KAMPAR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 di Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, menghadirkan papan informasi edukatif di kawasan wisata Lubang Kolam sebagai upaya mendukung pelestarian warisan sejarah sekaligus memperkuat identitas wisata sejarah desa.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pengembangan potensi lokal melalui pendekatan edukasi dan pelestarian budaya. Kehadiran papan informasi diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih baik kepada masyarakat maupun wisatawan mengenai nilai historis Lubang Kolam.
Lubang Kolam merupakan salah satu situs bersejarah di Desa Merangin yang dibangun pada masa kolonial Belanda sekitar tahun 1929 sebagai jalur penghubung antara wilayah Riau dan Sumatera Barat. Seiring berjalannya waktu, kawasan tersebut berkembang menjadi destinasi wisata yang menawarkan perpaduan nilai sejarah dan keindahan alam yang masih terjaga.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Melakukan Sosialisasi Penggunaan Aplikasi Belajar Online Kepada Guru SDN 017 Merangin
Meski telah menjadi salah satu tujuan wisata di Kabupaten Kampar, informasi mengenai sejarah dan makna penting Lubang Kolam dinilai masih belum tersampaikan secara optimal kepada pengunjung. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Kukerta UNRI untuk menginisiasi pembuatan papan informasi sebagai media edukasi yang bersifat informatif dan berkelanjutan.
Papan informasi tersebut memuat berbagai informasi penting, mulai dari sejarah Lubang Kolam, daya tarik kawasan wisata, dokumentasi lokasi, tata tertib pengunjung, tips selama berada di kawasan wisata, hingga informasi umum mengenai lokasi. Seluruh materi disusun dalam bentuk infografis yang komunikatif agar mudah dipahami oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

Dalam proses penyusunannya, mahasiswa terlebih dahulu melakukan observasi lapangan, mengumpulkan referensi sejarah, mendokumentasikan kondisi kawasan, serta berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Merangin. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan informasi yang disajikan memiliki nilai edukatif dan relevan sebagai sumber pengetahuan bagi masyarakat maupun wisatawan.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta BK UNRI Sosialisasi CTPS Pencegahan Stunting di SDN 017 Desa Merangin
Ketua Kelompok Kukerta Universitas Riau Desa Merangin mengatakan program tersebut lahir dari keinginan mahasiswa untuk memberikan kontribusi yang dapat terus dimanfaatkan oleh masyarakat meskipun masa pengabdian Kukerta telah berakhir.
"Melalui papan informasi ini kami ingin memperkenalkan kembali sejarah Lubang Kolam sekaligus menumbuhkan kesadaran bahwa situs ini merupakan warisan sejarah yang harus dijaga bersama. Kami berharap media informasi ini dapat mendukung pelestarian sekaligus pengembangan wisata sejarah di Desa Merangin," ujarnya.
Pemerintah Desa Merangin menyambut positif inisiatif mahasiswa Kukerta tersebut. Menurut pemerintah desa, keberadaan papan informasi akan semakin memperkuat identitas Lubang Kolam sebagai salah satu aset wisata sejarah yang dimiliki desa.
Baca juga:Peduli Lingkungan, Mahasiswa Kukerta UNRI Bagikan Tempat Sampah ke Masjid dan Surau di Desa Sawah
Selain menjadi sarana edukasi, papan informasi juga diharapkan mampu mendukung pengembangan kawasan wisata berbasis sejarah dan budaya sehingga pengunjung tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga memahami nilai historis yang terkandung di dalamnya.
Tak hanya menyajikan informasi sejarah, papan tersebut juga memuat berbagai imbauan kepada pengunjung untuk menjaga kebersihan kawasan, melestarikan lingkungan, serta tidak merusak situs bersejarah. Pesan-pesan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pelestarian warisan sejarah merupakan tanggung jawab bersama demi menjaga keberlangsungannya bagi generasi mendatang.
Melalui program ini, mahasiswa Kukerta Universitas Riau menunjukkan bahwa pengembangan sektor pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan daya tarik destinasi, tetapi juga harus diiringi dengan upaya menjaga nilai sejarah, budaya, serta identitas lokal. Kolaborasi antara mahasiswa, Pemerintah Desa Merangin, dan masyarakat diharapkan menjadi langkah berkelanjutan dalam melestarikan Lubang Kolam sebagai salah satu ikon wisata sejarah di Kabupaten Kampar.***