SMM PANEL INDO

Pembuatan Tungku Roket Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Minim Asap di Desa Perkebunan Sungai Parit Inhu Oleh Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI

datariau.com
52 view
Pembuatan Tungku Roket Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Minim Asap di Desa Perkebunan Sungai Parit Inhu Oleh Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI

INDRAGIRI HULU, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Berdampak Universitas Riau (UNRI) Membangun Kampung 2026 melaksanakan program kerja pembuatan Tungku Roket (Rocket Stove) sebagai solusi pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih sehat dan ramah lingkungan di Desa Perkebunan Sungai Parit, Kecamatan Sungai Lala, Kabupaten Indragiri Hulu. Program yang berlangsung sejak 21 hingga 31 Juli 2026 tersebut dipimpin oleh Ketua Kelompok KUKERTA, Ryan Aditya Prayoga, bersama seluruh anggota kelompok dengan melibatkan Ketua Pemuda dan para pemuda desa dalam proses pembangunannya.

Program ini hadir sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga yang masih banyak dilakukan melalui pembakaran terbuka. Cara tersebut menghasilkan asap tebal yang tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai gangguan kesehatan pernapasan, termasuk Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Melalui inovasi Tungku Roket, mahasiswa KUKERTA menghadirkan teknologi sederhana yang mampu membakar sampah dengan proses pembakaran yang lebih efisien sehingga menghasilkan asap jauh lebih sedikit dibandingkan metode pembakaran konvensional. Dengan demikian, risiko paparan asap terhadap masyarakat dapat ditekan sekaligus mendukung terciptanya lingkungan yang lebih sehat.

Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Sulap Ember Bekas Jadi Tong Sampah, Dorong Budaya Reuse di Desa Lubuk Jering


Ketua Kelompok KUKERTA Berdampak UNRI Desa Perkebunan Sungai Parit, Ryan Aditya Prayoga, mengatakan bahwa program tersebut dirancang sebagai bentuk penerapan teknologi tepat guna yang mudah dibuat, murah, dan dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.

"Tungku roket merupakan alternatif sederhana yang dapat membantu masyarakat mengelola sampah rumah tangga dengan lebih baik. Harapannya, masyarakat tidak lagi bergantung pada pembakaran terbuka yang menghasilkan banyak asap sehingga kesehatan dan kualitas lingkungan dapat lebih terjaga," ujarnya.

Pelaksanaan program diawali dengan koordinasi bersama Pemerintah Desa Perkebunan Sungai Parit mengenai konsep pembangunan serta penentuan lokasi. Dalam pemaparan program kerja mahasiswa, Sekretaris Desa Perkebunan Sungai Parit, Marhadi, mengusulkan agar tungku dibangun di kawasan pasar desa yang berada di dekat kantor desa.

Baca juga:KUKERTA UNRI Resmikan Peta Administrasi dan Edukasi Pemilahan Sampah, Wujudkan Desa Koto Tuo yang Tertata dan Berkelanjutan


Lokasi tersebut dipilih karena dinilai strategis, mudah dijangkau masyarakat, serta dapat dimanfaatkan sebagai fasilitas bersama sekaligus menjadi contoh penerapan pengelolaan sampah yang lebih baik bagi warga.

Setelah lokasi ditetapkan, mahasiswa bersama para pemuda desa mulai mengerjakan pembangunan tungku secara bergotong royong. Seluruh proses dilakukan mulai dari persiapan bahan, pemotongan batako, penyusunan struktur pembakaran, hingga pemasangan saluran udara yang menjadi bagian penting dari desain tungku roket.

Tungku dibangun menggunakan susunan batako yang membentuk ruang pembakaran vertikal. Desain tersebut memungkinkan udara mengalir secara optimal sehingga proses pembakaran berlangsung lebih sempurna, menghasilkan panas yang lebih tinggi, sekaligus mengurangi produksi asap.

Semangat gotong royong tampak selama proses pembangunan berlangsung. Mahasiswa KUKERTA dan para pemuda desa bekerja bersama menyelesaikan setiap tahapan pembangunan hingga tungku selesai dibangun sesuai dengan rancangan yang telah disepakati.

Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau


Setelah pembangunan rampung, mahasiswa kemudian melakukan uji coba dengan membakar sampah rumah tangga. Pengujian dilakukan untuk memastikan seluruh fungsi tungku berjalan dengan baik sekaligus membandingkan hasil pembakaran dengan metode pembakaran terbuka yang selama ini digunakan masyarakat.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa tungku roket mampu membakar sampah secara efektif dengan menghasilkan asap yang jauh lebih sedikit dibandingkan pembakaran konvensional. Kondisi tersebut diharapkan mampu mengurangi pencemaran udara di lingkungan sekitar sekaligus menekan risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap pembakaran.

Sekretaris Desa Perkebunan Sungai Parit, Marhadi, menyampaikan apresiasi atas inovasi yang dihadirkan mahasiswa KUKERTA. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta menjadi solusi sederhana yang dapat diterapkan di lingkungan desa.

"Programnya sangat bagus, karena sampah yang dibakar menghasilkan asap yang minim. Semoga program ini dapat menjadi contoh bagi warga," katanya.

Selain menghadirkan fasilitas pengelolaan sampah, program ini juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan melalui pengelolaan sampah yang benar. Mahasiswa berharap keberadaan tungku roket dapat meningkatkan kesadaran masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan membakar sampah secara terbuka yang selama ini masih banyak dilakukan.

Kolaborasi antara mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI, Pemerintah Desa Perkebunan Sungai Parit, serta para pemuda desa menjadi bukti bahwa inovasi sederhana dapat memberikan dampak positif apabila dikerjakan secara bersama-sama. Melalui semangat gotong royong, program ini tidak hanya menghasilkan sebuah fasilitas, tetapi juga membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Melalui program KUKERTA Berdampak Universitas Riau Membangun Kampung 2026 ini, mahasiswa berharap tungku roket dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat sebagai solusi pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih ramah lingkungan, mengurangi pencemaran udara, menekan risiko penyakit pernapasan, serta menjadi contoh inovasi teknologi tepat guna yang dapat direplikasi di desa-desa lainnya.***

Penulis
: Imelda Triani
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)