DATARIAU.COM-elajar biologi bukan hanya menghafal istilah dan proses kehidupan. Kita juga perlu memahami bagaimana kehidupan bekerja, bagaimana pengetahuan tentang kehidupan diperoleh, dan bagaimana ilmu itu sebaiknya digunakan. Hal-hal tersebut dapat ditelaah melalui filsafat pendidikan biologi.
Dalam Filsafat Pendidikan Biologi, L. N. Firdaus (2025) menjelaskan tiga landasan untuk memahami pendidikan biologi, yaitu ontologi, epistemologi, dan aksiologi. Ontologi berkaitan dengan hakikat kehidupan dan objek kajian biologi. Epistemologi membahas cara memperoleh dan menguji pengetahuan. Aksiologi membahas nilai, etika, dan tanggung jawab dalam penggunaan ilmu. Dengan kerangka tersebut, saya menelaah buku Biologi untuk SMA/MA Kelas XII karya Dewi dan rekan-rekan (2022), yang memuat materi tentang proses kehidupan, pewarisan sifat, evolusi, dan penerapan biologi.
Buku ini menyusun pembahasan dari proses yang terjadi di dalam sel menuju perubahan sifat makhluk hidup dan pemanfaatan ilmu biologi. Pembaca terlebih dahulu mengenal enzim dan metabolisme, termasuk fotosintesis, respirasi, fermentasi, serta proses pembentukan dan penggunaan energi. Materi ini memberi gambaran bahwa kehidupan berlangsung melalui reaksi yang saling berhubungan. Setelah itu, pembahasan beralih pada DNA, RNA, kromosom, sintesis protein, pembelahan sel, dan pewarisan sifat. Hubungan antara materi genetik dan sifat makhluk hidup menjadi lebih mudah dipahami karena pembaca diajak melihat proses kehidupan dari tingkat molekul dan sel.
Dari pembahasan pewarisan sifat, buku kemudian membawa siswa pada evolusi dan perubahan populasi. Siswa mempelajari gagasan tentang evolusi, seleksi alam dan buatan, mutasi, hanyutan genetik, serta aliran gen. Buku juga menyajikan bukti yang digunakan untuk memahami evolusi, seperti fosil, persamaan struktur tubuh, embriologi, dan kemiripan materi genetik. Menurut saya, hubungan antarmateri ini membantu pembaca melihat bahwa kehidupan tidak bersifat tetap. Makhluk hidup memiliki variasi, dan perubahan dapat dipahami dengan mempelajari bukti serta proses yang berlangsung dari waktu ke waktu.
Jika dilihat dari aspek ontologi, isi buku mencerminkan kehidupan sebagai rangkaian proses yang berhubungan, mulai dari reaksi sel hingga perubahan populasi. Kekuatan pendekatan ini adalah siswa tidak hanya berhadapan dengan definisi, tetapi dapat melihat hubungan antara proses-proses biologis. Walaupun begitu, hubungan materi molekuler dengan organisme dan lingkungannya dapat dibuat lebih menonjol agar gambaran kehidupan terasa semakin utuh.
Buku ini juga mengajak siswa belajar melalui percobaan, pengamatan, diskusi, analisis gambar dan data, pencarian informasi, serta penyusunan laporan. Contohnya, siswa mengamati kerja enzim katalase pada kondisi yang berbeda, menganalisis bukti evolusi, dan membuat kladogram. Kegiatan seperti ini sejalan dengan epistemologi karena pengetahuan biologi tidak hanya diterima sebagai fakta, tetapi dipelajari melalui pengamatan dan penalaran. Namun, beberapa kegiatan sudah memiliki langkah dan pertanyaan yang cukup terarah. Siswa perlu mendapat kesempatan untuk merumuskan pertanyaan, memilih sumber, dan menjelaskan kesimpulan dengan kata-kata sendiri.
Setelah membahas dasar-dasar kehidupan dan perubahan makhluk hidup, buku memperkenalkan bioteknologi konvensional dan modern. Siswa mempelajari berbagai penerapan, seperti fermentasi, bioremediasi, kultur jaringan, rekayasa genetika, organisme transgenik, kloning, antibodi monoklonal, sel punca, dan penyuntingan gen. Contoh-contoh itu menghubungkan biologi dengan pangan, kesehatan, pertanian, dan lingkungan. Bagian bioetika mengajak siswa mempertimbangkan manfaat, risiko, dan dampak dari penggunaan teknologi tersebut.
Pada bagian ini, landasan aksiologi terlihat jelas. Ilmu biologi dapat membantu menyelesaikan masalah, tetapi penggunaannya juga membawa tanggung jawab. Menurut saya, pembahasan bioetika merupakan bagian penting karena siswa diajak bertanya bukan hanya tentang apa yang bisa dilakukan, tetapi juga tentang akibat dan nilai yang perlu dipertimbangkan. Pembahasannya akan lebih kuat jika siswa mendapat panduan untuk menilai persoalan dari beberapa sisi, seperti keselamatan, kesejahteraan, keadilan, dan dampaknya terhadap lingkungan.
Satu kegiatan yang perlu dipandu dengan cermat adalah debat pro dan kontra teori evolusi Darwin pada Aktivitas 3.24. Debat dapat melatih siswa menyampaikan alasan, tetapi guru perlu menekankan bahwa pengetahuan ilmiah dinilai melalui bukti dan metode. Tanpa arahan tersebut, siswa bisa menangkap kesan bahwa semua posisi memiliki dukungan ilmiah yang sama. Diskusi akan lebih sesuai dengan tujuan epistemologi jika siswa membandingkan bukti, cara penyusunan penjelasan, dan perkembangan gagasan ilmiah.
Kelebihan dan Kekurangan Buku
Kelebihan buku ini terletak pada susunan materi yang luas dan berurutan. Penjelasan dilengkapi gambar, contoh, latihan, praktikum, diskusi, proyek, dan kegiatan mencari informasi. Sejumlah kegiatan menghubungkan konsep dengan pengalaman sehari-hari, sehingga siswa memiliki kesempatan untuk belajar secara aktif. Pembahasan bioetika juga membantu memperlihatkan bahwa ilmu biologi berhubungan dengan nilai dan tanggung jawab.
Sebagian kegiatan masih sangat bergantung pada langkah dan pertanyaan yang disediakan buku. Kegiatan seperti ini dapat menjadi latihan awal, tetapi siswa juga perlu berlatih merancang penyelidikan, menilai sumber, dan membangun kesimpulan sendiri. Buku dapat memberi arahan yang lebih jelas tentang cara menilai apakah suatu sumber informasi dapat dipercaya.
Selain itu, pembahasan evolusi melalui debat pro dan kontra memerlukan pendampingan agar siswa memahami bagaimana bukti digunakan dalam ilmu pengetahuan. Pembahasan bioetika juga dapat dilengkapi dengan panduan yang lebih teratur supaya siswa tidak berhenti pada jawaban setuju atau tidak setuju, tetapi mampu menjelaskan alasan dan dampak yang menjadi pertimbangannya.
Menurut saya, Biologi untuk SMA/MA Kelas XII menyajikan gambaran yang cukup menyeluruh tentang kehidupan, dari proses di dalam sel hingga penerapan biologi dalam masyarakat. Materi dan kegiatannya memberi peluang bagi siswa untuk memahami konsep, mengamati bukti, berdiskusi, dan memikirkan tanggung jawab dalam penggunaan ilmu.
Dengan landasan filsafat pendidikan biologi dari Prof. Dr. L. N. Firdaus, M.Si, buku ini dapat dibaca melalui hakikat kehidupan yang dipelajari, cara pengetahuan diperoleh, dan nilai yang menyertai penerapan biologi. Buku ini layak digunakan sebagai sumber belajar. Agar manfaatnya lebih terasa, guru perlu mendorong siswa berpikir mandiri, menilai bukti dan sumber informasi, serta mempertimbangkan dampak etis dari perkembangan biologi.***
*Mahasiswi Program Magister Pendidikan Biologi, FKIP, Universitas Riau