KAMPAR, datariau.com - Pemanfaatan energi matahari mulai dikembangkan untuk mendukung sektor pertanian yang lebih efisien dan berkelanjutan di Kelurahan Batu Bersurat, Kecamatan XIII Koto Kampar, Kabupaten Kampar, Riau.
Melalui Program Desa Energi Berdikari (DEB) Sobat Bumi Universitas Riau PF’12, tim mahasiswa Universitas Riau menghadirkan inovasi irigasi berbasis energi surya, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta edukasi energi terbarukan dan pelestarian lingkungan. Program tersebut berlangsung selama periode Juni hingga Oktober 2026.
Program ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang telah tersedia agar memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung aktivitas pertanian.
Salah satu hasil utama program tersebut adalah pengembangan sistem irigasi sprinkler untuk membantu Kelompok Tani Batobo mengelola lahan pertanian seluas sekitar 0,25 hektare.
Sistem irigasi ini dilengkapi 29 titik sprinkler yang didukung PLTS hybrid dengan kapasitas total 1.560 watt peak (Wp).
Berdasarkan perhitungan teknis, sistem tersebut berpotensi menghasilkan energi sebesar 6,24 kWh per hari, menghemat biaya listrik sekitar Rp3,2 juta per tahun, serta mengurangi emisi karbon hingga 1,9 ton CO₂ per tahun.
Dosen pendamping program, Sispa Pebrian, S.P., M.Si., mengatakan keberhasilan program pengabdian kepada masyarakat tidak hanya diukur dari penerapan teknologi, tetapi juga dari keberlanjutan manfaat yang dihasilkan.
“Teknologi yang diterapkan harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat dalam jangka panjang. Karena itu, penguatan kapasitas masyarakat serta pengelolaan fasilitas secara berkelanjutan menjadi bagian penting dari program ini,” ujar Sispa.
Olah Potensi Lokal, Buka Peluang Usaha Masyarakat
Selain mendukung sektor pertanian, DEB Sobat Bumi Universitas Riau PF’12 juga mendorong peningkatan nilai tambah hasil pertanian melalui pelatihan pembuatan dendeng pucuk ubi.
Sebanyak 10 anggota PKK Kelurahan Batu Bersurat mengikuti pelatihan yang meliputi proses pengolahan hingga pengemasan produk.
Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam memperkenalkan diversifikasi produk berbasis potensi lokal sekaligus membuka peluang usaha rumah tangga.
Melalui keterampilan tersebut, masyarakat diharapkan dapat mengolah hasil pertanian menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi sehingga mampu membuka peluang usaha secara mandiri.
Local hero program, Afrizal, juga diharapkan dapat menjadi penggerak partisipasi masyarakat sekaligus membantu menjaga keberlanjutan hasil kegiatan.
“Harapannya, fasilitas irigasi yang telah dikembangkan dapat dijaga dan dimanfaatkan bersama, sementara keterampilan pengolahan hasil pertanian dapat menjadi peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha secara mandiri,” ujar Afrizal.
Edukasi Lingkungan Sasar Pelajar hingga Kawasan Mangrove
Tidak hanya menyasar sektor pertanian dan ekonomi masyarakat, program ini juga memperluas dampaknya melalui kegiatan edukasi energi dan lingkungan.
Sejumlah lembaga pendidikan yang menjadi sasaran kegiatan di antaranya SMAN 1 Batu Bersurat, SMPN 1 XIII Koto Kampar, dan SDN 003 Lingkungan Batu Bersurat. Edukasi juga dilaksanakan di kawasan konservasi mangrove Bandar Bakau, Kota Dumai.
Rangkaian kegiatan tersebut meliputi edukasi lingkungan, penanaman bibit matoa, sosialisasi beasiswa, edukasi biopori, pelatihan ecoprint, pengenalan ekosistem mangrove, hingga aksi bersih kawasan pesisir.
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memperkenalkan pentingnya energi terbarukan dan pembangunan berkelanjutan kepada generasi muda.
Ketua DEB Sobat Bumi Universitas Riau PF’12, Nadira Shakila, mengatakan kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengembangkan manfaat program.
“Pengabdian bukan hanya tentang menghadirkan inovasi, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki kesempatan untuk memanfaatkan, merawat, dan mengembangkan hasil program. Kolaborasi dengan masyarakat menjadi kunci agar dampaknya dapat terus berlanjut,” ujar Nadira.
Melalui integrasi teknologi irigasi berbasis energi surya, pemberdayaan ekonomi, dan edukasi lingkungan, DEB Sobat Bumi Universitas Riau PF’12 berupaya mendorong kemandirian masyarakat dengan memanfaatkan potensi lokal.
Ke depan, penguatan kapasitas kelompok tani, pengelolaan fasilitas, pendampingan usaha, serta pemasaran produk menjadi aspek penting agar manfaat program tetap berkembang meskipun rangkaian kegiatan telah berakhir.
Program ini mendapat dukungan Pertamina Foundation melalui Program Desa Energi Berdikari (DEB) Sobat Bumi, dengan melibatkan Kelompok Tani Batobo, PKK, serta berbagai mitra pendidikan dan lingkungan.***