PEKANBARU, datariau.com - Mahasiswa FISIP Berdampak untuk Negeri (FBN) Universitas Riau melaksanakan pelatihan public speaking bagi remaja di Kelurahan Perhentian Marpoyan, Kota Pekanbaru. Kegiatan yang dipusatkan di Masjid Al-Amin ini berlangsung selama tiga kali pertemuan sebagai upaya meningkatkan rasa percaya diri sekaligus kemampuan komunikasi generasi muda dalam berbicara di depan umum.
Pelatihan dipandu oleh Tania Fiolin Aridea, mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Riau yang bertindak sebagai pemateri utama selama rangkaian kegiatan berlangsung. Menurutnya, kemampuan public speaking merupakan keterampilan penting yang perlu dimiliki remaja sebagai bekal dalam berbagai aktivitas, baik di lingkungan masjid, organisasi, pendidikan, maupun kehidupan bermasyarakat.
"Public speaking bukan hanya soal berbicara di depan banyak orang, tetapi juga bagaimana menyampaikan pesan secara jelas, terstruktur, dan mampu membangun kepercayaan diri. Keterampilan ini akan sangat bermanfaat bagi para remaja di berbagai kesempatan," jelas Tania.
Baca juga:KKN UIN SUSKA Riau Gelar Pelatihan Public Speaking di SMA Negeri 3 Rimba Melintang
Pelatihan tersebut mendapat sambutan positif dari pengurus Masjid Al-Amin. Ketua Pengurus Masjid Al-Amin menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa FBN Universitas Riau yang menghadirkan kegiatan edukatif bagi remaja di lingkungan masjid.
"Kami sangat mendukung kegiatan positif seperti ini. Semoga ilmu-ilmu yang nantinya akan disampaikan dapat bermanfaat untuk adik-adik semuanya," ujarnya saat membuka sesi pelatihan pertama.
Ia juga menjelaskan bahwa selama ini Masjid Al-Amin aktif menyelenggarakan berbagai perlombaan keagamaan yang melibatkan remaja, seperti lomba master of ceremony (MC) dan lomba pidato. Oleh karena itu, pelatihan public speaking dinilai sangat relevan sebagai bekal tambahan agar para peserta lebih siap dan percaya diri mengikuti berbagai kompetisi maupun kegiatan keagamaan lainnya.
Baca juga:Mahasiswa Kukerta UNRI Adakan Pelatihan Public Speaking Untuk OSIS SMA Syech Walid Thayib Indragiri di Desa Sungai Iliran
Pada pertemuan pertama, peserta dibekali materi dasar mengenai public speaking, mulai dari membangun rasa percaya diri, teknik menyusun materi yang sistematis, hingga cara menyampaikan pesan secara efektif kepada audiens. Setelah menerima teori, para peserta langsung diajak mempraktikkan kemampuan berbicara di depan peserta lainnya sebagai latihan awal untuk mengurangi rasa gugup.
Memasuki pertemuan berikutnya, materi semakin diperdalam melalui berbagai simulasi presentasi dan latihan berbicara di depan umum. Peserta dilatih menguasai bahasa tubuh, intonasi suara, kontak mata, serta teknik berkomunikasi yang efektif dalam berbagai situasi.
Melalui latihan yang dilakukan secara berulang, para remaja mulai menunjukkan perkembangan yang positif. Mereka terlihat lebih berani tampil di depan audiens, mampu mengendalikan rasa gugup, serta semakin percaya diri dalam menyampaikan gagasan.
Baca juga:Media Online Tempat Memuat Berita Kukerta, Ribuan Artikel Mahasiswa Tayang di Data Riau
Pada pertemuan terakhir, seluruh peserta diberikan kesempatan untuk mengaplikasikan seluruh materi yang telah dipelajari melalui presentasi singkat, simulasi menjadi pembawa acara, hingga latihan berbicara di hadapan audiens secara langsung. Setiap peserta kemudian memperoleh evaluasi dan masukan dari mahasiswa FBN mengenai kelebihan maupun aspek yang masih perlu ditingkatkan.
Selain memberikan evaluasi, mahasiswa FBN juga memberikan motivasi kepada para peserta agar terus melatih kemampuan komunikasi mereka, baik dalam kegiatan organisasi, pendidikan, keagamaan, maupun kehidupan sosial sehari-hari.