KUANSING, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 menggelar sosialisasi pembuatan pestisida nabati berbahan alami kepada masyarakat Desa Rawang Oguang, Kecamatan Kuantan Hilir Seberang, Kabupaten Kuantan Singingi, Ahad (13/7/2026). Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada petani mengenai alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan dengan memanfaatkan bahan-bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar.
Sosialisasi yang berlangsung di area persawahan masyarakat tersebut merupakan salah satu program kerja mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Program ini disusun dengan mempertimbangkan kondisi Desa Rawang Oguang yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani, khususnya petani padi.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Latih Warga Bengkalis Olah Manggis Jadi Lempuk Bernilai Ekonomi
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan inovasi sederhana berupa pestisida nabati yang memanfaatkan daun pepaya sebagai bahan utama dan sabun cuci piring sebagai perekat agar larutan dapat menempel lebih lama pada permukaan daun tanaman.
Mahasiswa menjelaskan bahwa daun pepaya mengandung senyawa alami seperti papain, alkaloid, dan flavonoid yang berpotensi membantu mengendalikan berbagai jenis hama tanaman. Pemanfaatan pestisida nabati ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan petani terhadap pestisida kimia sekaligus menjadi solusi yang lebih aman bagi lingkungan, kesehatan, serta kualitas hasil pertanian.
Baca juga:
Menjadi Harapan Baru, Mahasiswa Kukerta UNRI Menggalangkan Dana untuk Kesembuhan Adik M. Rahmad Kumullah
Tak hanya memberikan materi, mahasiswa juga mendemonstrasikan secara langsung proses pembuatan pestisida nabati tersebut. Daun pepaya yang telah dihaluskan dicampurkan dengan air, kemudian disaring untuk memperoleh ekstraknya. Setelah itu, ditambahkan sedikit sabun cuci piring sebagai perekat sebelum larutan diaplikasikan ke tanaman.
Metode pembuatan yang sederhana dan menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh membuat pestisida nabati ini dinilai dapat dipraktikkan secara mandiri oleh masyarakat dengan biaya yang relatif murah.
Baca juga:Mahasiswa FEB UNRI Jalankan Kukerta Berdampak Khusus di Desa Rumbio, Fokus Kembangkan Olahan Ikan Patin Bernilai Ekonomi
Kegiatan sosialisasi mendapat sambutan positif dari masyarakat. Para petani tampak antusias mengikuti setiap tahapan kegiatan dan aktif berdiskusi dengan mahasiswa. Berbagai pertanyaan diajukan, mulai dari cara pembuatan, dosis penggunaan, hingga efektivitas pestisida nabati dalam mengendalikan hama pada tanaman padi.
Antusiasme masyarakat tersebut menunjukkan adanya ketertarikan untuk mulai memanfaatkan sumber daya alam yang tersedia di lingkungan sekitar sebagai alternatif pengendalian hama yang lebih berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kukerta Berdampak Universitas Riau berharap masyarakat Desa Rawang Oguang dapat menerapkan pembuatan pestisida nabati secara berkelanjutan sehingga mampu mendukung sistem pertanian yang lebih ramah lingkungan, ekonomis, dan berkelanjutan.
Baca juga:Sekolah Terbuka Ceria Hadir di Sri Meranti, Mahasiswa FBN Ciptakan Ruang Belajar Interaktif untuk Anak-anak
Selain itu, program ini juga diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan petani dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam lokal untuk menunjang produktivitas pertanian sekaligus mengurangi dampak negatif penggunaan pestisida kimia terhadap lingkungan.***