Briket, Solusi Energi Alternatif Ramah Lingkungan Kampung Jayapura Siak

datariau.com
1.257 view
Briket, Solusi Energi Alternatif Ramah Lingkungan Kampung Jayapura Siak
Foto: Bagas Satrio Lesmana
Foto bersama para petani setelah kegiatan sosialisasi dan demostrasi pembuatan Briket dari sekam padi pada Selasa (25/7/2023) di Dusun III Kampung Jayapura.

SIAK, datariau.com - Kelompok Kukerta Mahasiswa Universitas Riau bekerja sama dengan perangkat Kampung Jayapura dalam mengadakan acara Sosialisasi Briket dari Sekam Padi di Kampung Jayapura, Kecamatan Bungaraya, Siak.

Siak merupakan sebuah kabupaten yang terletak di Provinsi Riau, Indonesia. Siak memainkan peran penting dalam perekonomian dan kesejahteraan masyarakat setempat.

Siak memiliki potensi alam yang melimpah, terutama lahan subur dan curah hujan yang cukup tinggi sepanjang tahun sehingga cocok untuk pertanian.

Pertanian di Siak didominasi oleh tanaman pangan, seperti padi, jagung, dan ubi kayu. Padi merupakan tanaman utama yang ditanam di wilayah Jaya Pura, dengan varietas unggul yang dihasilkan secara lokal.

Para petani Siak menggunakan teknik pertanian modern dan tradisional yang mencakup penggunaan pupuk organik, pengendalian hama yang berkelanjutan, serta pemanfaatan irigasi yang efisien untuk mengoptimalkan produksi padi.

Sebagai pangan pokok, ketesediaan beras sangat diperlukan. Ketersediaan pangan ditentukan oleh produksi padi. Peningkaan produksi padi tecapai dengan menggunaan faktor produksinya yaitu lahan, tenaga kerja, benih padi, pupuk, dan penggunaan pestisida untuk pengendalan hama.

Pada tahun 2022 luas tanaman padi di Kabupaten Siak seluas 8.078 ha dengan produksi sebesar 45.423,8 ton dan produktivitas 4,87 ton/ha.

Daerah ini merupakan lahan sawah semi irigasi. Padi yang diperoleh akan diolah menjadi beras dengan alat modern yang memisahkan antara beras dengan sekam padi. Dalam hal ini mahasiswa kukerta UNRI 2023 mengolah limbah sekam padi menjadi bahan bakar alternatif rumahan (BRIKET).

Salah satu keunggulan utama dari briket ini adalah kemampuannya untuk menggantikan batu bara sebagai sumber energi. Briket dari sekam padi memiliki kandungan energi yang cukup tinggi dan dapat digunakan dalam berbagai sektor, termasuk pabrik, perhotelan, dan rumah tangga.

Selain itu, briket ini menghasilkan emisi karbon yang lebih rendah dibandingkan dengan batu bara, sehingga berpotensi mengurangi dampak pemanasan global.

Pak Alim, seorang petani di Desa Jaypura, merasa senang dengan peluang baru ini. "Kegiatan ini bisa membuka usaha rumahan dengan memanfaatkan sekam padi yang menumpuk yang biasanya dijual dengan harga relative murah," kata Pak Alim.

Mahasiswa Kukerta UNRI di Desa Jayapura melakukan sosisalisasi sekaligus demonstrasi mengenai cara pembuatan BRIKET yang dihadiri oleh petani dan para pemuda karang taruna setempat.

Pelaksanaan kegiatan berlokasi di Posko Kukerta UNRI Desa Jayapura. Kegiatan ini memberikan edukasi kepada para petani dan pemuda setempat bahwa limbah sekam padi masih dapat diolah kembali menjadi barang yang memiliki nilai guna dan jual lebih tinggi.

Dengan semakin banyaknya upaya inovatif semacam ini, masa depan lingkungan kita tampak lebih cerah. Terobosan seperti briket dari sekam padi memberikan inspirasi bahwa kita dapat mengatasi tantangan lingkungan dengan kecerdasan dan kolaborasi kita. (*)


Para petani saat kegiatan sosialisasi dan demostrasi pembuatan BRIKET dari Sekam Padi pada Selasa (25/7/2023) di Dusun III Kampung Jayapura.

Penulis
: Bagas Satrio Lesmana & Nur Fazlina
Editor
: Riki
Sumber
: Datariau.com
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)