Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak SD Negeri 5 Bantan. Kepala sekolah mengapresiasi mahasiswa Kukerta UNRI yang telah menghadirkan kegiatan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional.
Baca juga:Rabies Jadi Ancaman, Mahasiswa KUKERTA UNRI Edukasi Siswa SDN 25 Bantan tentang Pencegahan Sejak Dini
“Kami mengucapkan terima kasih kepada mahasiswa Kukerta Universitas Riau yang sudah menyelenggarakan kegiatan ini untuk anak-anak kami. Perlombaan seperti ini sangat baik karena tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga membantu meningkatkan kreativitas dan rasa percaya diri siswa,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan semacam itu memberikan warna berbeda dalam aktivitas siswa. Anak-anak dapat belajar sekaligus bersenang-senang melalui perlombaan yang dikemas secara edukatif.
“Anak-anak menjadi lebih berani untuk tampil, mencoba, dan menunjukkan kemampuan mereka,” tambahnya.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau
Suasana semakin meriah ketika para pemenang diumumkan. Kegembiraan terpancar dari wajah siswa yang berhasil meraih juara, sementara peserta lainnya tetap mendapatkan pengalaman berharga karena telah berani mengikuti perlombaan hingga selesai.
Bagi mahasiswa Kukerta UNRI, keberhasilan kegiatan tidak hanya diukur dari jumlah pemenang, tetapi juga dari keberanian setiap anak untuk berpartisipasi. Pengalaman berkompetisi secara sportif diharapkan dapat menjadi bekal positif bagi siswa dalam proses belajar dan kehidupan sehari-hari.