DATARIAU.COM - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak tahun 2026 dari Universitas Riau (UNRI) melaksanakan program pemberdayaan masyarakat bertajuk "Coco Education Village: Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pengolahan Kelapa Menjadi Tepung Kelapa dan Kecap Kelapa yang Bernilai Ekonomi" di Desa Pematang Duku, Rabu (1/7/2026).
Program tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Rina Susanti, S.Sos., M.Si., dan dijalankan oleh 10 mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI 2026 yang ditempatkan di Desa Pematang Duku, yakni Radit Maulana, Annisa Zulfiani, Dava Okta Mozanda, Daniel Marbun, Rosalina Seprianti Br. Rambe, Riska Putri Wardani, Dinda Bulqis Dwi Handayani, Lintang Dwi Maynaia, Feony Adhari, dan Muhammad Syukri Azhari.
Program Coco Education Village digagas sebagai upaya pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan limbah kelapa, seperti ampas kelapa dan air kelapa tua, menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi, antara lain tepung kelapa dan kecap kelapa.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Latih Ibu PKK Bengkalis Olah Limbah Kulit Nenas Jadi Minuman Probiotik Bernilai Ekonomi
Pelaksanaan program ini dilatarbelakangi oleh melimpahnya produksi dan penggunaan kelapa di Desa Pematang Duku. Namun, selama ini limbah hasil pengolahan kelapa, seperti ampas dan air kelapa tua, belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat setempat. Kondisi tersebut mendorong mahasiswa Kukerta untuk menghadirkan pelatihan yang tidak hanya berfokus pada pengelolaan limbah, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.

Kegiatan pelatihan dilaksanakan di Balai Desa Pematang Duku dan dihadiri oleh perangkat desa, anggota PKK, serta masyarakat setempat. Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan pendampingan langsung mengenai proses pengolahan ampas kelapa menjadi tepung kelapa, pemanfaatan tepung kelapa sebagai bahan baku berbagai produk makanan, hingga tahapan pembuatan kecap kelapa mulai dari persiapan bahan hingga proses produksinya.
Baca juga:Pelatihan Kerajinan Lidi Sawit: Kolaborasi Dosen dan Mahasiswa Kukerta DPPM UNRI Berdayakan Warga Kuapan Kampar
Sekretaris Desa Pematang Duku bersama Ketua Kelompok PKK menyambut positif pelaksanaan program tersebut. Mereka berharap kegiatan ini dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan perekonomian masyarakat, khususnya melalui pemanfaatan limbah hasil olahan kelapa yang selama ini belum memiliki nilai tambah.
Menurut kelompok Kukerta Berdampak UNRI 2026 Desa Pematang Duku, program Coco Education Village diharapkan tidak berhenti setelah masa pelaksanaan Kukerta berakhir. Masyarakat diharapkan dapat melanjutkan program ini secara mandiri sebagai salah satu alternatif sumber pendapatan tambahan sekaligus mendorong terciptanya ekonomi desa yang lebih produktif dan berkelanjutan.
Baca juga:Tingkatkan Literasi Sejak Dini, Mahasiswa Kukerta UNRI Adakan Gerakan Membaca Anak Suak Lanjut
Melalui inovasi sederhana berbasis potensi lokal ini, mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI 2026 berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengurangi limbah pertanian melalui pengolahan yang bernilai ekonomis.***