Sulap Minyak Jelantah Jadi Bernilai, Mahasiswa KUKERTA UNRI Latih Ibu PKK Desa Sei Lembu Makmur Membuat Lilin Aromaterapi

Samsul
29 view
Sulap Minyak Jelantah Jadi Bernilai, Mahasiswa KUKERTA UNRI Latih Ibu PKK Desa Sei Lembu Makmur Membuat Lilin Aromaterapi

KAMPAR, datariau.com-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau Desa Sei Lembu Makmur melaksanakan pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi lilin sebagai salah satu program kerja pemberdayaan masyarakat. Kegiatan yang diikuti oleh ibu-ibu PKK Desa Sei Lembu Makmur. Kegiatan ini berlangsung di Balai Desa Sei Lembu Makmur, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, pada Senin (20/7/2026).

Kegiatan diawali dengan penyampaian materi oleh Siti Maghfiroh, mengenai pentingnya pemanfaatan minyak jelantah. Dalam pemaparannya, peserta diberikan pemahaman bahwa minyak jelantah yang selama ini sering dianggap sebagai limbah ternyata masih dapat diolah menjadi lilin aromaterapi yang bermanfaat dan bernilai ekonomi. Selain itu, peserta juga diajak memahami dampak pembuangan minyak jelantah secara sembarangan terhadap lingkungan serta pentingnya mengelola limbah rumah tangga secara bijak.

Siti Maghfiroh menjelaskan bahwa minyak jelantah yang dibuang ke saluran air dapat menyebabkan penyumbatan, mencemari sumber air, serta mengganggu keseimbangan ekosistem perairan. Pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi merupakan salah satu solusi sederhana yang dapat diterapkan oleh masyarakat untuk mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menghasilkan produk yang memiliki nilai jual. "Melalui pelatihan ini, kami berharap masyarakat tidak lagi membuang minyak jelantah sembarangan. Minyak jelantah yang selama ini dianggap sebagai limbah dapat diolah menjadi lilin yang bernilai ekonomi sehingga berpotensi menjadi peluang usaha bagi ibu-ibu PKK," ujarnya.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan lilin yang dipandu langsung oleh Siti Maghfiroh. Para peserta diperkenalkan dengan alat dan bahan yang digunakan, kemudian mengikuti setiap tahapan pembuatan, mulai dari proses penyaringan minyak jelantah, pencampuran bahan, hingga pencetakan lilin. Suasana pelatihan berlangsung interaktif dan penuh semangat. Ibu-ibu PKK tampak antusias mengikuti kegiatan ini. Antusiasme tersebut terlihat dari keaktifan peserta dalam mempraktikkan setiap tahapan pembuatan lilin, berdiskusi, serta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai teknik pengolahan dan peluang pemasaran produk hasil olahan minyak jelantah.

Pelatihan ini merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang dipersiapkan untuk menghadapi masa replanting kelapa sawit yang diperkirakan berlangsung sekitar dua tahun mendatang. Selama masa tersebut, sebagian masyarakat berpotensi mengalami penurunan pendapatan karena tanaman sawit belum memasuki masa produksi. ”Melalui keterampilan mengolah minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, diharapkan ibu-ibu PKK memiliki alternatif usaha rumahan yang dapat membantu meningkatkan pendapatan keluarga sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan,” katanya.

Melalui program ini mahasiswa Kukerta Universitas Riau Desa Sei Lembu Makmur berharap masyarakat semakin peduli terhadap pengelolaan limbah rumah tangga dan mampu memanfaatkan minyak jelantah menjadi produk yang bernilai ekonomi. Program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga mendorong tumbuhnya usaha kreatif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Sei Lembu Makmur.***

*Penulis: Tim Kukerta Universitas Riau Desa Sei Lembu Makmur 2026

JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)