DUMAI, datariau.com-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (UNRI) Kelurahan Pangkalan Sesai Tahun 2026 tengah mengembangkan program
Lorong Hijau Berdaya sebagai kawasan edukasi lingkungan dan ketahanan pangan berbasis potensi lokal di Gang Belida RT 15, Kelurahan Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai. Program yang dilaksanakan sejak 2 Juli 2026 ini merupakan upaya kolaboratif antara mahasiswa dan masyarakat dalam mengembangkan lorong permukiman menjadi kawasan yang lebih hijau, produktif, dan edukatif. Hingga saat ini, program masih berada dalam tahap pelaksanaan dengan sejumlah kegiatan utama yang telah berhasil direalisasikan, sementara beberapa fasilitas pendukung masih dalam proses penyelesaian.
Program Lorong Hijau Berdaya berangkat dari hasil observasi mahasiswa terhadap potensi yang dimiliki kawasan Gang Belida. Di lokasi tersebut telah terdapat rumah kaca hidroponik yang menjadi salah satu aset masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan. Selain itu, kawasan lorong juga memiliki mushola yang selama ini menjadi pusat aktivitas masyarakat, tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai tempat belajar dan bermain anak-anak. Di sekitar mushola terdapat lapangan voli yang aktif dimanfaatkan sebagai sarana olahraga serta pos kamling yang menjadi titik berkumpul warga dalam menjaga keamanan lingkungan sekaligus mempererat hubungan sosial antarmasyarakat.
Melihat berbagai potensi tersebut, mahasiswa Kukerta UNRI mengembangkan konsep Lorong Hijau Berdaya dengan mengintegrasikan aspek penghijauan, ketahanan pangan, edukasi lingkungan, dan pemberdayaan masyarakat. Program ini diarahkan untuk mengoptimalkan potensi yang telah dimiliki masyarakat melalui penataan kawasan dan penambahan berbagai fasilitas edukatif sehingga lorong tidak hanya menjadi lingkungan yang lebih asri, tetapi juga dapat berfungsi sebagai ruang belajar dan ruang interaksi sosial bagi masyarakat.
Ketua Kelompok Kukerta UNRI Kelurahan Pangkalan Sesai Tahun 2026,
Sultan Zacky, menjelaskan bahwa program ini tidak sekadar bertujuan memperindah lingkungan, tetapi juga mendorong masyarakat agar semakin aktif memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan.
"
Kami melihat Gang Belida telah memiliki potensi berupa rumah kaca hidroponik serta lingkungan masyarakat yang aktif. Berangkat dari potensi tersebut, kami bersama masyarakat sedang mengembangkan Lorong Hijau Berdaya melalui penataan kawasan, penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA), optimalisasi rumah kaca hidroponik, serta penyusunan media edukasi. Beberapa kegiatan telah terlaksana, sedangkan budidaya ikan di parit dan pemasangan papan informasi masih dalam tahap persiapan agar dapat direalisasikan sebelum program Kukerta berakhir," ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan gotong royong membersihkan kawasan lorong bersama masyarakat. Mahasiswa dan warga membersihkan rumput liar, mengumpulkan sampah, merapikan lingkungan, serta menata area sekitar agar siap dikembangkan menjadi kawasan percontohan. Kegiatan gotong royong tersebut tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggal mereka.
Setelah proses pembersihan selesai, mahasiswa bersama masyarakat melakukan penanaman di rumah kaca hidroponik yang telah tersedia. Kegiatan ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan fasilitas yang telah dimiliki masyarakat sebagai sarana budidaya tanaman sekaligus mendukung ketahanan pangan di tingkat keluarga. Keberadaan rumah kaca hidroponik diharapkan dapat menjadi media pembelajaran bagi masyarakat mengenai teknik budidaya tanaman yang efisien dan berkelanjutan.
Sebagai bagian dari upaya penghijauan sekaligus edukasi kesehatan, mahasiswa juga melaksanakan penanaman Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di beberapa titik kawasan lorong. Berbagai jenis tanaman seperti temulawak, jahe merah, serai, sirih, bunga telang, dan keladi ditanam agar dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai tanaman herbal sekaligus memperindah kawasan. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin mengenal manfaat tanaman obat tradisional yang mudah dibudidayakan di lingkungan rumah.
Untuk menciptakan suasana lorong yang lebih menarik dan nyaman, mahasiswa bersama masyarakat turut melakukan penataan dan penghiasan kawasan. Berbagai tanaman ditata dengan lebih rapi, beberapa fasilitas lingkungan dipercantik, serta dilakukan penyesuaian tata letak agar kawasan memiliki nilai estetika yang lebih baik. Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat sekaligus menumbuhkan rasa memiliki terhadap kawasan Lorong Hijau Berdaya.
Saat ini, pengembangan Lorong Hijau Berdaya masih terus berlangsung. Mahasiswa Kukerta Universitas Riau bersama masyarakat sedang mempersiapkan beberapa tahapan lanjutan, di antaranya budidaya ikan pada saluran parit sebagai bagian dari konsep ketahanan pangan terpadu, serta pemasangan papan identitas Lorong Hijau Berdaya dan papan informasi edukatif mengenai tanaman obat keluarga. Kehadiran fasilitas tersebut nantinya diharapkan dapat memperkuat fungsi kawasan sebagai media edukasi lingkungan yang mudah dipahami oleh masyarakat maupun pengunjung.
Program ini terlaksana melalui kolaborasi antara Mahasiswa Kukerta Universitas Riau, Kelurahan Pangkalan Sesai, PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Dumai, serta masyarakat Gang Belida. Sinergi tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan kawasan yang tidak hanya bersih dan hijau, tetapi juga produktif serta memiliki nilai edukatif yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Melalui semangat gotong royong dan pemberdayaan masyarakat, Lorong Hijau Berdaya diharapkan dapat terus berkembang hingga seluruh rangkaian program selesai dilaksanakan. Ke depan, kawasan ini diharapkan menjadi contoh pengembangan lorong berbasis potensi lokal di Kelurahan Pangkalan Sesai yang mampu mengintegrasikan penghijauan, edukasi lingkungan, ketahanan pangan, serta penguatan interaksi sosial masyarakat. Program ini juga diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pengembangan kawasan serupa di wilayah lain sebagai wujud kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, mitra, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang berkelanjutan.***