SMM PANEL INDO

Mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI Kembangkan Lima Varian Rasa Palito Daun, Dorong UMKM Desa Naumbai Naik Kelas

datariau.com
137 view
Mahasiswa KUKERTA Berdampak UNRI Kembangkan Lima Varian Rasa Palito Daun, Dorong UMKM Desa Naumbai Naik Kelas

KAMPAR, datariau.com - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Berdampak Universitas Riau (UNRI) Tahun 2026 bersama tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Riau berhasil mengembangkan lima varian rasa Palito Daun, makanan tradisional khas Desa Naumbai, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar. Program ini menjadi salah satu upaya nyata dalam meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus memperkuat daya saing UMKM desa melalui inovasi pangan berbasis potensi lokal.

Kegiatan pengabdian tersebut merupakan kolaborasi antara tim dosen Universitas Riau, mahasiswa KUKERTA UNRI Desa Naumbai, Pemerintah Desa Naumbai, serta para pelaku usaha Palito Daun. Program ini menjadi bagian dari implementasi semangat "UNRI Berdampak" yang mendorong hadirnya inovasi dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Tim pengabdian dipimpin oleh Dr. Gusliana HB, S.H., M.Hum., sebagai ketua, bersama Dr. Syaifullah Yophi Ardiyanto, S.H., M.H., Dr. Dedi Kusuma Habibie, S.IP., MPA., QIA., Sukamarriko Andrikasmi, S.H., M.H., Dr. Hj. Mardalena Hanifah, S.H., M.Hum., serta Zulwisman, S.H., M.H. Kegiatan ini juga mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Naumbai, Muhammad Zulhasni, S.E., S.y., M.E., beserta jajaran pemerintah desa.

Baca juga:KUKERTA UNRI Dorong Digitalisasi UMKM Desa Petala Bumi Lewat Sosialisasi dan Pendampingan Pembuatan QRIS


Selama ini, Palito Daun dikenal sebagai salah satu kuliner tradisional khas Kampar yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Desa Naumbai. Makanan bercita rasa manis dan gurih dengan tekstur lembut tersebut selama bertahun-tahun hanya diproduksi dalam satu varian rasa, yakni original. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu tantangan dalam memperluas pasar dan meningkatkan minat konsumen, khususnya di tengah persaingan produk pangan yang semakin inovatif.

Melihat potensi tersebut, tim pengabdian bersama mahasiswa KUKERTA melakukan serangkaian kegiatan mulai dari identifikasi karakteristik produk, pemilihan bahan tambahan yang sesuai, hingga proses formulasi untuk menghasilkan varian rasa baru tanpa menghilangkan cita rasa autentik Palito Daun.

Dari hasil pengembangan tersebut, berhasil diciptakan lima varian rasa baru, yakni pandan, cokelat, nangka, durian, dan perisa durian. Sebelum diperkenalkan kepada masyarakat, seluruh varian telah melalui tahapan uji coba guna memastikan kualitas, rasa, serta karakteristik khas Palito Daun tetap terjaga.

Baca juga:Mahasiswa Kukerta Desa Jojol Rokan Hilir Dorong Digitalisasi UMKM Melalui Pendampingan Pemasaran Berbasis Digital


Inovasi ini diharapkan mampu memberikan lebih banyak pilihan kepada konsumen, meningkatkan daya tarik produk di pasar, sekaligus membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi para pelaku usaha di Desa Naumbai.

Ketua Tim Pengabdian Universitas Riau, Dr. Gusliana HB, S.H., M.Hum., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata komitmen Universitas Riau dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui inovasi berbasis potensi lokal.

"Kami berharap kegiatan ini benar-benar membawa dampak bagi masyarakat. Melalui semangat UNRI Berdampak, kami ingin KUKERTA juga memberikan dampak nyata. Palito Daun harus ikut berdampak, berkembang menjadi produk yang lebih dikenal dan memiliki nilai tambah. Pada akhirnya, yang paling penting adalah penghasilan ibu-ibu pelaku usaha juga ikut meningkat. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkolaborasi dan mendukung kegiatan ini," ujarnya.

Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau


Sementara itu, Ketua KUKERTA Universitas Riau Desa Naumbai Tahun 2026, Aditya Wira Pratama, berharap inovasi yang telah dihasilkan dapat terus dikembangkan oleh para pelaku usaha sehingga mampu memperkuat eksistensi Palito Daun sebagai produk unggulan desa.

"Kami berharap inovasi yang telah diperkenalkan dapat terus dikembangkan oleh pelaku usaha sehingga mampu meningkatkan daya tarik produk, memperluas peluang pemasaran, serta memperkuat eksistensi Palito Daun sebagai salah satu produk unggulan Desa Naumbai. Semoga sinergi yang telah terjalin antara Universitas Riau, Pemerintah Desa Naumbai, pelaku usaha, dan masyarakat dapat terus berlanjut dalam mendukung pengembangan potensi desa secara berkelanjutan," ungkapnya.

Melalui kolaborasi antara tim pengabdian Universitas Riau, mahasiswa KUKERTA Berdampak, Pemerintah Desa Naumbai, serta para pelaku UMKM, program ini diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi perekonomian masyarakat. Pengembangan lima varian rasa Palito Daun menjadi langkah strategis dalam meningkatkan nilai tambah produk tradisional, memperluas pangsa pasar, sekaligus memperkuat identitas Desa Naumbai sebagai sentra kuliner khas Kabupaten Kampar.

Keberhasilan program ini juga menjadi bukti bahwa sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat mampu melahirkan inovasi yang tidak hanya menjaga warisan kuliner tradisional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui penguatan UMKM berbasis potensi desa.***

Penulis
: Lasti Susianti Sihombing
JIKA MENEMUKAN BERITA KAMI TIDAK SESUAI FAKTA, SEGERA HUBUNGI 0813 3966 1966 (Chat WhatsApp Only)