PELALAWAN, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) melaksanakan sosialisasi sekaligus praktik pembuatan minuman fermentasi Tepache berbahan dasar kulit nanas kepada masyarakat Desa Keriung, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Kamis (9/7/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu program kerja Kukerta yang bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam memanfaatkan limbah organik menjadi produk yang bermanfaat bagi kesehatan sekaligus memiliki nilai tambah ekonomi.
Kegiatan yang digelar di Desa Keriung tersebut dihadiri perangkat desa, ibu-ibu PKK, serta masyarakat setempat. Para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi hingga praktik pembuatan Tepache yang dipandu langsung oleh mahasiswa Kukerta UNRI.
Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa memperkenalkan Tepache sebagai minuman fermentasi tradisional asal Meksiko yang dibuat menggunakan kulit nanas, gula merah, dan air melalui proses fermentasi alami. Minuman ini dikenal mengandung probiotik yang baik untuk menjaga kesehatan saluran pencernaan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta membantu menjaga keseimbangan mikroorganisme baik di dalam usus.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Latih Ibu PKK Bengkalis Olah Limbah Kulit Nenas Jadi Minuman Probiotik Bernilai Ekonomi
Mahasiswa juga menjelaskan bahwa kulit nanas yang selama ini sering dianggap sebagai limbah rumah tangga sebenarnya masih memiliki kandungan nutrisi yang bermanfaat, seperti vitamin C, antioksidan, serat pangan, karbohidrat, asam asetat, dan berbagai mineral. Dengan proses fermentasi yang tepat, limbah kulit nanas dapat diolah menjadi minuman sehat dengan cita rasa segar dan memiliki nilai jual.
Selain penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi langsung proses pembuatan Tepache. Masyarakat diperlihatkan tahapan mulai dari pemilihan buah nanas yang berkualitas, pencucian kulit nanas, pencampuran bahan-bahan, hingga teknik fermentasi yang benar.
Mahasiswa juga menjelaskan lama proses fermentasi, teknik penyimpanan, serta ciri-ciri Tepache yang siap dikonsumsi agar masyarakat dapat mempraktikkan pembuatannya secara mandiri di rumah.
Baca juga:Mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI 2026 Gelar Pelatihan Pembuatan Tepache dari Limbah Kulit Nanas di Desa Aliantan
Selama kegiatan berlangsung, masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi. Berbagai pertanyaan diajukan peserta mengenai proses fermentasi, manfaat kesehatan, hingga peluang pengembangan produk tersebut sebagai usaha rumahan.
Sejumlah peserta mengaku baru mengetahui bahwa kulit nanas yang selama ini dibuang ternyata dapat diolah menjadi minuman sehat yang memiliki nilai ekonomi. Mereka juga tertarik memanfaatkan hasil panen nanas di sekitar desa untuk dijadikan produk bernilai tambah.
Antusiasme semakin terlihat saat sesi mencicipi Tepache hasil fermentasi yang telah disiapkan mahasiswa Kukerta.
"Rasanya seperti madu, ada sedikit asam dan manis. Rasanya segar dan enak diminum," ujar Fitri, salah seorang warga yang mengikuti kegiatan.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI 2026 Gelar Senam Sehat dan Edukasi Probiotik Tepache di Desa Sungai Batang
Peserta lainnya juga menilai Tepache memiliki cita rasa yang unik serta berpotensi dikembangkan menjadi minuman sehat sekaligus produk unggulan desa.
Ketua Kelompok Kukerta UNRI Desa Keriung mengatakan program tersebut merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan. Menurutnya, inovasi sederhana seperti pengolahan kulit nanas menjadi Tepache diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengurangi limbah organik sekaligus membuka peluang usaha berbasis potensi lokal.
"Kami berharap masyarakat tidak lagi memandang kulit nanas sebagai limbah yang harus dibuang, tetapi sebagai bahan baku yang dapat diolah menjadi produk kesehatan yang bermanfaat. Selain mudah dibuat, biaya produksinya juga relatif rendah sehingga berpotensi menjadi produk unggulan masyarakat," ujarnya.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Kenalkan Ecoprint kepada Anak-anak Desa Kelemantan Barat
Pemerintah Desa Keriung menyambut baik pelaksanaan program tersebut dan mengapresiasi inovasi yang dibawa mahasiswa Kukerta UNRI. Menurut pihak desa, kegiatan seperti ini memberikan wawasan baru kepada masyarakat mengenai pentingnya pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal sekaligus mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis hasil pertanian.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa Kukerta UNRI berharap masyarakat Desa Keriung mampu mengembangkan inovasi pengolahan kulit nanas secara berkelanjutan. Selain mendukung pola hidup sehat melalui konsumsi minuman fermentasi alami, pemanfaatan limbah kulit nanas juga diharapkan mampu mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas nanas yang menjadi potensi desa.
Program ini menjadi salah satu wujud nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat. Melalui kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat, diharapkan lahir inovasi sederhana yang mampu meningkatkan kualitas kesehatan, menjaga kelestarian lingkungan, serta mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat Desa Keriung secara berkelanjutan.***