PEKANBARU, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) FISIP Berdampak untuk Negeri Universitas Riau (UNRI) Kelompok 40 melaksanakan sosialisasi anti-bullying kepada siswa kelas VI SD Negeri 153 Pekanbaru, Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai bahaya perundungan sekaligus menanamkan nilai saling menghormati guna mewujudkan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan ramah anak.
Sosialisasi yang dimulai pukul 07.00 WIB tersebut berlangsung di SD Negeri 153 Pekanbaru, Kelurahan Kampung Tengah, Kecamatan Sukajadi, Kota Pekanbaru. Kegiatan diikuti oleh Kepala Sekolah SD Negeri 153 Pekanbaru, wali kelas VI, serta seluruh siswa kelas VI.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa Kukerta menyampaikan materi secara interaktif melalui pemaparan, diskusi, dan sesi tanya jawab. Para siswa dikenalkan dengan berbagai bentuk bullying, mulai dari perundungan fisik, verbal, sosial, hingga perundungan di media digital. Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai dampak psikologis yang dapat dialami korban serta langkah-langkah yang harus dilakukan apabila mengalami ataupun menyaksikan tindakan bullying.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Edukasi Siswa SMPN 4 Singingi tentang Bahaya Kenakalan Remaja
Kepala SD Negeri 153 Pekanbaru mengapresiasi inisiatif mahasiswa Kukerta Universitas Riau yang memilih tema anti-bullying karena dinilai sangat relevan dengan kehidupan peserta didik saat ini.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik mahasiswa Kukerta Universitas Riau yang telah melaksanakan kegiatan sosialisasi ini. Kami berharap siswa dapat memahami bahwa bullying bukanlah hal yang wajar, melainkan perilaku yang harus dicegah bersama. Semoga ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan penuh rasa saling menghormati," ujarnya.
Ketua Kukerta FISIP Berdampak untuk Negeri Universitas Riau Kelompok 40, Megi Wahyudi, mengatakan sosialisasi tersebut merupakan bagian dari komitmen mahasiswa dalam mendukung pembentukan karakter generasi muda yang berakhlak, peduli, dan memiliki rasa empati terhadap sesama.
"Melalui sosialisasi ini, kami berharap adik-adik dapat lebih memahami apa itu bullying, berani mengatakan tidak terhadap segala bentuk perundungan, serta saling menghargai satu sama lain. Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bekal dalam menciptakan lingkungan sekolah yang positif dan bebas dari bullying," kata Megi.
Baca juga:Mahasiswa
Kukerta Berdampak UNRI Edukasi Gerakan Anti-Bullying di SDN 002 Pasar
Usang Baserah, Tanamkan Budaya Sekolah Ramah Anak
Suasana sosialisasi berlangsung hangat dan penuh antusias. Para siswa aktif menjawab pertanyaan dari pemateri, berbagi pengalaman, hingga berdiskusi mengenai cara menyikapi tindakan bullying baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah. Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat siswa untuk memahami pentingnya menjaga hubungan yang baik dengan teman sebaya.
Mahasiswa Kukerta juga mengajak siswa untuk tidak menjadi pelaku, korban, maupun penonton yang membiarkan tindakan perundungan terjadi. Sebaliknya, mereka didorong agar berani melaporkan setiap bentuk bullying kepada guru, orang tua, atau pihak yang dipercaya sehingga penanganan dapat dilakukan sejak dini.
Melalui kegiatan ini, Mahasiswa Kukerta FISIP Berdampak untuk Negeri Universitas Riau Kelompok 40 berharap kesadaran siswa terhadap bahaya bullying semakin meningkat. Edukasi sejak usia sekolah dasar dinilai menjadi langkah penting dalam membangun karakter generasi muda yang saling menghormati, peduli terhadap sesama, serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk perundungan.
Baca juga:
Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Edukasi Anti-Bullying di SDN 004
Sungai Manau, Tanamkan Budaya Sekolah Ramah Anak Sejak Dini
Program ini sekaligus menjadi wujud nyata pengabdian Mahasiswa Kukerta Universitas Riau kepada masyarakat melalui kegiatan edukatif yang tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga mendorong terbentuknya budaya sekolah yang positif dan ramah anak.***