SMM PANEL INDO

Mahasiswa KUKERTA UNRI Dorong UMKM Desa Patani Go Digital Lewat QRIS

datariau.com
164 view
Mahasiswa KUKERTA UNRI Dorong UMKM Desa Patani Go Digital Lewat QRIS

PELALAWAN, datariau.com - Perkembangan transaksi digital mendorong pelaku usaha untuk beradaptasi dengan kebiasaan masyarakat yang semakin mengutamakan kemudahan dan kepraktisan dalam berbelanja. Menjawab kebutuhan tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau (UNRI) di Desa Patani, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, menghadirkan program digitalisasi UMKM melalui optimalisasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Program tersebut ditujukan untuk mengenalkan sistem pembayaran digital sekaligus membantu pelaku UMKM menyediakan alternatif transaksi non-tunai bagi pelanggan.

Rangkaian kegiatan berlangsung selama kurang lebih tiga minggu, dimulai dengan sosialisasi QRIS pada Jumat, 3 Juli 2026. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KUKERTA UNRI Desa Patani memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai pengertian QRIS, manfaat pembayaran digital, cara penggunaannya hingga kemudahan yang ditawarkan dalam transaksi sehari-hari.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Edukasi Anti-Bullying di SDN 006 Petani, Hadirkan Kotak Aspirasi untuk Bangun Sekolah Ramah Anak


Sosialisasi menjadi langkah awal agar pelaku UMKM tidak sekadar memiliki QRIS, tetapi juga memahami fungsi dan mekanisme penggunaannya dalam aktivitas usaha.

Setelah sosialisasi, mahasiswa KUKERTA melakukan pendataan terhadap pelaku UMKM yang berminat mendapatkan QRIS. Pelaku usaha diberikan informasi mengenai data dan persyaratan yang harus disiapkan untuk proses pendaftaran.

Pendataan tersebut dilakukan untuk memastikan proses pembuatan QRIS dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan masing-masing pelaku usaha.

Tahapan berikutnya dilanjutkan dengan proses pembuatan QRIS. Mahasiswa KUKERTA UNRI mendampingi pelaku UMKM mulai dari mempersiapkan data dan dokumen yang diperlukan hingga proses pengajuan QRIS.

Baca juga:Kukerta Berdampak UNRI Edukasi Pencegahan Stunting dengan Daun Kelor di Pelalawan, Warga Diajarkan Olah Pangan Bergizi


Pendampingan secara langsung diberikan agar pelaku UMKM memahami setiap tahapan pendaftaran dan dapat mengatasi kendala yang mungkin muncul selama proses pengajuan.

Setelah QRIS berhasil diterbitkan, mahasiswa KUKERTA tidak hanya menyerahkannya dalam bentuk kode QR biasa. QRIS tersebut dicetak menggunakan media akrilik sehingga dapat dipajang di tempat usaha dan lebih mudah dilihat maupun dipindai pelanggan saat melakukan pembayaran.

Rangkaian program kemudian ditutup dengan penyerahan QRIS kepada pelaku UMKM pada Jumat, 24 Juli 2026, di Desa Patani.

Penyerahan tersebut menjadi tahap akhir dari program yang telah dimulai melalui sosialisasi, pendataan, hingga pendampingan pembuatan QRIS. Dengan QRIS berbentuk akrilik, pelaku UMKM dapat langsung menempatkannya di lokasi usaha dan menggunakannya dalam melayani transaksi pelanggan.

Program digitalisasi ini dilatarbelakangi oleh semakin luasnya penggunaan pembayaran digital dalam aktivitas jual beli. Bagi pelaku UMKM, QRIS memberikan pilihan pembayaran bagi pelanggan yang tidak membawa uang tunai sekaligus membuat transaksi menjadi lebih praktis.

Di sisi lain, masih terdapat pelaku usaha yang belum mengetahui prosedur memperoleh maupun menggunakan QRIS. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mahasiswa KUKERTA UNRI menghadirkan program ini sebagai bentuk edukasi sekaligus pendampingan langsung bagi masyarakat.

Salah satu pelaku UMKM penerima QRIS, Pak Kani, menyambut positif program tersebut.

“Alhamdulillah, semoga QRIS ini bisa mempermudah pembayaran di era saat ini. Semoga dengan adanya QRIS, pelanggan juga lebih mudah dalam melakukan pembayaran,” ujarnya.

Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau


Harapan serupa disampaikan Pak H. Nasution. Ia menilai kehadiran QRIS dapat memberikan kemudahan, baik bagi pelaku usaha maupun pelanggan dalam melakukan transaksi.

“Harapannya semoga pembayaran lebih mudah dan gampang dalam bertransaksi. Dengan adanya QRIS ini, semoga bisa membantu kami dalam melayani pelanggan,” tuturnya.

Melalui program Digitalisasi UMKM melalui Optimalisasi QRIS, mahasiswa KUKERTA Universitas Riau di Desa Patani berharap fasilitas pembayaran digital yang telah diberikan dapat dimanfaatkan secara aktif oleh pelaku usaha.

Program tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyerahan QRIS, tetapi menjadi langkah awal bagi UMKM Desa Patani untuk semakin terbiasa memanfaatkan teknologi digital dalam menjalankan usaha.

Kehadiran QRIS juga diharapkan dapat memperluas pilihan pembayaran bagi masyarakat sekaligus mendukung UMKM lokal agar lebih adaptif terhadap perkembangan sistem transaksi digital.***

Penulis
: Lastri Roberia Sinaga
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)