INDRAGIRI HULU, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) 26 melaksanakan kegiatan sosialisasi anti-bullying bagi siswa kelas IV, V, dan VI di SD Negeri 006 Buluh Rampai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu, Kamis (23/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai bahaya perundungan serta membangun budaya saling menghormati di lingkungan sekolah.
Sosialisasi tersebut diikuti dengan antusias oleh para siswa dan didampingi oleh guru. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KUKERTA memberikan edukasi mengenai berbagai bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, hingga langkah-langkah yang dapat dilakukan apabila menjadi korban maupun menyaksikan tindakan perundungan.
Kegiatan diawali dengan sesi perkenalan antara mahasiswa KUKERTA Universitas Riau 26 dengan para siswa. Untuk menciptakan suasana belajar yang lebih efektif dan menyesuaikan penyampaian materi dengan tingkat perkembangan peserta didik, sosialisasi dilaksanakan secara terpisah di masing-masing kelas.
Baca juga:Mahasiswa KKN Universitas Riau Edukasi Stop Bullying di SDN 44 Bengkalis, Wujudkan Sekolah Aman dan Ramah Anak
Di kelas IV, materi disampaikan oleh Marsa Syifa Syauqi, Rifka Junita, Aulia Dwinda Rifani, dan Yehezkiel Juansen Sinaga. Sementara itu, di kelas V, materi dipaparkan oleh Calista Leony Tri Ardini, Risma Ariska Putri, dan Ulva Mayasari. Adapun di kelas VI, materi disampaikan oleh Nurul Fazira, Rissa Ariani Nasution, dan Nofry Dwi Adindio.
Dalam pemaparannya, para mahasiswa menjelaskan pengertian bullying beserta berbagai bentuknya, mulai dari bullying fisik, verbal, sosial, hingga bullying siber. Selain itu, siswa juga diberikan pemahaman mengenai dampak negatif yang dapat dirasakan korban maupun pelaku, serta pentingnya keberanian untuk melaporkan tindakan perundungan kepada guru atau orang tua.
Agar suasana pembelajaran lebih menarik, kegiatan dilanjutkan dengan sesi ice breaking yang menguji pemahaman siswa melalui permainan edukatif. Para siswa diminta mengidentifikasi sejumlah gambar yang ditampilkan oleh pemateri untuk menentukan apakah gambar tersebut termasuk perilaku bullying atau bukan, kemudian menjelaskan alasan atas jawaban yang mereka berikan.
Baca juga:Mahasiswa
KUKERTA UNRI Edukasi Siswa di Pasar Baru Baserah Lewat Sosialisasi Anti
Bullying, Gemar Menabung, dan Bijak Bermedia Sosial
Suasana kelas berlangsung interaktif. Para siswa terlihat aktif berdiskusi, mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan, serta saling menyampaikan pendapat mengenai perilaku yang termasuk tindakan perundungan.
Sebagai bentuk refleksi, mahasiswa juga membagikan selembar kertas kepada setiap siswa. Melalui lembar tersebut, siswa diminta menuliskan pengalaman mereka, baik pernah menjadi korban bullying, pernah melakukan bullying, maupun pernah menyaksikan tindakan perundungan di lingkungan sekitar.
Seluruh tulisan yang telah dikumpulkan menjadi bahan evaluasi bagi mahasiswa untuk mengetahui sejauh mana pengalaman siswa terhadap perilaku bullying sekaligus menjadi masukan dalam upaya membangun lingkungan sekolah yang lebih aman dan nyaman.
Baca juga:Mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI Gelar Sosialisasi Anti-Bullying dan Anti-Narkoba di SMPN 2 Tembilahan
Sebagai penutup, masing-masing kelas mengikuti sesi kuis yang dipandu oleh pemateri. Pertanyaan-pertanyaan yang diberikan berkaitan dengan materi yang telah dipelajari selama sosialisasi. Para siswa tampak bersemangat menjawab setiap pertanyaan, sementara peserta yang berhasil memberikan jawaban benar memperoleh hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan pemahaman mereka.
Ketua KUKERTA UNRI 26, Yehezkiel Juansen Sinaga, berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif bagi seluruh siswa dalam membangun karakter yang peduli terhadap sesama.
"Melalui sosialisasi ini, kami berharap siswa SDN 006 Buluh Rampai semakin memahami pentingnya menghargai teman, berani menolak segala bentuk bullying, serta mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari perundungan," ujarnya.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Gelar Sosialisasi Stop Bullying di SDN 010 Talontam Kuantan Singingi
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama antara mahasiswa KUKERTA Universitas Riau 26, guru, dan seluruh siswa sebagai dokumentasi sekaligus penanda berakhirnya rangkaian kegiatan.
Program ini berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Masyitah, S.TP., M.Si. Adapun susunan kepengurusan KUKERTA Universitas Riau 26 terdiri atas Yehezkiel Juansen Sinaga sebagai Ketua, Aulia Dwinda Rifani sebagai Sekretaris I, Calista Leony Tri Ardini sebagai Sekretaris II, Ulva Mayasari sebagai Bendahara, Marsa Syifa Syauqi sebagai Koordinator Acara, Rifka Junita sebagai Humas, Risma Ariska Putri sebagai Koordinator Konsumsi, Nofry Dwi Adindio sebagai Koordinator Perlengkapan, serta Rissa Ariani Nasution dan Nurul Fazira sebagai tim Publikasi, Dokumentasi, dan Desain (PDD).
Melalui kegiatan edukasi ini, mahasiswa KUKERTA Universitas Riau menunjukkan komitmennya dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif, aman, dan bebas dari perundungan, sekaligus mendukung penguatan karakter peserta didik sejak usia dini.***
Baca juga:Mahasiswa FISIP Berdampak Universitas Riau Gelar Sosialisasi Anti-Bullying di SD Aulia Cendekia Islamic School