Mahasiswa UMRI Edukasi Anti-Bullying di SD Islam Al Azhar 54 Pekanbaru, Tanamkan Semangat Bela Negara Sejak Dini

datariau.com
140 view
Mahasiswa UMRI Edukasi Anti-Bullying di SD Islam Al Azhar 54 Pekanbaru, Tanamkan Semangat Bela Negara Sejak Dini
Foto: Muhammad Adzka Al Faruqi
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar sosialisasi bertema "Sekolah Aman Tanpa Bullying" di SD Islam Al Azhar 54 Pekanbaru, Jumat (5/6/2026).

PEKANBARU, datariau.com - Sebagai wujud nyata pengamalan nilai-nilai bela negara di lingkungan pendidikan, sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar sosialisasi bertema "Sekolah Aman Tanpa Bullying" di SD Islam Al Azhar 54 Pekanbaru, Jumat (5/6/2026).

Kegiatan ini digagas sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan (bullying), sekaligus menanamkan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda sejak usia dini.

Tim mahasiswa yang terlibat dalam kegiatan tersebut terdiri dari Muhammad Adzka Al Faruqi, Zikri Fadillah, dan Muhammad Ikhsan. Ketiganya menyampaikan materi secara interaktif kepada para siswa yang tampak antusias mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir.

Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa bullying merupakan tindakan menyakiti orang lain yang dilakukan secara sengaja dan berulang, baik melalui perkataan, tindakan fisik, maupun media sosial. Perilaku tersebut dapat menimbulkan rasa takut, sedih, hingga ketidaknyamanan bagi korban dalam menjalani aktivitas belajar di sekolah.

"Sekolah yang aman dan bebas bullying sangat penting agar siswa dapat belajar dengan tenang, percaya diri, serta berani mengembangkan potensi yang dimiliki," ujar salah satu pemateri di hadapan peserta.

Baca juga:Mahasiswa UMRI Ajak Siswa SD IT Insan Utama II Pekanbaru Memahami Makna Bela Negara Sejak Usia Dini


Para siswa juga diperkenalkan dengan berbagai bentuk bullying yang kerap terjadi di lingkungan sekolah. Mulai dari bullying fisik seperti memukul, menendang, dan mendorong teman, bullying verbal berupa ejekan dan hinaan, bullying sosial seperti mengucilkan teman dari pergaulan, hingga cyberbullying yang dilakukan melalui media sosial atau pesan digital.

Selain itu, mahasiswa UMRI turut mengulas berbagai faktor yang dapat memicu terjadinya bullying, di antaranya kurangnya pemahaman tentang sikap saling menghargai, pengaruh lingkungan pergaulan yang negatif, keinginan untuk menunjukkan kekuasaan, serta minimnya pengawasan dari orang dewasa.

Mereka menegaskan bahwa dampak bullying tidak bisa dianggap sepele. Korban dapat mengalami kehilangan rasa percaya diri, stres, menurunnya motivasi belajar, hingga gangguan kesehatan mental dan perkembangan sosial dalam jangka panjang.

Baca juga:Mahasiswa UMRI Tanamkan Semangat Bela Negara kepada Siswa SMA An-Namiroh Pekanbaru


Sebagai langkah pencegahan, siswa diajak untuk membiasakan sikap saling menghormati, menjalin pertemanan yang positif, menghindari perkataan maupun tindakan yang menyakiti orang lain, serta berani melaporkan tindakan bullying kepada guru apabila melihat atau mengalaminya secara langsung.

Mahasiswa juga menekankan pentingnya peran guru dan pihak sekolah dalam mengawasi perilaku siswa, memberikan edukasi mengenai bahaya bullying, serta menindak tegas setiap bentuk perundungan yang terjadi di lingkungan sekolah.

Tidak hanya itu, para siswa diajak memahami peran mereka dalam menciptakan sekolah yang aman dan nyaman, yakni dengan bersikap ramah, tidak ikut melakukan bullying, membantu teman yang menjadi korban, serta berani menyuarakan bahwa bullying adalah tindakan yang salah.

Baca juga:Melalui Penyuluhan Bela Negara, Mahasiswa UMRI Perkuat Karakter dan Nasionalisme Siswa SDN 148 Pekanbaru


Suasana sosialisasi semakin hidup saat sesi tanya jawab berlangsung. Para siswa aktif mengajukan berbagai pertanyaan, mulai dari cara menghadapi teman yang suka mengejek, langkah yang harus dilakukan ketika melihat temannya dibully, hingga cara melaporkan kasus bullying kepada guru.

Perwakilan kelompok mahasiswa, Muhammad Adzka Al Faruqi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menanamkan semangat bela negara melalui tindakan sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak.

"Bela negara tidak hanya soal mempertahankan negara dari ancaman luar, tetapi juga bagaimana kita menjaga persatuan dan rasa aman di lingkungan terdekat, termasuk di sekolah. Dengan menghindari bullying dan saling menghargai sesama teman, anak-anak sebenarnya sudah ikut mengamalkan nilai-nilai bela negara sejak dini," ujarnya.

Baca juga:Mahasiswa UMRI Tanamkan Semangat Bela Negara kepada Siswa SD Al Rasyid Pekanbaru


Sementara itu, Zikri Fadillah berharap edukasi anti-bullying dapat terus digaungkan agar siswa memiliki pemahaman yang baik dan keberanian untuk bertindak ketika menemukan kasus perundungan.

"Kami berharap melalui sosialisasi ini, adik-adik di SD Islam Al Azhar 54 Pekanbaru dapat lebih memahami bahaya bullying dan berani bersikap jika menemukan hal tersebut di lingkungannya, baik sebagai korban, saksi, maupun mencegah dirinya sendiri agar tidak menjadi pelaku," katanya.

Penulis
: Muhammad Adzka Al Faruqi
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)