Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Mentayan Latih Warga Olah Sampah Rumah Tangga Jadi Pupuk Organik Cair

datariau.com
67 view
Mahasiswa Kukerta UNRI Desa Mentayan Latih Warga Olah Sampah Rumah Tangga Jadi Pupuk Organik Cair

BENGKALIS, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak 2026 Universitas Riau (UNRI) yang bertugas di Desa Mentayan, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis, menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) berbahan dasar sampah rumah tangga. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah organik sekaligus mendorong penerapan pertanian yang ramah lingkungan.

Pelatihan berlangsung di Musholla Darussalam, Desa Mentayan, dan diikuti masyarakat setempat dengan antusias. Program tersebut dilaksanakan oleh sepuluh mahasiswa Kukerta UNRI Berdampak 2026 di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Hendra Taufik, S.T., M.Sc.

Adapun mahasiswa yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan ini yakni Resya Nafatunnisa Isyara, Hadi Assidiqi, Zulaikha Widyadhari, Afifa Faiha Anwar, Alpin Haikal, Aprini Harsalina, Niko Herdiansyah, Imelia, Rabiatul Adawiyah, dan Dea Amelia Br. Tohang.

Baca juga:MSBC Universitas Riau Kembangkan Inovasi Pelet Ikan Berprotein Tinggi


Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang berfokus pada pengelolaan sampah organik melalui pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi lingkungan.

Pada awal kegiatan, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya mengolah sampah organik agar tidak berakhir menjadi limbah yang mencemari lingkungan. Dalam pemaparannya, mahasiswa menjelaskan bahwa sisa sayuran, kulit buah, serta daun-daun kering yang sehari-hari dibuang ternyata dapat diolah menjadi pupuk organik yang mampu menyuburkan tanaman sekaligus mengurangi volume sampah rumah tangga.

Setelah sesi penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan pupuk organik cair. Peserta diajak mengolah sampah organik berupa sayuran, buah-buahan, dan dedaunan yang dicampurkan dengan larutan gula merah, cairan EM4, serta air sebagai media fermentasi.

Baca juga:Resmi Dilantik Bupati Siak, Abdul Wardani Jadi Ketua Bapekam Termuda di Kabupaten Siak


Seluruh bahan kemudian dimasukkan ke dalam galon yang telah dimodifikasi dengan pemasangan keran pada bagian bawah. Modifikasi tersebut bertujuan memudahkan masyarakat mengambil pupuk cair setelah proses fermentasi selesai.

Dalam kesempatan itu, mahasiswa juga menjelaskan bahwa proses fermentasi membutuhkan waktu sekitar dua minggu hingga menghasilkan pupuk organik cair yang siap digunakan sebagai nutrisi tanaman.

Menariknya, proses tersebut tidak hanya menghasilkan pupuk cair. Sisa ampas hasil fermentasi juga masih memiliki nilai manfaat karena dapat dikeringkan dan diolah kembali menjadi kompos padat yang berfungsi meningkatkan kesuburan tanah.

Baca juga:Pelatihan Kerajinan Lidi Sawit: Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa Kukerta DPPM UNRI Berdayakan Warga Kuapan Kampar


Dengan demikian, seluruh bahan organik dapat dimanfaatkan secara maksimal tanpa menyisakan limbah yang terbuang.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang pelatihan berlangsung. Selain karena proses pembuatannya cukup sederhana, bahan baku yang digunakan juga mudah diperoleh dari limbah dapur sehari-hari. Produk yang dihasilkan pun dinilai bermanfaat sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan untuk tanaman pekarangan, kebun, hingga lahan pertanian.

Salah seorang peserta mengaku memperoleh pengetahuan baru dari kegiatan tersebut. Ia mengatakan selama ini belum mengetahui bahwa sampah organik rumah tangga dapat diolah menjadi pupuk yang bermanfaat.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Latih Ibu PKK Bengkalis Olah Limbah Kulit Nenas Jadi Minuman Probiotik Bernilai Ekonomi


"Ternyata membuat pupuk organik cair ini tidak sesulit yang saya bayangkan. Bahannya mudah didapat dan prosesnya juga sederhana. Nantinya pupuk ini bisa dimanfaatkan untuk tanaman sayur, cabai, bunga, maupun tanaman buah yang ada di sekitar rumah," ujarnya.

Mahasiswa Kukerta UNRI berharap pelatihan tersebut mampu mendorong masyarakat Desa Mentayan menerapkan pengelolaan sampah organik secara berkelanjutan. Selain menghasilkan pupuk organik cair, masyarakat juga diharapkan dapat memanfaatkan ampas fermentasi menjadi kompos padat sehingga seluruh limbah organik dapat diolah secara optimal.

Penulis
: Aprini Harsalina
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)