Mahasiswa KKN Kukerta Berdampak UNRI Sosialisasikan Pembuatan Pupuk Organik Cair kepada Ibu-Ibu PKK Desa Tanjung Rambutan

Samsul
36 view
Mahasiswa KKN Kukerta Berdampak UNRI Sosialisasikan Pembuatan Pupuk Organik Cair kepada Ibu-Ibu PKK Desa Tanjung Rambutan
KAMPAR, datariau.com-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kukerta Berdampak Universitas Riau menggelar sosialisasi sekaligus praktik pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) berbahan limbah organik rumah tangga kepada ibu-ibu PKK di Aula Kantor Desa Tanjung Rambutan, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar, pada Senin (13/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 13.30 hingga 15.40 WIB itu merupakan salah satu program kerja mahasiswa KKN Kukerta Berdampak Universitas Riau Tahun 2026. Selain memberikan edukasi mengenai pengelolaan limbah organik, kegiatan tersebut juga bertujuan mendorong masyarakat memanfaatkan bahan-bahan yang tersedia di sekitar rumah menjadi pupuk ramah lingkungan yang dapat digunakan untuk tanaman pekarangan maupun lahan pertanian.

Kelompok KKN Desa Tanjung Rambutan terdiri atas sepuluh mahasiswa yang diketuai oleh Muhammad Dimas Rahardian bersama Jamila Isdelia, Indri Lidia Kristin, Ghatisya Revita, Roslina Hutasoit, Lasria Br. Sitinjak, Wira Rizky Ramadhan, Belsa Salfira, Sarah Almi Putri, dan Muhammad Fadhil Habibi.

Sosialisasi diawali dengan penyampaian materi oleh Roslina Hutasoit dan Lasria Br. Sitinjak mengenai pengertian, manfaat, bahan penyusun, hingga tahapan pembuatan Pupuk Organik Cair. Dalam pemaparannya, dijelaskan bahwa POC merupakan pupuk yang dihasilkan melalui proses fermentasi bahan-bahan organik menggunakan bantuan mikroorganisme sehingga menghasilkan cairan yang kaya unsur hara dan bermanfaat untuk mendukung pertumbuhan tanaman.

Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman mengenai manfaat penggunaan POC sebagai alternatif pupuk yang lebih ramah lingkungan. Pupuk organik cair mampu meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah, memperbaiki struktur tanah, membantu penyerapan unsur hara, serta meningkatkan pertumbuhan tanaman. Pemanfaatan limbah organik rumah tangga sebagai bahan baku POC juga menjadi solusi sederhana dalam mengurangi volume sampah organik sekaligus memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan Pupuk Organik Cair. Mahasiswa memperagakan setiap tahapan pembuatan kepada peserta agar dapat dipraktikkan secara mandiri di rumah.

Proses pembuatan diawali dengan memotong limbah organik berupa sisa sayuran dan buah-buahan menjadi ukuran yang lebih kecil agar proses fermentasi berlangsung lebih cepat. Limbah tersebut kemudian dimasukkan ke dalam ember atau wadah dekomposter. Selanjutnya, gula merah yang telah dilarutkan menggunakan air cucian beras dicampurkan dengan EM4 sebagai aktivator mikroorganisme. Larutan tersebut dituangkan ke dalam wadah berisi limbah organik, kemudian diaduk hingga merata sebelum ditutup rapat untuk difermentasikan selama 10 hingga 14 hari.

Sekretaris PKK Desa Tanjung Rambutan, Fitri Yenni, menyampaikan apresiasi atas kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN Universitas Riau. Menurutnya, sosialisasi tersebut memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat mengenai cara memanfaatkan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk yang bermanfaat bagi tanaman.

"Program ini sangat baik karena mengajarkan masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, untuk memanfaatkan limbah organik yang selama ini hanya menjadi sampah. Harapan kami, ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan di rumah masing-masing sehingga dapat mengurangi sampah sekaligus membantu memenuhi kebutuhan pupuk secara mandiri," ujarnya.

Sesi diskusi berlangsung aktif dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Vevi Yanti, istri Kepala Dusun III, mengajukan pertanyaan mengenai fungsi dolomit dalam proses pembuatan POC.

Menanggapi pertanyaan tersebut, tim mahasiswa menjelaskan bahwa dolomit merupakan bahan amelioran yang berfungsi membantu menjaga kestabilan pH selama proses fermentasi dengan menetralkan tingkat keasaman yang berlebihan sehingga mikroorganisme dapat bekerja secara optimal.

Vevi Yanti juga menanyakan fungsi gula merah dan air cucian beras dalam proses fermentasi. Mahasiswa menjelaskan bahwa air cucian beras mengandung pati, vitamin B, dan berbagai mineral yang menjadi sumber nutrisi bagi mikroorganisme, sedangkan gula merah berfungsi sebagai sumber energi atau karbon yang mendukung proses fermentasi.

Pertanyaan lain disampaikan oleh Sekretaris Desa Tanjung Rambutan, Fitri Hidayati, mengenai lama waktu fermentasi hingga POC siap digunakan. Tim KKN menjelaskan bahwa pupuk organik cair perlu difermentasikan selama kurang lebih 10??"14 hari. POC dinyatakan siap digunakan apabila cairannya telah berubah menjadi cokelat tua dan memiliki aroma asam manis sebagai tanda fermentasi berlangsung dengan baik.

Ketua Kelompok KKN Kukerta Berdampak Desa Tanjung Rambutan, Muhammad Dimas Rahardian, berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola limbah organik rumah tangga menjadi produk yang bermanfaat.

"Kami berharap masyarakat tidak lagi memandang limbah organik sebagai sampah yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang dapat diolah menjadi pupuk organik cair. Dengan cara ini, masyarakat dapat menghemat biaya pemupukan, menjaga kesuburan tanah, sekaligus mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan," katanya.

Melalui sosialisasi dan praktik ini, mahasiswa KKN Kukerta Berdampak Universitas Riau tidak hanya memberikan edukasi mengenai pembuatan Pupuk Organik Cair, tetapi juga mengajak masyarakat menerapkan pengelolaan limbah organik secara berkelanjutan. Diharapkan program tersebut dapat terus dikembangkan oleh masyarakat sehingga mampu mendukung ketahanan pangan keluarga, meningkatkan produktivitas tanaman, serta menciptakan lingkungan Desa Tanjung Rambutan yang lebih bersih dan lestari.***
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)