DATARIAU.COM - Mahasiswa KUKERTA Berdampak Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 menggelar pelatihan pembuatan pupuk organik cair (POC) berbahan dasar air cucian beras sebagai upaya mengedukasi masyarakat dalam memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk yang bernilai guna. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (10/7/2026) di Kantor Desa Pangkalan Batang dengan melibatkan ibu-ibu PKK sebagai peserta utama.
Program ini berangkat dari masih tingginya limbah rumah tangga yang belum dimanfaatkan secara optimal. Salah satunya adalah air cucian beras yang umumnya langsung dibuang, padahal masih mengandung unsur hara yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman apabila diolah melalui proses yang tepat.
Melalui pelatihan tersebut, mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI memperkenalkan cara sederhana mengolah air cucian beras menjadi pupuk organik cair yang ramah lingkungan. Selain memanfaatkan bahan yang mudah diperoleh, inovasi ini juga diharapkan mampu mengurangi limbah rumah tangga sekaligus mendukung kegiatan pertanian dan budidaya tanaman di lingkungan masyarakat.
Baca juga:Mahasiswa KKN Kukerta Berdampak UNRI Sosialisasikan Pembuatan Pupuk Organik Cair kepada Ibu-Ibu PKK Desa Tanjung Rambutan
Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIB dan berlangsung secara interaktif. Mahasiswa memberikan pemaparan materi mengenai manfaat pupuk organik cair, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan demonstrasi pembuatan POC menggunakan air cucian beras, gula merah, serta larutan Effective Microorganisms 4 (EM4) yang difermentasi hingga menghasilkan pupuk siap pakai.
Peserta tidak hanya memperoleh penjelasan mengenai tahapan pembuatan, tetapi juga diberikan kesempatan untuk melihat langsung proses pencampuran bahan hingga teknik fermentasi yang benar. Antusiasme ibu-ibu PKK terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan selama sesi berlangsung mengenai cara penyimpanan, masa fermentasi, hingga teknik penggunaan pupuk pada berbagai jenis tanaman.
Sekretaris Desa Pangkalan Batang, Dudiar, mengapresiasi program yang diinisiasi mahasiswa KUKERTA Berdampak Universitas Riau. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat karena memperkenalkan cara sederhana mengolah limbah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis dan manfaat bagi pertanian.
"Pelatihan ini sangat bermanfaat karena memberikan pengetahuan kepada masyarakat mengenai cara memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi produk yang memiliki nilai guna. Kami berharap inovasi ini dapat diterapkan secara berkelanjutan sehingga mampu mendukung kegiatan pertanian maupun budidaya tanaman di lingkungan sekitar," ujarnya.
Baca juga: Mahasiswa Kukerta UNRI Latih Kelompok Tani Desa Kelemantan Barat Olah Limbah Organik Jadi Pupuk Cair
Dukungan juga disampaikan Ketua Tim Penggerak PKK Desa Pangkalan Batang, Elfi Yusnita, S.Pd.SD., M.Pd. Ia menilai pelatihan tersebut membuka wawasan baru bagi ibu-ibu PKK mengenai potensi air cucian beras yang selama ini dianggap sebagai limbah.
Menurutnya, ilmu yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus mendorong pemanfaatan pekarangan rumah secara produktif.
Program pelatihan pembuatan pupuk organik cair dari air cucian beras ini menjadi salah satu bentuk pengabdian mahasiswa KUKERTA Berdampak Universitas Riau dalam menerapkan ilmu pengetahuan yang sederhana, inovatif, dan mudah diaplikasikan oleh masyarakat.
Baca juga:Mahasiswa
Kukerta UNRI 2026 Gelar Workshop Ketahanan Pangan Mandiri, Kenalkan
Budidaya Azolla dan POC Sabut Kelapa di Tembilahan Hulu
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berharap masyarakat Desa Pangkalan Batang dapat terus mengembangkan pemanfaatan limbah rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat, sehingga mampu mendukung pelestarian lingkungan, mengurangi pencemaran, sekaligus mewujudkan praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.***