Mahasiswa Kukerta UNRI 2026 Gelar Workshop Ketahanan Pangan Mandiri, Kenalkan Budidaya Azolla dan POC Sabut Kelapa di Tembilahan Hulu

datariau.com
112 view
Mahasiswa Kukerta UNRI 2026 Gelar Workshop Ketahanan Pangan Mandiri, Kenalkan Budidaya Azolla dan POC Sabut Kelapa di Tembilahan Hulu

INDRAGIRI HILIR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 sukses melaksanakan program kerja bertajuk Workshop Ketahanan Pangan Mandiri di Kelurahan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir. Kegiatan ini mengusung inovasi budidaya Azolla sebagai pakan alternatif ternak dan ikan serta pemanfaatan limbah hijau menjadi pupuk organik cair (POC) berbahan dasar sabut kelapa.

Workshop tersebut diikuti oleh Kelompok Tani dan Ibu-Ibu PKK Pokja III Bidang Ketahanan Pangan Kelurahan Tembilahan Hulu. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan sumber daya lokal secara optimal, sehingga mampu mendukung ketahanan pangan sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan.

Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan yang dihadiri oleh Lurah Tembilahan Hulu, Drs. Abdurroni R., serta Kapolsek Tembilahan Hulu, IPTU Andrianto, S.H., M.H. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan nyata terhadap program pemberdayaan masyarakat yang digagas mahasiswa Kukerta Universitas Riau.

Baca juga:Mahasiswa KKN UNRI Edukasi Warga Desa Pangkalan Makmur Olah Limbah Organik Jadi Pupuk Kompos


Lurah Tembilahan Hulu, Drs. Abdurroni R., mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang menghadirkan solusi sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Menurutnya, inovasi yang diperkenalkan tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan warga apabila diterapkan secara berkelanjutan.

"Kami mendukung penuh kegiatan inovatif dari mahasiswa Kukerta UNRI ini. Saya berharap pelatihan ini memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat," ujarnya.

Senada dengan itu, Kapolsek Tembilahan Hulu, IPTU Andrianto, S.H., M.H., menilai workshop tersebut sebagai solusi cerdas dalam mengatasi persoalan limbah sabut kelapa yang selama ini menjadi keluhan masyarakat.

"Kegiatan ini menjawab keluhan masyarakat terkait limbah sabut kelapa. Perlu diingat, mengurai sampah dengan cara dibakar adalah pelanggaran hukum. Kehadiran mahasiswa memberi opsi pengolahan yang aman dan legal," tegasnya.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI 2026 Latih Warga Sungai Batang Olah Limbah Kulit Pinang Jadi Pupuk Organik


Workshop ini dilaksanakan berdasarkan kondisi nyata di Kelurahan Tembilahan Hulu yang merupakan salah satu sentra pengolahan kelapa di Kabupaten Indragiri Hilir. Aktivitas industri kelapa yang cukup tinggi menghasilkan limbah sabut kelapa dalam jumlah besar yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal dan sering menumpuk di sekitar lingkungan permukiman.

Di sisi lain, sebagian besar masyarakat juga mengembangkan usaha perikanan kolam serta peternakan ayam dan bebek. Namun, tingginya harga pakan menjadi salah satu kendala yang memengaruhi produktivitas usaha mereka.

Melihat potensi tersebut, mahasiswa Kukerta UNRI menghadirkan dua inovasi sederhana namun memiliki manfaat besar, yaitu budidaya Azolla sebagai pakan alternatif dan pemanfaatan sabut kelapa menjadi pupuk organik cair. Azolla dikenal sebagai tanaman air dengan kandungan protein yang tinggi sehingga berpotensi menjadi sumber pakan alami yang lebih ekonomis bagi ternak maupun ikan.

Baca juga: Perkuat Literasi Lingkungan Sejak Dini, KUKERTA UNRI Pangkalan Sesai 2026 Gelar Edukasi Cinta Lingkungan dan Pelatihan Pembuatan Kompos di SMPN 4 Dumai


Sementara itu, pengolahan sabut kelapa menjadi pupuk organik cair memberikan nilai tambah terhadap limbah yang sebelumnya hanya menjadi tumpukan sampah. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, POC yang dihasilkan juga dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesuburan tanaman sehingga mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa tidak hanya memberikan materi secara teori, tetapi juga mengajak peserta melakukan praktik langsung mulai dari proses budidaya Azolla hingga tahapan pembuatan pupuk organik cair berbahan sabut kelapa. Pendekatan praktik tersebut dilakukan agar masyarakat lebih mudah memahami sekaligus mampu menerapkannya secara mandiri setelah kegiatan berakhir.

Suasana workshop berlangsung interaktif. Para anggota Kelompok Tani maupun Ibu-Ibu PKK terlihat antusias mengikuti setiap sesi pelatihan. Banyak peserta yang aktif mengajukan pertanyaan karena baru pertama kali mengenal Azolla sebagai tanaman yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan.

Baca juga:Mahasiswa KKN UNRI Edukasi Warga Desa Lubuk Mas Olah Limbah Organik Menjadi Eco Enzyme


Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman baru mengenai pengolahan limbah sabut kelapa yang selama ini dianggap tidak bernilai menjadi produk pupuk organik cair yang bermanfaat bagi sektor pertanian.

Penulis
: Bagus Irawan
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)