SMM PANEL INDO

Mahasiswa Kukerta UNRI Sulap Potensi Ikan Desa Perhentian Luas Jadi Abon Bernilai Ekonomi

datariau.com
137 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Sulap Potensi Ikan Desa Perhentian Luas Jadi Abon Bernilai Ekonomi

PERHENTIAN LUAS, datariau.com - Potensi perikanan darat di Desa Perhentian Luas, Kabupaten Kampar, mulai didorong menjadi sumber penghasilan baru bagi masyarakat. Melalui program Kukerta Berdampak Universitas Riau (UNRI) 2026, mahasiswa menggelar Sosialisasi Pemberdayaan Perempuan dan Pelatihan Inovasi Pembuatan Abon Ikan.

Kegiatan yang berlangsung selama periode pengabdian 22 Juni hingga 30 Juli 2026 tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat, khususnya kaum perempuan dan kader PKK Desa Perhentian Luas.

Program ini menjadi bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga mengajak warga memanfaatkan potensi lokal agar memiliki nilai tambah secara ekonomi.

Desa Perhentian Luas selama ini dikenal memiliki potensi perikanan darat dan budidaya ikan yang cukup melimpah. Namun, hasil panen masyarakat umumnya masih dijual dalam kondisi segar.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Latih Warga Desa Pulau Palas Olah Abon Ikan dan Briket Bernilai Ekonomi


Kondisi tersebut membuat nilai jual ikan sangat bergantung pada harga pasar. Ketika harga turun, pendapatan pembudidaya pun ikut tertekan.

Melihat persoalan tersebut, mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI 2026 Desa Perhentian Luas berinisiatif memperkenalkan diversifikasi pangan melalui pengolahan ikan menjadi abon.

Produk tersebut dinilai memiliki sejumlah keunggulan karena lebih tahan lama, memiliki kandungan gizi, mudah dikonsumsi serta berpotensi dipasarkan sebagai produk olahan unggulan desa.

Kegiatan dipusatkan di Balai Desa Perhentian Luas dan diikuti jajaran Pemerintahan Desa, pengurus dan anggota PKK, serta ibu-ibu dan masyarakat setempat.

Antusiasme peserta terlihat saat mahasiswa memberikan penjelasan sekaligus mempraktikkan secara langsung proses pembuatan abon ikan.

Ketua Kukerta Berdampak UNRI 2026 Desa Perhentian Luas, Muhammad Habib Multazam, mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan keterampilan praktis kepada perempuan dan masyarakat agar mampu mengoptimalkan potensi perikanan yang dimiliki desa.

Menurutnya, pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah dapat menjadi salah satu langkah awal dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.

“Pelatihan ini dirancang khusus untuk mengedukasi ibu-ibu dan masyarakat agar mampu mengoptimalkan kekayaan hasil perikanan desa sekaligus melakukan pemberdayaan perempuan agar lebih mandiri secara ekonomi,” ujarnya.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Latih Warga Desa Sungai Batang Olah Abon Ikan Lomek dan Tongkol Bernilai Ekonomi Tinggi


Sementara itu, Pj Kepala Desa Perhentian Luas, Sasriadi, S.Pd., mengapresiasi program yang digagas mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI tersebut.

Ia menilai pelatihan pemberdayaan perempuan dan pembuatan abon ikan memberikan pengetahuan serta keterampilan baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

“Baik acara kegiatan hari ini yang ditaja oleh mahasiswa Kukerta Berdampak Universitas Riau 2026 bersama ibu-ibu PKK di Desa Perhentian Luas dalam rangka pemberdayaan perempuan dan pembuatan abon ikan sangat menunjang sekali untuk perempuan-perempuan Indonesia di Perhentian Luas. Terima kasih,” ujarnya.

Memasuki sesi inti, peserta diajak mengikuti praktik pembuatan abon ikan secara langsung. Proses dimulai dari pengukusan ikan, kemudian daging ikan disuwir hingga siap diolah.

Selanjutnya, peserta diperkenalkan dengan bahan-bahan bumbu seperti bawang putih, bawang merah, gula merah dan santan. Seluruh bahan kemudian diolah bersama daging ikan hingga menghasilkan abon dengan tekstur kering, gurih dan siap dikemas.

Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau


Praktik langsung tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena peserta tidak hanya memperoleh teori, tetapi juga memiliki pengalaman membuat produk olahan ikan secara mandiri.

Mahasiswa Kukerta UNRI berharap keterampilan yang diberikan tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan. Ibu-ibu PKK dan masyarakat diharapkan dapat mengembangkan kemampuan tersebut menjadi kegiatan ekonomi produktif.

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)