Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Latih Warga Bengkalis Olah Manggis Jadi Lempuk Bernilai Ekonomi

datariau.com
104 view
Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Latih Warga Bengkalis Olah Manggis Jadi Lempuk Bernilai Ekonomi
Foto: Wulan Kartika Sari
Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI menggelar pelatihan dan sosialisasi pembuatan lempuk manggis di Posyandu Mangga Hijau, Desa Sungai Batang.

BENGKALIS, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 menggelar pelatihan dan sosialisasi pembuatan lempuk manggis yang dipadukan dengan kegiatan Posyandu di Posyandu Mangga Hijau, Desa Sungai Batang, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa dalam memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal sekaligus mendukung pelayanan kesehatan masyarakat yang rutin dilaksanakan setiap bulan.

Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengolah buah manggis menjadi produk olahan bernilai ekonomi. Selama ini, buah manggis yang matang sempurna di Desa Sungai Batang umumnya hanya dikonsumsi sendiri karena memiliki masa simpan yang singkat dan sulit dipasarkan.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta FISIP UNRI Belajar Pemberdayaan UMKM Bunga Telang, Dorong Pemanfaatan Pekarangan Bernilai Ekonomi


Melalui inovasi pengolahan menjadi lempuk manggis, mahasiswa Kukerta memperkenalkan alternatif produk yang memiliki cita rasa khas, lebih tahan lama, serta berpotensi memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Program ini dilaksanakan oleh sepuluh mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI, yakni Wulan Kartika Sari, Muhammad Baihaqi, Anisa Fitriani, Syukri Hidayat, Alfatonah, Nur Rahma Safitri, Suci Puspita Dewi, Rista Juita Manurung, Marito Aktavia Silitonga, dan Mohammad Faiz Anugrah di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Rina Susanti, S.Sos., M.Si.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk pengabdian mahasiswa dalam mendorong pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya alam yang tersedia di desa.

Baca juga:Mahasiswa KUKERTA UNRI Tanam Ratusan Bibit Durian dan Jengkol di Desa Sungai Besar Rohil


Pelaksanaan pelatihan mendapat sambutan antusias dari warga yang hadir bersamaan dengan agenda rutin Posyandu Mangga Hijau. Peserta tidak hanya diajarkan proses pembuatan lempuk manggis secara langsung, tetapi juga memperoleh materi mengenai teknik pengemasan produk yang menarik, higienis, dan memiliki daya saing di pasaran.

Dengan bekal tersebut, masyarakat diharapkan mampu menghasilkan produk olahan yang tidak hanya berkualitas dari segi rasa, tetapi juga memiliki nilai jual lebih tinggi melalui kemasan yang baik.

Anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Sungai Batang, Badariah, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut memberikan apresiasi kepada mahasiswa Kukerta UNRI atas inovasi yang diperkenalkan kepada masyarakat.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Kolaborasi dengan Peternak Desa Rawa Bangun, Kembangkan Silase untuk Tingkatkan Produktivitas Ternak


Menurutnya, selama ini ia belum mengetahui bahwa buah manggis dapat diolah menjadi lempuk. Setelah mencicipi hasil olahan tersebut, ia menilai rasanya yang asam manis sangat lezat dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk unggulan khas Desa Sungai Batang.

Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI berharap pelatihan ini dapat membuka wawasan masyarakat terhadap berbagai inovasi pemanfaatan potensi sumber daya alam di sekitar mereka.

Selain mengurangi potensi buah manggis yang terbuang akibat tidak laku dijual, pengolahan menjadi lempuk juga diharapkan mampu menciptakan peluang usaha baru yang dapat meningkatkan pendapatan keluarga.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta Berdampak UNRI Edukasi Warga Teluk Pambang Cegah Diabetes Melitus Lewat Pemanfaatan TOGA


Melalui program ini, mahasiswa berharap masyarakat semakin kreatif dalam mengembangkan produk berbasis potensi lokal sehingga mampu menciptakan nilai tambah ekonomi secara berkelanjutan. Pelatihan tersebut juga menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat dapat melahirkan inovasi yang berdampak nyata bagi pembangunan desa, khususnya dalam mendorong kemandirian ekonomi berbasis sumber daya lokal.***

Penulis
: Wulan Kartika Sari
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)