Perkuat Literasi Lingkungan, Magister Pendidikan Biologi Universitas Riau Gelar Sekolah Siaga Mitigasi Karhutla di SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru

Samsul
97 view
Perkuat Literasi Lingkungan, Magister Pendidikan Biologi Universitas Riau Gelar Sekolah Siaga Mitigasi Karhutla di SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru
Peserta didik SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru bersama tim pengabdian kepada masyarakat Program Studi Magister Pendidikan Biologi Universitas Riau. 

PEKANBARU, datariau.com-Program Studi Magister Pendidikan Biologi, Universitas Riau, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertajuk “Sekolah Siaga Mitigasi Karhutla: Penguatan Literasi dan Analisis Risiko Kebakaran Hutan dan Lahan bagi Siswa SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru” pada Senin (26/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru ini bertujuan memperkuat literasi lingkungan dan meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai penyebab, dampak, serta upaya mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pendidikan lingkungan yang kontekstual dengan permasalahan di Provinsi Riau. Ancaman karhutla, khususnya pada ekosistem gambut, tidak hanya berdampak pada kerusakan hutan dan lahan, tetapi juga mengganggu keanekaragaman hayati, menurunkan kualitas udara, serta menimbulkan risiko bagi kesehatan masyarakat.

Kegiatan Sekolah Siaga Mitigasi Karhutla dirancang menggunakan pendekatan game-based learning atau pembelajaran berbasis permainan. Pendekatan ini mendorong peserta didik terlibat aktif dalam proses pembelajaran melalui kegiatan interaktif, diskusi, dan pemecahan masalah yang berkaitan dengan kondisi lingkungan.

Rangkaian kegiatan mencakup penyampaian materi mengenai karakteristik ekosistem rawa gambut dan kerentanannya terhadap karhutla, serta tantangan pengendalian kebakaran pada lahan gambut. Materi tersebut dirancang untuk membantu peserta didik memahami keterkaitan antara kondisi ekosistem, aktivitas manusia, dan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Selain penyampaian materi, kegiatan juga dirancang melibatkan kuis interaktif, investigasi studi kasus, diskusi kelompok, dan simulasi peran. Melalui aktivitas tersebut, peserta didik diajak mengidentifikasi faktor penyebab karhutla, menganalisis dampaknya terhadap lingkungan dan masyarakat, serta mendiskusikan alternatif tindakan pencegahan.

Kegiatan diskusi memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk bertukar gagasan dan menyusun hasil analisis berdasarkan permasalahan yang dikaji. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berfokus pada penguasaan informasi, tetapi juga pada pengembangan kemampuan berpikir kritis dan pemahaman terhadap pentingnya mitigasi bencana lingkungan.

Kampanye Kreatif sebagai Bentuk Kepedulian Lingkungan

Salah satu bentuk kegiatan yang dirancang dalam program ini adalah penyusunan infografis atau poster kampanye pencegahan karhutla. Melalui kegiatan tersebut, peserta didik didorong menyampaikan pesan lingkungan secara kreatif dan mengomunikasikan pentingnya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Karya kampanye menjadi sarana untuk menghubungkan pemahaman peserta didik dengan pesan edukasi yang dapat disampaikan kepada orang lain. Pesan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesadaran bahwa pencegahan karhutla memerlukan tanggung jawab bersama, baik dari individu, sekolah, masyarakat, maupun pemangku kepentingan terkait.

Membangun Generasi Muda yang Peduli terhadap Konservasi

Penguatan literasi karhutla memiliki keterkaitan erat dengan pendidikan biologi dan konservasi. Pemahaman mengenai ekosistem gambut, keanekaragaman hayati, serta dampak kebakaran terhadap lingkungan merupakan bagian penting dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap pelestarian sumber daya alam.

Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan mampu memahami bahwa karhutla bukan hanya persoalan kebakaran, melainkan juga permasalahan ekologis dan sosial yang memerlukan upaya pencegahan secara berkelanjutan. Edukasi lingkungan di sekolah menjadi salah satu langkah untuk menumbuhkan kepedulian dan mendorong partisipasi generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Kegiatan Sekolah Siaga Mitigasi Karhutla juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 13 tentang Penanganan Perubahan Iklim, dan SDG 15 tentang Ekosistem Daratan. Upaya mengurangi dampak asap terhadap kesehatan juga berkaitan dengan SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera.

Melalui kolaborasi perguruan tinggi dan sekolah, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung penguatan pendidikan lingkungan yang relevan dengan kondisi daerah serta menumbuhkan generasi muda yang memiliki pengetahuan, kepedulian, dan tanggung jawab terhadap upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.

Sumber: Proposal Pengabdian kepada Masyarakat dan Term of Reference (TOR) kegiatan Sekolah Siaga Mitigasi Karhutla, Program Studi Magister Pendidikan Biologi, Universitas Riau, 2026.

Penulis
: Adelina Christine Br Simatupang
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)